Hilirisasi Baja Dimulai, Pemerintah Targetkan Tekan Impor
Presiden Prabowo Subianto telah meresmikan peletakan batu pertama (groundbreaking) Proyek Hilirisasi Nasional Fase 2.
(Kompas.com) 01/05/26 18:30 208745
JAKARTA, KOMPAS.com – Presiden Prabowo Subianto telah meresmikan peletakan batu pertama (groundbreaking) Proyek Hilirisasi Nasional Fase 2 sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan industri dalam negeri.
Peresmian ini menjadi bagian dari peluncuran sembilan proyek strategis nasional yang dilakukan secara serentak.
Proyek hilirisasi tersebut dipusatkan di kawasan Kilang Pertamina RU IV Cilacap dan ditujukan untuk mengurangi ketergantungan terhadap pasar luar negeri sekaligus memperkuat struktur industri nasional.
YouTube Sekretariat Presiden Presiden RI Prabowo Subianto saat meresmikan groundbreaking 13 proyek hilirisasi yang diadakan di Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (29/4/2026).Dalam agenda tersebut, PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) berperan sebagai salah satu pilar utama melalui dua proyek investasi yang berlokasi di Cilegon dan Morowali.
Proyek pertama berupa pembangunan fasilitas produksi slab baja karbon berkapasitas 1,5 juta ton per tahun dengan nilai investasi sebesar 200 juta dollar AS.
Sementara proyek kedua merupakan fasilitas produksi slab stainless steel berkapasitas 1,2 juta ton per tahun dengan investasi 320 juta dollar AS yang berada di bawah koordinasi Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara.
Respons terhadap ketidakpastian global
Inisiatif hilirisasi ini disebut sebagai langkah taktis pemerintah dalam merespons dinamika geopolitik global, termasuk potensi eskalasi konflik di Timur Tengah yang berisiko mengganggu jalur logistik strategis seperti Selat Hormuz.
Gangguan pada jalur tersebut dinilai dapat menekan pasokan bahan baku industri, termasuk bijih besi (iron ore), serta memicu kenaikan biaya produksi secara global.
Dalam pidatonya, Prabowo menegaskan pentingnya pengelolaan sumber daya alam untuk kepentingan nasional.
WIKIMEDIA COMMONS/ANTONIOROSSET Ilustrasi industri baja, produk baja. Trump Naikkan Tarif Impor Baja Jadi 50 Persen, Uni Eropa Siap Membalas“Hilirisasi adalah jalan utama menuju kemakmuran rakyat. Juga inovasi teknologi, efisiensi, serta kolaborasi lintas sektor demi kemajuan ekonomi dan kesejahteraan nasional,” ujar Prabowo.
Adopsi teknologi dan pemanfaatan bahan baku lokal
Kedua proyek yang dijalankan Krakatau Steel mengintegrasikan teknologi manufaktur terbaru yang lebih efisien dan hemat energi.
Kolaborasi dengan mitra strategis juga dilakukan untuk meningkatkan kapasitas produksi nasional.
Selain itu, proyek ini menitikberatkan pada pemanfaatan bijih besi lokal sebagai campuran bahan baku utama guna meningkatkan efisiensi biaya dan memperkuat rantai pasok domestik.
Direktur Utama Krakatau Steel, Akbar Djohan, menyampaikan sinergi dengan mitra strategis menjadi kunci penguatan industri baja nasional.
“Kolaborasi bersama mitra strategis ini melalui penguatan teknologi mutakhir dan optimalisasi sumber daya lokal akan memperkuat ketahanan industri baja nasional. Pemanfaatan bahan baku domestik adalah kunci utama membangun industri yang mandiri, efisien, dan berkelanjutan,” ujar Akbar dalam siaran pers, Jumat (1/5/2026).
Sejalan dengan itu, Managing Director Non-Financial Holding Operasional Danantara, Febriany Eddy, menyatakan sinergi tersebut akan memberikan nilai tambah bagi ekosistem industri.
Menurut dia, kolaborasi ini tidak hanya memperkuat sektor hulu hingga hilir, tetapi juga menciptakan multiplier effect terhadap penyerapan tenaga kerja.
Integrasi kawasan dan efisiensi logistik
Optimalisasi proyek dilakukan di Kawasan Industri Krakatau Steel di Cilegon yang telah terintegrasi dengan berbagai fasilitas pendukung, seperti pelabuhan internasional, pembangkit listrik, pengolahan air, hingga konektivitas jalur kereta api.
Integrasi tersebut dinilai mampu meningkatkan efisiensi logistik dan mendukung kelancaran operasional industri baja secara menyeluruh.
Secara strategis, proyek ini diarahkan untuk mengurangi impor secara bertahap, mengantisipasi risiko keterbatasan pasokan global, serta mengoptimalkan aset perusahaan, termasuk pemanfaatan kembali fasilitas yang sebelumnya tidak beroperasi.
Langkah tersebut menjadi bagian dari transformasi Krakatau Steel dalam membangun ekosistem industri baja terintegrasi dari hulu hingga hilir, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang