Apakah AS Akan Gunakan Bom Nuklir untuk Lenyapkan Peradaban Iran? Ini Jawaban Trump
Iran siap melawan AS sampai meraih kemenangan penuh. Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump angkat bicara ketika ditanya seorang... | Halaman Lengkap
(SINDOnews Ekbis) 24/04/26 07:10 201256
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump angkat bicara ketika ditanya seorang jurnalis di Gedung Putih apakah Amerika akan menggunakan bom nuklir untuk melenyapkan peradaban Iran. Dia menegaskan tidak akan menggunakan senjata tersebut dan mengecam itu sebagai pertanyaan bodoh.Penegasan Trump itu disampaikan hari Kamis waktu Washington. Awalnya, seorang jurnalis mengingat peringatan keras Trump terhadap Iran pada 7 April bahwa "seluruh peradaban akan mati malam ini, dan tidak akan pernah bisa dihidupkan kembali" jika Teheran tidak menerima persyaratan dari Amerika. Peringatan itu telah dikecam para tokoh Amerika sebagai apokaliptik dan berpotensi genosida.
“Mengapa pertanyaan bodoh seperti itu diajukan? Mengapa saya harus menggunakan senjata nuklir ketika kita telah sepenuhnya, dengan cara yang sangat konvensional, menghancurkan mereka tanpa itu? Tidak, saya tidak akan menggunakannya,” kata Trump.
"Senjata nuklir seharusnya tidak pernah diizinkan untuk digunakan oleh siapa pun," katanya lagi.
Trump menggunakan kesempatan itu untuk sekali lagi mengeklaim tentang skala kerusakan Iran akibat serangan militer AS, sambil menyatakan bahwa upaya mempersenjatai kembali apa pun oleh Teheran selama gencatan senjata dapat dihentikan dalam sekitar satu hari jika perlu.
Dia juga mengatakan bahwa dirinya bisa membuat kesepakatan segera, tetapi menginginkan kesepakatan yang “abadi".
“Saya ingin membuat kesepakatan terbaik. Saya bisa membuat kesepakatan sekarang juga...tetapi saya tidak ingin melakukannya. Saya ingin kesepakatan itu abadi,” kata Trump.
Washington memperpanjang gencatan senjata tanpa batas waktu awal pekan ini, mengharapkan proposal terpadu dari Teheran, sambil tetap mempertahankan blokade AS terhadap pelabuhan Iran, bahkan ketika perundingan lanjutan dengan Teheran terhenti dan ketegangan terus berlanjut di sekitar Selat Hormuz.
Trump telah memperjelas bahwa tidak ada tenggat waktu pasti untuk mengakhiri perang, mengatakan kepada Fox News pada hari Rabu bahwa "tidak ada kerangka waktu", dan mendesak para kritikus untuk tidak "terburu-buru".
Sementara itu, militer Iran mengatakan siap untuk melawan AS sampai meraih kemenangan penuh.
Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf menuduh AS mencoba mengubah negosiasi menjadi "meja penyerahan diri", menambahkan bahwa perundingan dan "gencatan senjata penuh" hanya akan masuk akal jika tidak dilanggar oleh blokade maritim Amerika.
“Mereka tidak mencapai tujuan mereka melalui agresi militer, dan mereka juga tidak akan mencapainya melalui intimidasi. Satu-satunya jalan ke depan adalah dengan mengakui hak-hak bangsa Iran,” tulis Ghalibaf di X pada hari Kamis, seperti dikutip dari Russia Today, Jumat (24/4/2026).
(mas)
#iran #amerika-serikat #perang-as-vs-iran #senjata-nuklir #donald-trump