Ini Penjelasan Dirut MNC Digital (MSIN) Soal Rencana Dual Listing di Luar Negeri
PT MNC Digital Entertainment (MSIN) berencana melakukan dual listing di bursa luar negeri untuk memperluas basis investor dan meningkatkan visibilitas global.
(Bisnis.Com) 16/04/26 12:35 193157
Bisnis.com, JAKARTA – Emiten konglomerat Hary Tanoesoedibjo, PT MNC Digital Entertainment Tbk. (MSIN) angkat suara perihal rencana secondary listing di bursa luar negeri.
Direktur Utama MSIN Angela Tanoesoedibjo menerangkan rencana tersebut sebagai bagian dari upaya MSIN memperluas jangkauan terhadap basis investor di luar negeri. Namun, belum terang pasar modal yang akan dituju MSIN untuk melakukan dual listing.
”Langkah-langkah korporasi yang sedang dilakukan saat ini merupakan bagian dari persiapan pencatatan saham di bursa luar negeri, dengan tujuan yaitu memperluas basis investor, meningkatkan visibilitas perseroan secara global, dan menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemegang saham,” katanya dalam paparan publik MSIN, Kamis (16/4/2026).
Sejalan dengan rencana tersebut, saham MSIN di lantai Bursa Efek Indonesia tercatat diapresiasi pasar dengan kenaikan hingga 96,94% selama satu bulan terakhir. Angela menerangkan kenaikan harga saham MSIN ke level Rp965 itu terjadi lantaran rencana di atas.
Di satu sisi, BEI juga telah meminta klarifikasi terhadap rencana pencatatan saham MSIN di bursa luar negeri. Corsec MSIN Ahmad Alhafiz saat itu menerangkan, rencana tersebut dilakukan guna meningkatkan likuiditas saham dan memperluas basis investor.
Dia menerangkan bahwa inisiatif tersebut diharapkan membawa dampak secara jangka panjang bagi perseroan dan pemegang saham, termasuk pula peningkatan likuiditas saham serta diversifikasi investor.
“Perseroan telah menetapkan target bursa luar negeri untuk rencana pencatatan tersebut dan saat ini sedang dalam proses persiapan serta penyusunan dokumentasi yang diperlukan,” katanya, dikutip Kamis (16/4/2026).
Saat ini, MSIN tengah mengkaji sejumlah opsi skema dalam aksi pencatatan saham di bursa luar negeri itu, termasuk melalui skema hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD).
Lebih lanjut, MSIN menilai langkah ini berpotensi memperkuat struktur permodalan serta mendukung ekspansi bisnis ke depan. Selain itu, dual listing juga diharapkan mampu meningkatkan likuiditas saham dan memperluas basis investor, khususnya dari investor global.
Namun demikian, perseroan juga mengakui adanya sejumlah risiko yang perlu diantisipasi, terutama terkait kepatuhan terhadap regulasi di bursa tujuan serta implikasi terhadap pemegang saham eksisting.
“Perseroan memahami bahwa rencana pencatatan saham di bursa luar negeri dapat menghadirkan beberapa risiko, antara lain terkait pemenuhan ketentuan regulasi dan standar kepatuhan pada bursa yang bersangkutan,” ujarnya.
Untuk itu, MSIN menegaskan akan terus melakukan kajian serta berkoordinasi dengan berbagai pihak guna memastikan rencana tersebut berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.
#mnc-digital #msin-dual-listing #hary-tanoesoedibjo #mnc-digital-entertainment #secondary-listing #bursa-luar-negeri #basis-investor-global #saham-msin #bei-klarifikasi #likuiditas-saham #diversifikasi