Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Hari Ini, Selasa 21 April 2026
Rupiah diprediksi fluktuatif dan cenderung melemah di kisaran Rp17.160-Rp17.200 per dolar AS, dipengaruhi konflik AS-Iran dan risiko inflasi energi.
(Bisnis.Com) 21/04/26 05:10 197327
Bisnis.com, JAKARTA — Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diperkirakan bergerak fluktuatif namun berisiko ditutup melemah di kisaran Rp17.160-Rp17.200 pada perdagangan hari ini, Selasa (21/4/2026).
Berdasarkan data TradingView, rupiah ditutup menguat 0,11% ke level Rp17.165 per dolar AS pada Senin (20/4/2026). Adapun pada saat bersamaan, indeks dolar AS turut menguat 0,19% ke posisi 98,28.
Pengamat Mata Uang dan Komoditas Ibrahim Assuaibi menjelaskan sentimen datang dari berita bahwa Selat Hormuz kembali ditutup setelah AS dan Iran sama-sama mengatakan pihak lain telah melanggar kesepakatan gencatan senjata mereka dengan menyerang kapal-kapal selama akhir pekan. Karena AS menembaki dan menangkap kapal Iran yang mencoba menghindari blokade, kata Presiden Donald Trump.
Menurutnya, militer AS telah menyita sebuah kapal kargo Iran yang mencoba menerobos blokade, kata Presiden AS Donald Trump pada hari Minggu, sementara Iran mengatakan tidak akan berpartisipasi dalam putaran kedua pembicaraan damai meskipun Trump mengancam akan melakukan serangan udara lagi.
Amerika Serikat telah mempertahankan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran, sementara Iran telah mencabut dan kemudian memberlakukan kembali blokade terhadap Selat Hormuz, yang menangani sekitar seperlima pasokan minyak dunia sebelum perang dimulai hampir dua bulan lalu.
Harga minyak melonjak hingga 7% pada hari Senin, membuat pasar sebagian besar tegang karena efek inflasi dari perang Iran. Kekhawatiran atas inflasi yang dipicu oleh energi merupakan beban utama pada harga logam sejak dimulainya konflik pada akhir Februari.
Dari dalam negeri, sentimen datang dari Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund (IMF) mewanti-wanti agar pemerintah tidak belanja berlebihan di tengah ketidakpastian akibat konflik di Timur Tengah. Peringatan ini muncul sejalan dengan adanya risiko resesi jika perang terus berkecamuk di Iran dan menekan harga bahan bakar minyak.
IMF pun melihat tidak adanya solusi yang jelas untuk mengatasi permasalahan ini. Penutupan Selat Hormuz dan kerusakan serius pada fasilitas energi penting di Timur Tengah meningkatkan prospek krisis energi besar, jika solusi jangka panjang tidak segera ditemukan.
Dengan meningkatnya lintasan utang publik, ruang fiskal jauh lebih sempit daripada sebelumnya. Batasan harga, subsidi, dan intervensi menjadi kebijakan populer, tetapi hal itu mendistorsi harga dan kerap dirancang dengan buruk karena menyebabkan ketergantungan serta \'berbiaya mahal\'.
Seiring dengan sentimen-sentimen tersebut, Ibrahim memproyeksikan untuk perdagangan hari ini, Selasa (21/4/2026) rupiah akan bergerak fluktuatif dan cenderung ditutup melemah pada level Rp17.160-Rp17.200 per dolar AS.
#nilai-tukar #rupiah-dolar #rupiah-hari-ini #dolar-as #nilai-tukar-rupiah #rupiah-melemah #rupiah-menguat #perdagangan-rupiah #harga-minyak #inflasi-energi #konflik-iran #selat-hormuz #imf-peringatan #n-a