Harga Minyak Turun Usai Iran Ajukan Proposal Damai ke AS

Harga Minyak Turun Usai Iran Ajukan Proposal Damai ke AS

Harga minyak melemah setelah Iran ajukan proposal damai ke AS. Namun, Presiden Trump tak puas. Konflik dan resolusi kekuasaan perang jadi sorotan.

(Kompas.com) 02/05/26 07:17 208916

WASHINGTON, KOMPAS.com - Harga minyak mentah turun pada hari Jumat (1/5/2026) waktu setempat setelah Iran mengirimkan proposal perdamaian terbaru kepada para mediator di Pakistan.

Hal ini kembali membangkitkan harapan penyelesaian konflik dengan Amerika Serikat (AS) masih mungkin terjadi.

Harga minyak mentah berjangka AS turun lebih dari 3 persen menjadi 101,57 dollar AS per barrel pada pukul 14.10 waktu setempat.

SHUTTERSTOCK/MASSIMO VERNICESOLE Ilustrasi harga minyak

Sementara itu, harga acuan minyak mentah internasional Brent turun sekitar 2 persen menjadi 107,98 dollar AS per barrel.

Para pejabat Pakistan mengkonfirmasi para mediator telah menerima proposal terbaru dari Iran untuk mengakhiri perang.

Para pejabat itu menyampaikan, proposal tersebut telah disampaikan kepada AS.

Presiden AS Donald Trump kemudian mengatakan, ia tidak puas dengan tawaran Iran.

“Iran ingin membuat kesepakatan, tetapi saya tidak puas dengan itu. Iran ingin membuat kesepakatan karena mereka tidak memiliki kekuatan militer lagi,” ujar dia dikutip dari CNBC, Sabtu (2/5/2026).

Sedikit catatan, Trump menghadapi tenggat waktu 60 hari berdasarkan Resolusi Kekuatan Perang terkait tindakan militer dalam perang Iran.

Berdasarkan undang-undang tahun 1973, seorang presiden harus menarik pasukan dalam waktu 60 hari setelah memberitahukan Kongres tentang pengerahan, kecuali jika anggota parlemen mengesahkan tindakan militer tersebut.

Saat ini, Kongres belum melakukannya.

AFP/JIM WATSON Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat berpidato di Verst Logistics, Kota Hebron, Negara Bagian Kentucky, 11 Maret 2026.

Pemerintahan Trump pada hari Jumat berpendapat, gencatan senjata yang dicapai tiga minggu lalu telah mengakhiri permusuhan antara kedua belah pihak.

Hal ini memungkinkan Gedung Putih menghindari permintaan persetujuan Kongres untuk perang tersebut.

Seorang pejabat pemerintah mengatakan, tidak adanya tembakan langsung antara pasukan AS dan Iran sejak gencatan senjata pertama kali disepakati pada 7 April berarti hitungan mundur 60 hari tidak lagi berlaku.

“Untuk keperluan Resolusi Kekuatan Perang, permusuhan yang dimulai pada hari Sabtu, 28 Februari, telah berakhir,” kata seorang pejabat pemerintah.

Argumen tersebut pertama kali diangkat oleh Menteri Pertahanan Pete Hegseth selama sidang dengar pendapatnya di hadapan Komite Angkatan Bersenjata DPR pada Kamis pagi.

Ia mengatakan, gencatan senjata secara efektif menghentikan perang.

AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari, dan Trump secara resmi memberitahu Kongres pada 2 Maret 2026.

Hal tersebut berarti AS memulai hitungan mundur 60 hari dan menetapkan tenggat waktu 1 Mei.

Menurut para anggota parlemen, Trump dapat meminta perpanjangan 30 hari berdasarkan undang-undang, tetapi belum melakukannya.

Ketegangan tetap tinggi meskipun ada gencatan senjata.

Pada hari Rabu, Trump meningkatkan ancaman terhadap Teheran, bersumpah untuk mempertahankan blokade AS terhadap Iran sampai Teheran menyetujui kesepakatan nuklir.

Teheran menolak membuka kembali Selat Hormuz kecuali AS mencabut blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Meskipun kedua pihak saat ini sedang dalam gencatan senjata, seorang pejabat senior dari Garda Revolusi Iran dilaporkan mengancam akan melakukan serangan panjang dan menyakitkan terhadap posisi AS jika Washington memperbarui serangan terhadap Iran.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

#harga-minyak #konflik-as-iran #donald-trump #proposal-perdamaian-iran

https://money.kompas.com/read/2026/05/02/071700226/harga-minyak-turun-usai-iran-ajukan-proposal-damai-ke-as