PGEO Bidik Kapasitas Energi Panas Bumi 1,8 GW di 2033
PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) menargetkan kapasitas energi panas bumi 1,8 GW pada 2033.
(Bisnis.Com) 29/10/25 13:45 19963
Bisnis.com, JAKARTA – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. atau PGE (PGEO) membidik target kapasitas pembangkit listrik energi bersih yang dikelola secara mandiri mencapai 1,8 gigawatt (GW) pada 2033.
Pertengahan tahun ini, PGE mendapat suntikan tenaga baru dari beroperasinya Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Lumut Balai Unit 2 yang punya kapasitas 55 megawatt (MW). Dengan tambahan tersebut, PGE kini mengelola kapasitas terpasang sebesar 727 MW dari enam wilayah operasi.
Direktur Utama PT Pertamina Geothermal Energy Tbk Julfi Hadi mengatakan perseroan terus mendorong pencapaian target kapasitas terpasang sebesar 1 GW yang dikelola secara mandiri dalam 2-3 tahun ke depan. Ia menegaskan, pencapaian target 1 GW nantinya justru akan menjadi awal dari perjalanan yang lebih jauh menuju swasembada energi.
“Oleh karena itu, kami terus menatap ke depan untuk mewujudkan target 1,8 GW pada 2033 dan mengembangkan potensi panas bumi hingga 3 GW,” ujar Julfi dalam keterangan tertulis, Rabu (29/10/2025).
Saat ini, PGE tengah menggarap pengembangan proyek Hululais Unit 1 dan 2 yang berkapasitas 110 MW, proyek-proyek co-generation dengan total kapasitas 230 MW, serta kegiatan eksplorasi di Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Gunung Tiga yang telah diresmikan oleh Presiden Prabowo pada Juni lalu.
Julfi mengatakan upaya PGE untuk menggenjot kapasitas pembangkit listrik bersih ini tidak semata untuk pertumbuhan bisnis perusahaan saja, namun sebagai bentuk komitmen PGE untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui pemanfaatan energi panas bumi yang bersih dan berkelanjutan.
Sementara itu, Direktur Keuangan PT Pertamina Geothermal Energy Tbk Yurizki Rio mengatakan beroperasinya PLTP Lumut Balai Unit 2 pertengahan tahun ini berkontribusi besar atas capaian perseroan membukukan pertumbuhan pendapatan 4,19% year on year (YoY) menjadi US$318,86 juta sepanjang kuartal III/2025.
Realisasi tersebut bahkan melampaui target yang ditetapkan sebelumnya sebesar US$314,30 juta.
“Pencapaian ini menjadi bukti nyata kemampuan Perseroan dalam memperkuat kinerja operasional sekaligus mempertahankan pertumbuhan yang berkelanjutan," ujar Rio.
Tantangan Efisiensi
Namun, PGE masih menghadapi tantangan dalam perampingan beban. Pasalnya, meski pendapatan melonjak dan melampaui target, laba bersih perseroan di periode kuartal III/2025 justru menciut.
Mengutip laporan keuangan, cucu usaha Pertamina ini mencatatkan laba yang dapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar US$104,27 juta atau Rp1,73 triliun (asumsi kurs Rp16.602 per dolar AS) per kuartal III/2025. Laba bersih PGEO itu turun 22,17% YoY dibandingkan laba bersih pada periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$133,99 juta atau Rp2,22 triliun.
Beban pokok pendapatan dan beban langsung lainnya meningkat lebih tinggi yakni 16,83% YoY menjadi US$140,21 juta per kuartal III/2025. Laba bruto PGEO pun mengecil 3,95% YoY menjadi US$178,64 juta. Selain itu, PGEO juga mencatatkan pembengkakan beban umum dan administrasi dari US$15,02 juta menjadi US$21,16 juta.
Sebelumnya, riset Maybank Sekuritas memproyeksi kondisi keuangan PGE hingga akhir tahun kondisinya akan sama, bahwa pendapatan yang naik tidak membuat laba bersih terdongkrak.
Analis Maybank Sekuritas, Etta Rusdiana Putra dan Hasan Barakwan dalam risetnya yang terbit 30 September 2025 menyatakan bahwa ekspansi besar-besaran yang dilakukan PGE membutuhkan biaya investasi yang besar.
Etta menghitung, pertumbuhan kapasitas pembangkit PGE secara compound annual growth rate (CAGR) 2024-2028 mencapai 7,7% menjadi 847 MW pada 2028. Peningkatan kapasitas tersebut memang akan menjadi pendorong utama pertumbuhan pendapatan, dengan proyeksi pendapatan meningkat 7% CAGR 2024-2028 mencapai US$533 juta pada 2028.
Sejalan dengan hal itu, margin EBITDA diprediksi berada di kisaran 82–83%, sementara margin laba bersih tertahan pada level 35–38% dalam rentang 2025 sampai 2027.
Dengan demikian, pendapatan PGE sepanjang 2025 ditaksir akan mencapai US$426 juta, meningkat dibanding pendapatan sepanjang 2024 sebesar US$407 juta. Adapun, laba bersih tahun ini ditaksir susut menjadi US$150 dibanding laba bersih 2024 sebesar US$160 juta.
#pgeo #pertamina-geothermal #energi-panas-bumi #kapasitas-energi #pembangkit-listrik #energi-bersih #1 #8-gw #2033 #pltp-lumut-balai #kapasitas-terpasang #swasembada-energi #proyek-hululais #wkpg-gunung