LPKR Raih Marketing Sales Rp1,95 Triliun Kuartal I/2026, Rumah Tapak Jadi Andalan

LPKR Raih Marketing Sales Rp1,95 Triliun Kuartal I/2026, Rumah Tapak Jadi Andalan

LPKR raih marketing sales Rp1,95 triliun di Q1 2026,terutama didukung proyek pada rumah tapak terjangkau.

(Bisnis.Com) 04/05/26 10:50 210018

Bisnis.com, JAKARTA—Emiten properti PT Lippo Karawaci Tbk. (LPKR) mencatatkan marketing sales Rp1,95 triliun pada kuartal I/2026, atau setara 32% dari target setahun penuh sebesar Rp6 triliun.

CEO LPKR John Riady mengatakan momentum pertumbuhan penjualan properti berlanjut pada kuartal I/2026. Pra penjualan atau marketing sales LPKR mencapai Rp1,95 triliun atau setara 32% dari target tahunan.

“Permintaan tetap terkonsentrasi pada rumah tapak, khususnya produk di segmen terjangkau dan menengah, yang menjadi fokus utama strategi kami. Kami akan terus berfokus pada eksekusi di seluruh proyek township kami, sembari tetap menjaga pendekatan yang pruden dalam pengelolaan modal dan operasional,” ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (4/5/2026).

John Riady menjelaskan kinerja kuartal I/2026 terutama didorong oleh permintaan yang berkelanjutan terhadap rumah tapak, baik di segmen terjangkau maupun premium di berbagai wilayah. Produk rumah tapak menyumbang 84% dari total pra penjualan, mencerminkan tingginya minat pembeli rumah pertama (first-time homebuyers) dan end-user.

Pencapaian ini juga didukung oleh peluncuran Park Serpong Phase 7 di Park Serpong, serta Neo 5ense Collection di Cikarang. Pengembangan baru ini berhasil menangkap permintaan dari segmen pasar massal maupun menengah, sekaligus memperkuat posisi LPKR di pasar rumah tapak.

Di tingkat Lippo Karawaci (Holdco), penjualan residensial berkontribusi sebesar Rp1,22 triliun, didukung oleh penjualan unit komersial sebesar Rp156 miliar, kavling tanah Rp30 miliar, serta penjualan lahan pemakaman di San Diego Hills sebesar Rp33 miliar.

“Momentum penjualan juga diperkuat oleh peluncuran produk baru di Park Serpong Phase 7 pada kuartal I/2026, yaitu Goldtops, Gold, Silver, Bronze, Urban, dan Treetops, yang ditawarkan dengan harga terjangkau dan didorong oleh tingginya permintaan di segmen hunian terjangkau,” paparnya.

Di tengah kondisi makroekonomi global yang menantang dan penuh ketidakpastian, LPKR membukukan pendapatan Rp1,80 triliun pada kuartal I/2026, EBITDA Rp337 miliar, dan laba bersih sebesar Rp107 miliar.

Di samping itu, arus kas dari aktivitas operasional membaik sebesar 20% YoY menjadi Rp499 miliar, didukung oleh peningkatan penerimaan dari pelanggan. LPKR menutup kuartal I/2026 dengan posisi kas yang kuat sebesar Rp1,62 triliun.

Sementara itu, segmen lifestyle LPKR mencatatkan kinerja yang tetap solid pada kuartal I/2026 ini, dengan pendapatan sebesar Rp310 miliar, EBITDA Rp103 miliar, dan laba bersih sebesar Rp55 miliar.

Kinerja ini mencerminkan ketahanan segmen di tengah melemahnya permintaan, yang tetap didukung oleh berbagai inisiatif efisiensi operasional. Secara operasional, rata-rata tarif kamar hotel stabil di Rp639.000.

Dari bisnis mal, jumlah pengunjung meningkat 6% YoY menjadi 11,5 juta pengunjung per bulan, menunjukkan momentum pemulihan sektor ritel yang berkelanjutan.

#lpkp-marketing-sales #rumah-tapak #penjualan-properti #kuartal-i-2026 #lippo-karawaci #park-serpong #neo-5ense-collection #first-time-homebuyers #segmen-terjangkau #segmen-menengah #produk-baru #penda

https://market.bisnis.com/read/20260504/192/1971076/lpkr-raih-marketing-sales-rp195-triliun-kuartal-i2026-rumah-tapak-jadi-andalan