Kinerja Bongkar Muat Teluk Bayur Padang Tertinggi Nasional, TSD Curah Cair Capai 5.132
Pelabuhan Teluk Bayur di Padang mencatat TSD tertinggi nasional untuk curah cair di PTP Nonpetikemas, mendukung ekonomi Sumbar dan ekspor CPO ke Asia Selatan dan Eropa.
(Bisnis.Com) 29/04/26 16:44 206623
Bisnis.com, PADANG — PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP Nonpetikemas) Cabang Teluk Bayur, Kota Padang, Sumatra Barat, mencatat kinerja produktivitas bongkar muat segmen curah cair tertinggi secara nasional di lingkungan PTP Nonpetikemas.
Branch Manager PTP Nonpetikemas Cabang Teluk Bayur Fauzi mengatakan capaian tersebut tercermin dari ton ship day (TSD) sepanjang 2025 yang mencapai 5.132 T/S/D. Menurutnya, angka itu menunjukkan kinerja operasional yang positif sekaligus mendukung percepatan arus logistik dan perekonomian Sumatra Barat.
“Adanya peningkatan bongkar muat segmen curah cair ini yakni sebagian besarnya adalah komoditas CPO, seiring dengan itu kami pun terus meningkatkan fasilitas yang ada di Pelabuhan Teluk Bayur. Sehingga para perusahaan bisa dengan mudah untuk melakukan ekspor komoditas CPO,” katanya, Rabu (29/4/2026).
Fauzi menjelaskan meningkatnya kepercayaan perusahaan terhadap Pelabuhan Teluk Bayur tidak terjadi secara instan. Sebelumnya, aktivitas bongkar muat curah seperti CPO lebih banyak dilakukan melalui Pelabuhan Dumai.
Namun, sejak 2018 PTP Nonpetikemas mulai meningkatkan fasilitas pelabuhan, terutama pada sisi dermaga, sehingga kapal berukuran besar dapat bersandar dengan lebih mudah.
Investasi sektor CPO di kawasan Teluk Bayur juga terus bertumbuh, antara lain dari PT Padang Raya Cakrawala (Apical Group), PT Wilmar Nabati Indonesia (Wilmar Group), PT Incasi Raya Group, PT Wira Inno Mas, dan PT Agromuko Tank Terminal.
“Jadi sejak tahun 2018 lalu, kami telah mulai melakukan peningkatan fasilitas, terutama dari sisi dermaga, sehingga kapal-kapal besar itu, bisa dengan mudah merapat ke pelabuhan. Makanya, ke depan fasilitas untuk dermaga ini akan terus tingkatkan, dengan harapan akan mampu mendongkrak TSD curah cair di PTP Nonpetikemas Cabang Teluk Bayur,” ungkap Fauzi.
Menurutnya, peningkatan aktivitas bongkar muat curah cair tidak hanya menjadi capaian kinerja perusahaan, tetapi juga berdampak pada perekonomian daerah karena semakin banyak perusahaan memilih Teluk Bayur sebagai pelabuhan ekspor CPO.
“Di Pelabuhan Teluk Bayur ini tidak hanya CPO dari Sumbar saja yang dimuat, tapi juga datang dari CPO asal Provinsi Bengkulu. Jadi ada dua provinsi yang kami layani, dengan tujuan ekspor ke Asia Selatan dan Eropa,” jelasnya.
Ia menambahkan salah satu pertimbangan perusahaan memilih Teluk Bayur adalah efisiensi jalur pelayaran menuju pasar tujuan.
“Jalur kapal dari Teluk Bayur ke Asia Selatan dan Eropa ini lurus saja, melewati Samudera Hindia dan langsung ke negara tujuan,” sebut Fauzi.
Secara operasional, sepanjang 2025 PTP Nonpetikemas Cabang Teluk Bayur mencatat throughput sebesar 5,79 juta ton yang terdiri dari 3,1 juta ton curah cair, 1,9 juta ton curah kering, 62.000 ton general cargo, dan 657.000 ton bag cargo.
Dari sisi keuangan, perusahaan membukukan pendapatan usaha Rp91,44 miliar atau 110,25% dari target RKAP dengan laba usaha Rp32,19 miliar. Hingga Triwulan I 2026, throughput mencapai 1,51 juta ton atau 118,69% dari target RKAP, dengan pendapatan usaha Rp23,90 miliar dan laba usaha Rp10,56 miliar.
PTP Nonpetikemas Cabang Teluk Bayur juga mencatat produktivitas operasional tertinggi pada segmen curah cair dengan capaian TSD 5.132 T/S/D.
“Kinerja positif ini menjadi cerminan dari meningkatnya kepercayaan pengguna jasa serta sinergi yang kuat antara perusahaan dan seluruh stakeholder dalam menjaga kelancaran operasional pelabuhan,” kata Fauzi.
Sebagai salah satu pelabuhan strategis di wilayah barat Indonesia, Teluk Bayur berperan penting dalam aktivitas ekspor dan impor berbagai komoditas seperti CPO, cangkang sawit, semen, batubara, pupuk, hingga kargo umum.
Untuk mendukung operasional, terminal ini dilengkapi dermaga sepanjang 852,5 meter, area penumpukan dan pergudangan yang luas, serta berbagai peralatan seperti wheel loader, side loader, grab, excavator, hopper, flexible hose, head truck, dump truck, dan jib crane.
“Kami akan terus memperkuat perannya sebagai motor penggerak arus logistik dan distribusi komoditas di Sumbar. Langkah strategis ini ditempuh melalui peningkatan kinerja operasional, optimalisasi layanan, serta penguatan aspek keselamatan dan keberlanjutan,” tutupnya.
Pelabuhan Teluk Bayur sendiri merupakan salah satu pelabuhan tertua di Indonesia. Pada masa kolonial Belanda, pelabuhan ini bernama Emmahaven yang merujuk pada Ratu Emma. Renovasi pelabuhan dilakukan pada 1890 dan selesai pada 1895 untuk mendukung peningkatan aktivitas perdagangan di wilayah Sumatra Barat.
#pelabuhan-teluk-bayur #teluk-bayur-padang #curah-cair #bongkar-muat #pelabuhan-ekspor #cpo-ekspor #dermaga-teluk-bayur #logistik-sumatra-barat #throughput-pelabuhan #investasi-cpo #pelabuhan-strategis