Pameran AARO di CANS Gallery Tampilkan Karya Inkubasi Atreyu Moniaga Project
Pameran "AARO" yang berlangsung pada 18 April-11 Mei 2026 di CAN'S Gallery, Jakarta, menampilkan 40 karya seniman muda hasil inkubasi.
(Bisnis.Com) 17/04/26 18:52 194908
Bisnis.com, JAKARTA — Program inkubasi seni Atreyu Moniaga Project (AMP) kembali menghadirkan pameran baru hasil program AMP #13 bertajuk Mixed Feeling: “AARO” pada 18 April sampai 11 Mei 2026, di CAN’S Gallery, Jakarta Pusat.
AMP merupakan inisiatif independen yang berfokus pada pengembangan seniman muda di Jakarta. Diinisiasi seniman Atreyu Moniaga program ini menggabungkan pelatihan teknis dengan pengalaman langsung dalam produksi dan manajemen proyek kreatif.
Pameran "AARO" menjadi puncak dari program AMP #13 sejak September 2024. Empat seniman yang terlibat, adalah Ada Khansa, Ann Martin, Red Mecca, dan Oddyendy menampilkan lebih dari 40 karya sebagai hasil proses inkubasi tersebut.
Nama “AARO” diambil dari inisial keempat seniman. Istilah ini juga dimaknai sebagai gunung yang menjulang, mencerminkan harapan atas fondasi kuat dalam perjalanan artistik mereka ke depan.
Karya-karya yang ditampilkan merefleksikan perkembangan praktik masing-masing seniman. Pendekatan yang dihadirkan tidak seragam, tetapi menunjukkan benang merah berupa eksplorasi pengalaman personal dan respons terhadap lingkungan sekitar.
Ada Khansa, misalnya, menghadirkan seri “Sandbox” yang terdiri dari 10 karya. Seri ini berangkat dari pengalaman batin yang terus berubah dan menjadi dasar eksplorasi visualnya.
Sementara itu, Ann Martin dan Red Mecca mengangkat keterkaitan antara fenomena sosial dengan praktik artistik. Di sisi lain, Oddyendy melalui seri “Tungkil” menyoroti proses penerimaan masa lalu sebagai bagian dari perjalanan kreatif.
Tidak berhenti pada produksi karya, program ini juga menempatkan peserta dalam situasi kerja nyata. Keempat seniman terlibat langsung dalam pengelolaan pameran, mulai dari perancangan publikasi, pengarsipan, hingga koordinasi produksi dan jejaring.
Penggagas AMP, Atreyu Moniaga, menilai pengalaman tersebut menjadi bagian penting dalam membentuk ketahanan seniman.
“Sering kali kita menganggap menjadi seniman adalah sesuatu yang glamor dan menyenangkan. Padahal, di balik itu ada sisi yang menuntut ketahanan, kerja keras, dan komitmen tinggi,” ujarnya saat konferensi pers di Jakarta, Jumat (17/4/2026).
Direktur CAN’S Gallery Inge Santoso mengatakan pihaknya melihat potensi kuat dari para seniman AMP #13, baik dari sisi konsep maupun konsistensi selama inkubasi. Da menilai kehadiran kelompok ini sebagai sesuatu yang menarik karena menunjukkan kekompakan dan perkembangan yang terarah sejak awal.
“Kami memang cukup selektif dalam memilih seniman yang berpameran. Tapi melihat proses dan komitmen mereka, kami ingin memberi ruang agar mereka bisa berkembang lebih jauh,” ujarnya.
#aaro #pameran-seni #seniman-muda #atreyu-moniaga #can-039-s-gallery #jakarta #inkubasi-seni #karya-seni #mixed-feeling #amp-13 #ada-khansa #ann-martin #red-mecca #oddyendy #eksplorasi-visual #fenome