Dunia Tidak Baik-baik Saja, Bos BI Ungkap 3 Tantangan Besar Menghadang Ekonomi Indonesia
BI menyebut ekonomi global tidak stabil. Ketidakpastian tinggi picu outflow dan tekan rupiah. RI diminta perkuat fondasi domestik.
(Kompas.com) 27/04/26 11:53 203712
JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menilai kondisi ekonomi global masih berada dalam tekanan. Ketidakpastian tinggi masih membayangi.
Perry menjelaskan tekanan tidak hanya berasal dari kebijakan tarif Amerika Serikat. Dinamika geopolitik, terutama di Timur Tengah, ikut memperburuk situasi.
Kondisi ini berdampak pada harga komoditas. Suku bunga global juga bertahan di level tinggi.
Dampak lain terlihat pada aliran modal. Negara berkembang menghadapi tekanan keluar dana, termasuk Indonesia.
"Saat ini kita berada dalam situasi yang tidak mudah. Dunia sering dikatakan tidak baik-baik saja dan bahkan semakin tidak pasti. Kita tidak hanya menghadapi perlambatan tetapi juga dengan ketidakpastian yang tinggi dan terus berlanjut," ujar Perry saat membuka acara Kick Off Pinisi di Jakarta, Senin (27/4/2026).
Tekanan global menuntut penguatan ketahanan eksternal. Koordinasi dengan pemerintah dan regulator menjadi kunci menjaga stabilitas.
Perry menekankan pentingnya memperkuat ekonomi domestik. Permintaan dalam negeri perlu dijaga sebagai penopang utama pertumbuhan.
Ia memaparkan tiga tantangan utama yang perlu segera direspons.
Tantangan pertama berkaitan dengan kepercayaan pelaku usaha. Aliran pembiayaan perlu diarahkan ke proyek prioritas nasional.
Langkah ini penting untuk menjaga stabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan.
Tantangan kedua menyasar penguatan mesin ekonomi domestik. Konsumsi harus tetap terjaga.
Investasi juga perlu ditingkatkan untuk mendukung program prioritas pemerintah.
Kapasitas pembiayaan menjadi faktor penting dalam proses ini.
Tantangan ketiga terkait implementasi kebijakan. Kebijakan harus berjalan efektif hingga ke dunia usaha dan perbankan.
Efektivitas juga harus dirasakan masyarakat luas.
"Kita memiliki rangka kebijakan yang kuat dan itulah yang harus kita tingkatkan termasuk juga kebijakan hilirisasi dan industrialisasi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang tinggi," tuturnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang