Menteri PU: Perbaikan lubang jalan Pantura tersisa 1-2 persen
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menyebut, perbaikan jalan berlubang di jalur Pantai Utara (Pantura) Jawa telah hampir tuntas dengan sisa perbaikan ...
(Antara) 17/04/26 21:54 195099
Yang lewat itu rata-rata kendaraan besar ODOL yang over dimension dan over load itu yang membuat jalan rusak,
Jakarta (ANTARA) - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menyebut, perbaikan jalan berlubang di jalur Pantai Utara (Pantura) Jawa telah hampir tuntas dengan sisa perbaikan sekitar 1 hingga 2 persen.
Dody mengatakan, perbaikan tersebut terus dilakukan untuk memastikan kelancaran dan keselamatan pengguna jalan, terutama pada jalur nasional yang memiliki tingkat lalu lintas tinggi.
“Kalau jalan berlubang di Pantura Insya Allah sudah (hampir tuntas), sisa (perbaikan) sekitar 1 persen 2 persen,” kata Dody di Kementerian PU, Jakarta, Jumat.
Ia menjelaskan, kerusakan jalan sebagian besar disebabkan oleh kendaraan dengan muatan berlebih dari aturan atau over dimension and over load (ODOL), serta kondisi cuaca dengan curah hujan tinggi.
Menurut dia, kendaraan berat yang melintas menjadi salah satu faktor utama yang mempercepat kerusakan jalan.
“Yang lewat itu rata-rata kendaraan besar ODOL yang over dimension dan over load itu yang membuat jalan rusak,” ujarnya.
Selain itu, curah hujan tinggi yang masih berlangsung di sejumlah wilayah juga mempercepat munculnya kerusakan jalan seperti lubang.
Dody mengatakan, ruas jalan nasional itu terus diawasi oleh petugas lapangan atau penilik jalan yang bertanggung jawab memantau kondisi jalan secara rutin.
Ia menyebut, satu penilik jalan umumnya menangani ruas sepanjang sekitar 10 hingga 25 kilometer, tergantung panjang jalan yang menjadi tanggung jawabnya.
Menurut dia, petugas tersebut melakukan pengecekan harian untuk mengidentifikasi kerusakan dan mempercepat penanganan di lapangan.
Dody menambahkan, selain perbaikan jalan berlubang, pemerintah juga memberi perhatian pada kondisi jembatan, khususnya pada bagian sambungan atau expansion joint.
Ia menyebut, kerusakan pada bagian tersebut dapat membahayakan pengguna jalan, terutama pengendara sepeda motor.
“Jembatan-jembatan itu expansion joint-nya itu sebagian sudah melebar. Mungkin bagi mobil hanya merasa ketidaknyamanan, tapi kalau motor lewat situ bahaya, bisa jatuh,” ungkapnya.
Karena itu, Kementerian PU menginstruksikan seluruh balai jalan untuk fokus pada perbaikan expansion joint guna meningkatkan keselamatan.
Dody juga mengatakan, standar jalan nasional akan segera ditingkatkan agar tidak hanya aman bagi kendaraan roda empat, tetapi juga bagi sepeda motor.
“Ke depan saya mau jalan nasional itu aman juga untuk sepeda motor. Standar-nya kita naikkan,” ucap dia.
Sebelumnya, Kementerian PU memastikan penanganan jalan berlubang di jalur Pantura menjadi prioritas menjelang arus mudik Lebaran 2026, dengan target seluruh ruas dalam kondisi bebas lubang sebelum puncak arus mudik.
Saat itu, jumlah lubang yang semula mencapai sekitar 7.000 titik berhasil ditekan secara signifikan menjadi sekitar 2.500 titik per 2 Maret 2026 melalui percepatan penanganan di lapangan.
Kementerian PU juga telah menyiapkan langkah lanjutan berupa pelapisan ulang dan peningkatan konstruksi jalan pada titik-titik kritis guna menjaga kualitas jalan dalam jangka lebih panjang.
Pewarta: Aria Ananda
Editor: Abdul Hakim Muhiddin
Copyright © ANTARA 2026
#kementerian-pu #dody-hanggodo #jalan-pantura #jalan-nasional #perbaikan-pantura