B50 Picu Lonjakan Permintaan CPO, Pemerintah Kejar Produktivitas Sawit
Mandatori B50 di 2026 tingkatkan kebutuhan CPO signifikan. Pemerintah siapkan strategi: genjot produktivitas sawit, PSR, & bahan baku alternatif demi ketahanan energi nasional.
(Kompas.com) 30/04/26 19:14 208013
JAKARTA, KOMPAS.com - Implementasi program biodiesel B50 diperkirakan akan meningkatkan kebutuhan minyak kelapa sawit mentah (CPO) secara signifikan.
Ini seiring dorongan pemerintah memperkuat ketahanan energi nasional.
Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Ferry Irawan menyampaikan, kebijakan mandatori B50 yang mulai berlaku 1 Juli 2026 akan berdampak langsung pada lonjakan permintaan bahan baku sawit di dalam negeri.
Dok. Kementerian ESDM Ilustrasi biodiesel B50, bahan bakar nabati buat mesin diesel.Menurut dia, peningkatan kebutuhan tersebut tidak bisa dihindari karena biodiesel B50 membutuhkan pasokan CPO yang lebih besar sebagai bahan baku utama.
“Sejalan dengan implementasi B50, tentu akan ada peningkatan kebutuhan CPO untuk diolah menjadi bahan bakar. Ini menjadi perhatian kita bersama,” ujar Ferry di Hotel Aryaduta, Jakarta pada Kamis (30/4/2026).
Ferry menambahkan, kondisi ini memunculkan tantangan baru bagi industri sawit, terutama dalam menjaga keseimbangan antara kebutuhan domestik dan ekspor yang selama ini menjadi salah satu sumber devisa utama.
Di satu sisi, pemerintah tetap ingin menjaga kontribusi ekspor sawit yang signifikan.
Namun di sisi lain, kebutuhan dalam negeri meningkat seiring kebijakan energi berbasis biodiesel.
Untuk menjawab tantangan tersebut, pemerintah mendorong peningkatan produktivitas kelapa sawit sebagai solusi utama.
Ferry menekankan, peningkatan produktivitas menjadi kunci agar pasokan CPO dapat memenuhi kebutuhan domestik tanpa mengganggu kinerja ekspor.
“Dengan meningkatnya demand baik dari dalam negeri maupun global, maka produktivitas harus ditingkatkan. Ini menjadi kunci,” katanya.
Dok. Kementerian ESDM Ilustrasi biodiesel B50, bahan bakar nabati buat mesin diesel.Salah satu langkah yang ditempuh pemerintah adalah mempercepat program peremajaan sawit rakyat (PSR), serta menyederhanakan berbagai persyaratan dalam pelaksanaannya.
Selain itu, pemerintah juga membentuk satuan tugas percepatan program strategis untuk mengatasi berbagai hambatan, mulai dari regulasi hingga investasi di sektor sawit.
Di sisi lain, pemerintah turut membuka opsi penggunaan bahan baku alternatif untuk mendukung produksi energi berkelanjutan, seperti minyak jelantah atau used cooking oil (UCO).
Langkah ini diharapkan dapat mengurangi tekanan terhadap kebutuhan CPO sekaligus mendorong diversifikasi sumber bahan baku energi.
Sebagai informasi, program B50 merupakan bagian dari strategi pemerintah dalam memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar minyak.
Namun, implementasinya juga membawa konsekuensi terhadap rantai pasok industri sawit yang perlu diantisipasi melalui kebijakan yang tepat dan terukur.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang#ketahanan-energi #biodiesel-b50 #produktivitas-sawit #minyak-kelapa-sawit-cpo