Zulhas Pastikan Pangan Jemaah Haji RI Tak Terdampak Perang Timur Tengah

Zulhas Pastikan Pangan Jemaah Haji RI Tak Terdampak Perang Timur Tengah

Zulhas pastikan pangan jemaah haji RI aman meski ada ketegangan Timur Tengah, dengan stok cukup dan dukungan UMKM serta MoU dengan Arab Saudi.

(Bisnis.Com) 21/04/26 20:35 198388

Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah memastikan ketersediaan pangan nasional tetap aman di tengah ketegangan di Timur Tengah, termasuk untuk kebutuhan jemaah haji Indonesia.

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mengatakan pasokan makanan bagi jemaah haji tidak terdampak kondisi global.

“Jemaah haji soal makan nggak usah khawatir. Ada makanan siap saji, ada makanan di sana. Insya Allah cukup lengkap, tidak kurang apapun. Makanan aman untuk jemaah haji Indonesia, termasuk tentu buat kita juga stok pangan kita cukup,” kata Zulhas saat ditemui di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Selasa (21/4/2026).

Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) itu memastikan ketersediaan pangan dalam negeri, mulai dari beras, jagung, telur ayam, buah, hingga sayur dalam kondisi mencukupi. Untuk stok beras, misalnya, Zulhas menuturkan komoditas ini dalam kondisi memadai. Hal ini tercermin dari cadangan di gudang Perum Bulog yang mencapai sekitar 4,9 juta ton.

Di sisi lain, pemerintah juga terus mendorong pemanfaatan produk dalam negeri untuk kebutuhan konsumsi jemaah haji. Zulhas menyebut pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mulai mampu memasok makanan siap saji atauready to eat(RTE) yang kini mulai bisa diekspor.

Selain itu, terdapat pula inovasi pengiriman bumbu siap pakai untuk mendukung penyajian makanan. Meski masih menghadapi sejumlah kendala, dia menilai kapasitas UMKM saat ini sudah jauh lebih maju dibandingkan sebelumnya.

Di samping itu, Zulhas mengatakan pemerintah juga telah mencapai kesepakatan melalui nota kesepahaman (MoU) antara Kementerian Perdagangan (Kemendag) dan otoritas Arab Saudi yang memungkinkan pengiriman makanan bagi jemaah haji Indonesia dilakukan tanpa hambatan.

“Kita bisa kirim makanan ke jemaah kita, bebas. Kasih makanan ke jemaah kita bebas, nggak dipersulit dari Arab Saudinya lagi tanda tangan MoU. Tetapi makanan itu hanya untuk jemaah kita, tidak untuk diedarkan dalam negerinya,” terangnya.

Sementara itu, Menteri Agama Mochamad Irfan Yusuf memastikan layanan konsumsi bagi jemaah haji tetap berjalan normal tanpa tekanan harga yang signifikan, di tengah eskalasi di Timur Tengah.

“Pihak-pihak katering juga tidak ada meminta bertambah perubahan-perubahan harga, tetapi kita juga memang melihat di pasar lokal sana memang ada fluktuasi harga. Mudah-mudahan itu tidak berpengaruh pada kualitas makanan jemaah,” kata pria yang akrab disapa Gus Irfan itu.

Dia menjelaskan sebagian kebutuhan konsumsi jemaah akan dipenuhi melalui skema makanan siap saji, khususnya pada fase puncak ibadah haji. Bahkan, dia menyebut skema makanan siap saji diproyeksikan mencapai jutaan paket untuk melayani ratusan ribu jemaah dalam periode tertentu.

“3 juta packs selama 6 hari. Karena untuk 200.000 orang, 6 hari kan tinggal kalikan saja,” ujarnya.

Adapun distribusi makanan siap saji ini difokuskan pada fase Armuzna, ketika mobilitas jemaah sangat tinggi. Ke depan, pemerintah memastikan seluruh aspek konsumsi, termasuk keamanan pangan tetap terjaga.

#haji #ibadah-haji #ibadah-haji-2026 #zulhas #pangan #jemaah-haji #zulhas-pangan-jemaah #pangan-jemaah-haji #jemaah-haji-indonesia #perang-timur-tengah #ketersediaan-pangan-nasional #pasokan-makanan-je

https://ekonomi.bisnis.com/read/20260421/12/1968321/zulhas-pastikan-pangan-jemaah-haji-ri-tak-terdampak-perang-timur-tengah