BNC Cetak Laba Rp136,98 Miliar di Kuartal I-2026, Jaga Kualitas Kredit dan Likuiditas

BNC Cetak Laba Rp136,98 Miliar di Kuartal I-2026, Jaga Kualitas Kredit dan Likuiditas

BBYB atau Bank Neo Commerce membukukan laba bersih sebesar Rp136,98 miliar pada Kuartal I-2026, melanjutkan tren positif yang telah terjaga.

(IDX-Channel) 30/04/26 09:40 207253

IDXChannel - PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) mengawali tahun 2026 dengan kinerja yang stabil di tengah dinamika global. Perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp136,98 miliar pada Kuartal I-2026, melanjutkan tren positif yang telah terjaga sejak tahun sebelumnya.

Dari sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) tercatat sebesar Rp13,42 triliun per 31 Maret 2026, turun tipis 1,97 persen secara tahunan (yoy) dari Rp13,69 triliun. Meski demikian, komposisi dana murah menunjukkan perbaikan, dengan tabungan tumbuh 8,62 persen menjadi Rp3,50 triliun. Sementara itu, deposito terkoreksi 2,18 persen menjadi Rp9,35 triliun. Perubahan ini mendorong rasio CASA meningkat ke level 30,34 persen.

Penyaluran kredit BNC tercatat sebesar Rp7,03 triliun, turun 17,24 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp8,49 triliun. Perseroan menegaskan penurunan tersebut sejalan dengan strategi penyaluran kredit yang lebih selektif guna menjaga kualitas aset. Hal ini tercermin dari rasio kredit bermasalah (NPL) neto yang tetap rendah di level 0,43 persen.

Direktur Utama Bank Neo Commerce, Eri Budiono, mengatakan bahwa perseroan tetap fokus menjaga pertumbuhan yang sehat di tengah ketidakpastian global.

“Di tengah banyaknya ketidakpastian dan gejolak geopolitik global, kami terus menjalankan bisnis dengan baik dan mengedepankan tata kelola. Kami fokus mendorong pertumbuhan kredit digital retail secara hati-hati serta memperkuat ekosistem digital,” ujar Eri, dalam keterangannya yang dikutip Kamis (30/4/2026).

Dari sisi neraca, total aset BNC meningkat 0,94 persen menjadi Rp18,34 triliun. Efisiensi operasional juga terjaga, dengan rasio BOPO sebesar 83,68 persen dan Cost to Income Ratio (CIR) di level 32,93 persen. Sementara itu, Net Interest Margin (NIM) tercatat tinggi di 13,50 persen.

Permodalan perseroan menunjukkan penguatan signifikan, dengan rasio kecukupan modal (CAR) mencapai 50,60 persen, naik dari 35,81 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya. Tingginya CAR mencerminkan kapasitas ekspansi yang kuat serta perbaikan manajemen risiko.

Eri menambahkan, capaian laba pada kuartal pertama ini bahkan melampaui target internal perseroan.

“Kami optimistis dapat melanjutkan tren kinerja positif sepanjang 2026, didukung kepercayaan nasabah, pemegang saham, serta komitmen seluruh karyawan dalam menjalankan prinsip kehati-hatian,” jelasnya.

Ke depan, BNC juga tengah menyiapkan peluncuran layanan Buy Now Pay Later (BNPL) pada 2026 sebagai bagian dari penguatan layanan digital dan perluasan akses pembiayaan bagi nasabah. Dari sisi pasar modal, saham BBYB turut mencatatkan sentimen positif setelah resmi masuk dalam indeks Economic 30 per 2 Maret 2026.

“Masuknya BBYB ke dalam indeks tersebut mencerminkan meningkatnya kepercayaan pasar terhadap kinerja dan prospek perseroan,” tutup Eri.

(Shifa Nurhaliza Putri)

#bnc #bank-neo-commerce #bbyb #laba #laporan-keuangan #kuartal-i-2026 #emiten

https://www.idxchannel.com/market-news/bnc-cetak-laba-rp13698-miliar-di-kuartal-i-2026-jaga-kualitas-kredit-dan-likuiditas