Ada Ketidakpastian Geopolitik, Rosan Sebut Minat Investasi ke RI Masih Tinggi
Dia menjabarkan, tren realisasi dan target investasi nasional dalam jangka panjang terus menunjukkan peningkatan signifikan.
(IDX-Channel) 22/04/26 03:00 198537
IDXChannel - Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani mengatakan minat investor asing terhadap Indonesia tetap tinggi meskipun dunia menghadapi ketidakpastian geopolitik dan geokonomi.
Hal tersebut, kata dia, terbukti dari investasi yang masuk masih sesuai dengan yang direncanakan.
"Walaupun itu juga sudah mengalami peningkatan yang sangat signifikan kalau saya boleh sampaikan,” ujar Rosan dalam keterangannya kepada awak media di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (21/4/2026).
Dia menjabarkan, tren realisasi dan target investasi nasional dalam jangka panjang terus menunjukkan peningkatan signifikan. Sebagai contoh dalam periode 2014–2024, total investasi mencapai sekitar Rp9.100 triliun, sementara target pada 2025–2029 meningkat menjadi lebih dari Rp13.000 triliun.
“Peningkatannya memang cukup signifikan, tapi alhamdulillah masih bisa tercapai target-target itu. Kita harapkan ini bisa terus terjaga investasi ini,” kata dia.
Sementara itu, sektor yang mendominasi investasi, kata Rosan, yaitu industri logam dasar atau barang logam seperti smelter dan lainnya. Investasi lain pada jasa lainnya, pertambangan, perumahan kawasan industri, transportasi, gudang, dan telekomunikasi.
Capaian ini menegaskan bahwa Indonesia tidak hanya mampu menjaga stabilitas investasi, tetapi juga mempercepat transformasi ekonomi berbasis nilai tambah.
Pada kesempatan yang sama, Rosan melaporkan realisasi investasi di kuartal I-2026 sebesar Rp498,79 triliun. Capaian tersebut melampaui target yang ditetapkan yakni Rp497 triliun.
"Realisasi investasi di 2026 ini, tadi di kuartal pertama saya melaporkan bahwa alhamdulillah tercapai pencapaian Rp498,79 triliun atau 100,36 persen dari target Rp497 triliun, dan itu adalah peningkatan 7,22 persen secara year on year-nya," ujar Rosan.
Rosan merinci Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA) hampir seimbang di mana 49,89 persen merupakan PMDN, dan 50,02 persen merupakan PMA.
Adapun dari realisasi tersebut, berhasil menyerap tenaga kerja 706.569 orang atau 18,93 persen.
Dari sisi wilayah, investasi di luar Pulau Jawa masih mendominasi dengan porsi 50,37 persen, sementara investasi di Pulau Jawa sebanyak 49,63 persen. DKI Jakarta menjadi provinsi dengan realisasi investasi terbesar, yakni 15,76 persen, kemudian disusul Jawa Barat, Banten, Jawa Timur, dan Jawa Tengah.
Singapura masih menempati posisi teratas penyumbang investasi ke RI sebesar USD4,6 miliar, kemudian Hong Kong USD2,7 miliar, China USD2,2 miliar, Amerika Serikat (AS) USD1,7 miliar, dan Jepang USD1 miliar.
(NIA DEVIYANA)
#rosan-roeslani #minat-investor-asing #ketidakpastian-geopolitik #indonesia #tinggi