Laba Phapros (PEHA) Kuartal I 2026 Naik, Didorong Penjualan

Laba Phapros (PEHA) Kuartal I 2026 Naik, Didorong Penjualan

Emiten farmasi Phapros catat lonjakan laba bersih kuartal I 2026 seiring kenaikan penjualan dan efisiensi biaya.

(Kompas.com) 24/04/26 19:24 202116

JAKARTA, KOMPAS.com — Emiten farmasi PT Phapros Tbk (PEHA) mencatat kenaikan laba bersih pada kuartal I 2026, didorong pertumbuhan penjualan dan efisiensi biaya di tengah tekanan global.

Kinerja ini melanjutkan tren positif sepanjang 2025, di mana perusahaan berhasil membalikkan kondisi keuangan dari rugi menjadi profit.

“Berbagai langkah strategis tersebut berhasil menjaga profitabilitas berkelanjutan,” ujar Plt Direktur Utama PT Phapros Tbk Ida Rahmi Kurniasih, melalui keterangan pers, Jumat (24/4/2026).

“Setelah berhasil membalikkan kondisi dari rugi pada 2024 menjadi profit pada 2025, kami terus berupaya untuk menjaga profitabilitas perusahaan,” lanjutnya.

Pada tiga bulan pertama 2026, laba bersih Phapros tercatat sebesar Rp 761,49 juta. Angka ini naik 112,86 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang masih mencatatkan kerugian Rp 5,92 miliar.

Kinerja tersebut ditopang oleh kenaikan penjualan sebesar 10,17 persen menjadi Rp 221,09 miliar dari sebelumnya Rp 200,67 miliar pada kuartal I 2025. Sementara itu, beban pokok penjualan hanya naik 5,04 persen, lebih rendah dari pertumbuhan penjualan.

Kondisi ini mendorong laba kotor meningkat 16,59 persen menjadi Rp 103,96 miliar, dibandingkan Rp 89,17 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Di sisi lain, beban usaha pada Januari hingga Maret 2026 juga relatif terkendali dengan kenaikan 7,35 persen secara tahunan.

Ida menambahkan, perusahaan terus mengoptimalkan seluruh kanal penjualan serta menjaga ketersediaan produk sambil melakukan efisiensi biaya.

“Menyikapi dampak geopolitik yang menyebabkan kenaikan harga bahan dan biaya, kami sudah melakukan mitigasi risiko dengan kontrak pembelian sejak awal tahun dan terus memantau perkembangan agar tetap adaptif,” ujarnya.

“Tujuannya agar target penjualan, biaya dan laba bersih hingga akhir tahun sesuai RKAP bisa diamankan,” tambah dia.

Selain itu, arus kas perusahaan juga menunjukkan perbaikan signifikan. Per 31 Maret 2026, arus kas tercatat positif Rp 37,2 miliar, berbalik dari posisi minus Rp 19,6 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Saldo kas akhir periode juga meningkat 165 persen dibandingkan akhir Maret 2025.

Penjualan OGB jadi penopang utama

Pertumbuhan penjualan Phapros salah satunya ditopang oleh segmen obat generik bermerek (OGB).

Penjualan OGB pada kuartal I 2026 melonjak 59 persen menjadi Rp 128,70 miliar, dari Rp 80,88 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Kontribusi ini berasal dari produk seperti obat anti tuberkulosis untuk dewasa dan anak serta tablet tambah darah, yang menjadi bagian dari program pemerintah terkait penanganan tuberkulosis, anemia, dan stunting.

Jejak panjang industri farmasi nasional

Sebagai perusahaan farmasi yang berdiri sejak 21 Juni 1954, Phapros memiliki pengalaman panjang dalam industri kesehatan di Indonesia.

Mayoritas saham perusahaan sebesar 56,77 persen dimiliki oleh PT Kimia Farma Tbk, sementara sisanya dimiliki oleh publik.

Perusahaan ini telah mengantongi berbagai sertifikasi, mulai dari CPOB sejak 1990 hingga sejumlah sertifikasi ISO dan sistem jaminan halal. Saat ini, Phapros memproduksi lebih dari 200 item obat, termasuk produk unggulan seperti Antimo yang menjadi pemimpin pasar di kategorinya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

#jakarta #phapros

https://money.kompas.com/read/2026/04/24/192420926/laba-phapros-peha-kuartal-i-2026-naik-didorong-penjualan