Respons Tenang Biznet-XLSMART Hadapi Paket Internet Rp100.000-an WIFI dan DSSA
WIFI-DSSA tawarkan internet murah, sementara Biznet-EXCL fokus pada kualitas layanan untuk menghadapi persaingan di pasar internet rumah.
(Bisnis.Com) 17/04/26 05:20 194002
Bisnis.com, JAKARTA— Pemenang lelang frekuensi 1,4 GHz, PT Solusi Sinergi Digital Tbk. (WIFI) atau Surge dan PT Eka Mas Republik (MyRepublic), entitas anak PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA), mulai menghadirkan layanan internet berharga terjangkau ke pasar. XLSMART dan Biznet menyikapinya dengan menjaga kualitas layanan.
Pada 19 Februari 2026, Surge mulai mengomersialkan program Internet Rakyat (IRA). Produk ini menawarkan koneksi internet berkecepatan 100 Mbps dengan biaya Rp100.000 per bulan. Layanan tersebut dikembangkan khusus untuk teknologi 5G Fixed Wireless Access (FWA) di spektrum 1,4 GHz.
Surge, melalui Telemedia Komunikasi Pratama, memenangkan Regional I dalam lelang frekuensi 1,4 GHz yang digelar Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) dengan nilai Rp403,7 miliar. Wilayah ini mencakup Jawa, Papua, dan Maluku.
Sementara itu, MyRepublic meluncurkan layanan FWA bertajuk MyRepublic Air dengan harga mulai Rp100.000 per 30 hari dan kecepatan hingga 100 Mbps. Perusahaan ini memenangkan lelang pita frekuensi 1,4 GHz pada Oktober 2025 untuk Regional II dan Regional III, masing-masing dengan nilai Rp300,8 miliar dan Rp100 miliar. Regional II meliputi Sumatra, Bali, dan Nusa Tenggara, sedangkan Regional III mencakup Kalimantan dan Sulawesi.
MyRepublic memandang persaingan di segmen internet rumah dengan harga terjangkau sebagai perkembangan positif bagi industri, karena mencerminkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap akses internet yang lebih merata. Perusahaan juga menegaskan kehadirannya melalui MyRepublic Air dengan semangat #AksesInternetRakyat untuk menyediakan layanan berkualitas tanpa mengorbankan mutu koneksi.
Chief Sales & Marketing Officer MyRepublic, Iman Syahrizal, menjelaskan strategi harga mulai Rp100 ribuan merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam memperluas penetrasi pasar, khususnya di wilayah yang membutuhkan akses internet terjangkau.
“Ke depan, kami akan terus menyesuaikan strategi berdasarkan kebutuhan pasar dan dinamika industri, dengan tetap menjaga keseimbangan antara affordability dan kualitas layanan yang menjadi standar MyRepublic Indonesia,” kata Iman kepada Bisnis pada Kamis (16/4/2026).
Di sisi lain, PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk. (XLSmart) menilai dinamika kompetisi sebagai hal yang wajar dalam industri layanan internet fixed broadband (FBB). Kehadiran pemain baru dinilai akan membuat persaingan semakin dinamis sekaligus menjadi tantangan bagi perusahaan untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan memperkuat keunggulan kompetitif.
Group Head Corporate Communications & Sustainability XLSmart, Reza Mirza, mengatakan perusahaan tetap fokus menghadirkan pengalaman terbaik melalui kualitas jaringan, inovasi produk, dan layanan pelanggan yang unggul.
“Kami percaya pelanggan tidak hanya mempertimbangkan harga tetapi juga kualitas dan stabilitas jaringan,” kata Reza
Menurutnya, dalam menghadapi pasar yang kompetitif, XLSmart berupaya menghadirkan layanan bernilai tambah. Strategi perusahaan tidak hanya berfokus pada harga, tetapi juga kualitas koneksi yang cepat dan stabil serta pengalaman pelanggan secara menyeluruh.
“Strategi kami tidak hanya berfokus pada harga yang kompetitif, tetapi juga kualitas layanan, koneksi yang cepat dan stabil, serta pengalaman pelanggan yang menyeluruh,” katanya.

Ke depan, XLSmart akan terus mengamati kebutuhan masyarakat terhadap koneksi internet yang andal, dengan menyediakan berbagai paket WiFi rumah yang fleksibel, termasuk paket berlangganan dengan kecepatan hingga 1 Gbps.
“Termasuk paket berlangganan dengan kecepatan 150 Mbps hingga 1 Gbps,” kata Reza.
Pandangan serupa disampaikan PT Supra Primatama Nusantara (Biznet). Perusahaan melihat kehadiran pemain baru bukan sebagai ancaman, melainkan peluang untuk memperluas pilihan layanan internet bagi masyarakat sekaligus mendorong pemerataan akses.
Senior Manager Marketing Biznet, Adrianto Sulistyo, menilai meningkatnya jumlah penyedia layanan internet akan membantu mengurangi kesenjangan digital, tidak hanya di kota besar, tetapi juga di daerah.
“Dengan lebih banyak penyedia layanan Internet yang bersaing, kami percaya bahwa kesenjangan digital di Indonesia akan semakin berkurang, bukan hanya di kota-kota besar, tetapi juga di daerah-daerah kecil,” kata Andrianto kepada Bisnis pada Kamis (16/4/2026).
Menurutnya, harga dan kualitas tetap menjadi faktor utama dalam keputusan konsumen. Karena itu, Biznet akan terus fokus meningkatkan kualitas layanan melalui teknologi dan infrastruktur terkini. Saat ini, layanan termurah Biznet berada di kisaran Rp150.000 per bulan, khususnya di kota-kota kecil.
“Bagi Biznet, kualitas layanan merupakan faktor utama kami dalam melayani masyarakat,” kata Andrianto.
Dia menambahkan, pelanggan akan merasa diuntungkan jika tersedia layanan dengan harga terjangkau dan kualitas baik. Hal tersebut diyakini akan semakin memperkecil kesenjangan digital di Indonesia. Fokus utama perusahaan adalah memastikan pengalaman terbaik bagi pelanggan, dengan kualitas layanan yang sepadan dengan biaya yang dikeluarkan serta mampu mendukung kebutuhan digital yang terus meningkat.
“Oleh karena itu selaku penyedia layanan, kami fokus pada kepuasan pelanggan dan kualitas layanan, sehingga kedepannya kegiatan digital yang lancar dapat dilakukan tanpa khawatir akan adanya keterbatasan bandwidth dan reliabilitas layanan lebih terjamin,” ungkapnya.
#internet-rumah #paket-internet-murah #kualitas-layanan-internet #wifi-dssa #biznet-excl #internet-berkecepatan-tinggi #5g-fixed-wireless-access #myrepublic-air #harga-internet-terjangkau #penetrasi-pa