KA Lokal Bandung Raya dan Garut Catat Pertumbuhan Jumlah Penumpang pada Kuartal I-2026
Penumpang KA Lokal Bandung Raya capai 2,8 juta pada kuartal I 2026. KA Garut juga naik, tarif mulai Rp 5.000 hingga Rp 14.000.
(Kompas.com) 16/04/26 16:14 193532
JAKARTA, KOMPAS.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat pertumbuhan jumlah penumpang kereta api lokal pada kuartal I-2026.
KA Lokal Bandung Raya melayani 2,8 juta pelanggan. Jumlah ini naik 16,6 persen dibandingkan periode sama 2025 sebanyak 2,4 juta pelanggan.
KA Lokal Garut yang melayani relasi Purwakarta–Garut pulang pergi juga mencatat peningkatan.
Jumlah penumpang mencapai 778.837 pelanggan. Angka ini naik 11,6 persen dari 697.612 pelanggan pada periode sama tahun lalu.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyebut kereta lokal menjadi bagian penting dalam aktivitas harian masyarakat.
“Di jalur inilah, kereta api menjadi penghubung yang menjaga aktivitas masyarakat tetap bergerak. Layanan KA lokal menjadi bagian yang melekat dalam keseharian masyarakat,” kata Anne dalam keterangan resmi, Kamis (16/4/2026).
KA Lokal Bandung Raya melayani rute Padalarang–Cicalengka pulang pergi. Tarif terjauh ditetapkan Rp 5.000.
Jalur ini menghubungkan kawasan permukiman, pusat pendidikan, hingga area bisnis di Bandung Raya.
Perjalanan dari Cicalengka melewati Haurpugur dan Rancaekek. Wilayah ini dikenal dekat dengan kawasan pendidikan dan industri.
Kereta kemudian berhenti di Cimekar dan Gedebage. Kawasan ini berkembang sebagai pusat aktivitas baru di timur Bandung.
Memasuki pusat kota, kereta melayani Stasiun Kiaracondong dan Cikudapateuh. Kedua stasiun ini menjadi titik penting bagi pekerja.
Stasiun Bandung menjadi simpul utama mobilitas. Stasiun ini menghubungkan perjalanan lokal dan jarak jauh.
Perjalanan berlanjut ke arah barat melalui Stasiun Ciroyom. Kawasan ini dekat dengan pusat perdagangan.
Kereta kemudian melayani Cimindi dan Cimahi. Wilayah ini mencakup permukiman dan pusat pendidikan.
Perjalanan berakhir di Padalarang sebagai ujung barat. Jalur ini menghubungkan Bandung dengan Kabupaten Bandung Barat.
KA Lokal Garut melayani rute lebih panjang dari Garut hingga Purwakarta. Tarif terjauh sebesar Rp 14.000.
Perjalanan dimulai dari Garut dan melewati Wanaraja, Pasirjengkol, hingga Cibatu.
Cibatu menjadi simpul penting di wilayah Priangan Timur.
Kereta kemudian melintasi Nagreg dan Cicalengka. Jalur ini menghubungkan kawasan pegunungan dengan wilayah Bandung.
Perjalanan berlanjut menuju pusat kota Bandung, lalu ke arah barat hingga Cimahi, Padalarang, dan Purwakarta.
Sepanjang jalur ini, masyarakat dapat mengakses rumah sakit, sekolah, pasar, dan pusat ekonomi.
Tarif yang terjangkau membuat kereta lokal banyak digunakan berbagai lapisan masyarakat.
Biaya perjalanan berkisar Rp 5.000 hingga Rp 14.000.
“Kereta lokal menjadi ruang yang mempertemukan berbagai kebutuhan masyarakat. Di dalam satu perjalanan, ada banyak tujuan yang berbeda, namun semuanya bergerak dalam waktu yang sama. Di situlah peran kereta api hadir menjaga keterhubungan dan mendukung aktivitas masyarakat setiap hari,” tegas Anne.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang