TBS Catat Pendapatan Tumbuh 20,5 Persen pada Kuartal I 2026
Bisnis pengelolaan limbah jadi penopang utama di tengah strategi transformasi.
(Republika) 30/04/26 13:55 207545
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — PT TBS Energi Utama menyampaikan laporan kinerja periode kuartal pertama (Q1) 2026 yang menunjukkan perkembangan positif setelah fase transformasi portofolio ke sektor bisnis hijau melalui akuisisi dan divestasi pada tahun 2025 tanpa mengorbankan performa finansial dan operasional. Fokus perseroan saat ini adalah memperkuat stabilitas operasional pada lini bisnis pengelolaan limbah, energi terbarukan, dan ekosistem kendaraan listrik.
Pada periode ini, perseroan berhasil mencatatkan akselerasi pertumbuhan pendapatan konsolidasi yang signifikan. Indikator keuangan utama menunjukkan performa yang solid dengan peningkatan pendapatan konsolidasi sebesar 20,5 persen dan laba kotor konsolidasi sebesar 46,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Efisiensi operasional yang semakin membaik terlihat dari posisi arus kas operasional yang sebelumnya negatif 2,9 juta dolar AS pada tahun 2025 menjadi positif 9,9 juta dolar AS pada tahun 2026. Secara keseluruhan, total kerugian periode berjalan berhasil berkurang lebih dari 83 persen secara tahunan dari 58,9 juta dolar AS menjadi 9,5 juta dolar AS karena tidak berulangnya kerugian dari divestasi entitas PLTU tahun lalu.
Menanggapi pencapaian ini, Direktur TBS Juli Oktarina menyatakan optimismenya.
"Hasil yang kami capai di kuartal pertama ini merupakan validasi atas ketepatan arah transformasi perusahaan. Langkah besar akuisisi dan divestasi di tahun 2025 merupakan bentuk penataan ulang portofolio strategis yang terencana dan krusial bagi masa depan perseroan. Fase transisi ini akan berdampak sementara pada laba kami, tetapi transisi ini diperlukan sebagai fondasi agar TBS menjadi platform bisnis berkelanjutan dengan margin tinggi, yang siap memberikan nilai tambah jangka panjang bagi para pemegang saham," ujarnya melalui leterangan, Kamis (30/4/2026).
Lini bisnis pengelolaan limbah kini menjadi kontributor utama perusahaan dengan menyumbang 60 persen dari total pendapatan konsolidasi dan 93 persen dari total EBITDA disesuaikan, didorong oleh pertumbuhan pendapatan segmen yang melonjak signifikan sebesar 447,69 persen atau 5,5 kali lipat, dari 9,4 juta dolar AS menjadi 51,9 juta dolar AS. Bisnis pengelolaan limbah menunjukkan resiliensi di segala situasi ekonomi. Terlepas dari fluktuasi pasar maupun ketidakpastian global, segmen ini terbukti mampu memberikan arus pendapatan yang stabil dan berulang, dengan tingkat profitabilitas yang sangat tinggi.
Perkembangan operasional di segmen ini meliputi:
- Cora Environment (Singapura): Melayani lebih dari 470.000 pelanggan dengan tingkat ketersediaan fasilitas operasional mencapai 100 persen.
- Asia Medical Enviro Services (AMES): Mempertahankan posisi di pasar pengelolaan limbah medis Singapura dengan pangsa pasar sekitar 45 persen.
- ARAH Environmental (Indonesia): Melayani lebih dari 5.000 pelanggan di berbagai sektor yang tersebar di 15 provinsi.
#tbs-energi-utama #kinerja-kuartal-pertama #transformasi-bisnis-hijau #pengelolaan-limbah #energi-terbarukan #kendaraan-listrik #akuisisi-dan-divestasi #pertumbuhan-pendapatan #netralitas-karbon #efisi