China Gagalkan Akuisisi Meta atas Startup AI Agentic Bernilai Rp34 triliun

China Gagalkan Akuisisi Meta atas Startup AI Agentic Bernilai Rp34 triliun

China memblokir akuisisi Meta atas startup AI Manus senilai Rp34 triliun, memaksa pembatalan transaksi dan menimbulkan tantangan bagi ambisi AI Meta.

(Bisnis.Com) 28/04/26 13:20 205112

Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah China memblokir akuisisi Meta Platforms Inc. terhadap startup AI Manus senilai US$2 miliar atau sekitar Rp34 triliun. Otoritas ekonomi tertinggi China tersebut memerintahkan kedua belah pihak untuk membatalkan seluruh transaksi sepenuhnya.

Perintah pembatalan muncul setelah Meta, induk dari Facebook dan Instagram, berencana mengintegrasikan teknologi agen AI milik Manus ke dalam ekosistem Meta AI.

"NDRC telah membuat keputusan untuk melarang investasi asing dalam proyek Manus sesuai dengan hukum dan peraturan yang berlaku. Kami mewajibkan pihak-pihak yang terlibat untuk menarik transaksi akuisisi tersebut," tulis pernyataan resmi NDRC dilansir dari TechCrunch, Selasa (28/4/2026).

Penyelidikan terhadap kesepakatan ini sebenarnya telah dimulai oleh Kementerian Perdagangan China sejak Januari 2026. Tekanan regulasi tersebut makin intensif pada Maret 2026, yang berdampak langsung pada jajaran eksekutif perusahaan rintisan tersebut.

CEO Manus Xiao Hong dan Chief Scientist Ji Yichao dilaporkan telah dipanggil ke Beijing untuk pertemuan regulasi. Hingga saat ini, kedua pendiri tersebut dikabarkan berada di bawah larangan keluar dari wilayah China daratan.

Situasi ini menjadi rumit karena Manus sebenarnya telah merelokasi kantor pusatnya dari China ke Singapura pada pertengahan 2025. Perusahaan ini awalnya didirikan pada 2022 dengan nama induk Butterfly Effect di Beijing sebelum akhirnya berpindah domisili hukum.

Meskipun telah berpindah markas, NDRC tetap mengklaim yurisdiksi atas aset teknologi tersebut. Sekitar 100 karyawan Manus bahkan dilaporkan telah pindah ke kantor Meta di Singapura pada Maret 2026 untuk memulai proses integrasi operasional.

Dalam struktur internal Meta, Xiao Hong sedianya dijadwalkan untuk melapor langsung kepada COO Meta, Javier Olivan. Namun, intervensi China memaksa Meta untuk mengevaluasi kembali penempatan eksekutif dan kepemilikan teknologi tersebut.

"Transaksi ini sepenuhnya mematuhi hukum yang berlaku. Kami mengantisipasi resolusi yang tepat atas penyelidikan ini," ujar juru bicara Meta.

Sebagai informasi, Manus dikenal sebagai pengembang agen AI "otonom sejati" yang mampu merencanakan serta mengeksekusi tugas secara mandiri. Startup ini mencatatkan pertumbuhan pendapatan tahunan berulang (ARR) hingga US$100 juta atau sekitar Rp1,72 triliun hanya dalam delapan bulan setelah peluncuran.

Sebelum dilirik Meta, Manus mengantongi pendanaan Rp1,29 triliun yang dipimpin oleh Benchmark pada Mei 2025. Keterlibatan modal AS tersebut sempat memicu kekhawatiran dari Senator AS John Cornyn terkait aliran dana Amerika ke perusahaan yang memiliki akar di China.

Bagi Meta, kegagalan akuisisi ini menjadi tantangan besar dalam ambisinya mengejar ketertinggalan dari kompetitor seperti OpenAI dan Google. Meta tengah agresif memperkuat infrastruktur AI miliknya melalui belanja chip dari Amazon.

Di sisi lain, Meta juga sedang melakukan efisiensi internal dengan rencana pemangkasan 8.000 posisi pekerjaan. Fokus perusahaan kini terpecah antara restrukturisasi organisasi dan hambatan regulasi pada akuisisi teknologi strategis.

#china-blokir-akuisisi #meta-gagal-akuisisi #startup-ai-manus #meta-platforms-inc #akuisisi-meta #otoritas-ekonomi-china #teknologi-agen-ai #investasi-asing-china #kementerian-perdagangan-china #regula

https://teknologi.bisnis.com/read/20260428/266/1969828/china-gagalkan-akuisisi-meta-atas-startup-ai-agentic-bernilai-rp34-triliun