Menghitung Insentif Sektor Perumahan Mampu Geliatkan Pasar Properti

Menghitung Insentif Sektor Perumahan Mampu Geliatkan Pasar Properti

Pemerintah dorong insentif fiskal dan program 3 juta rumah untuk bangkitkan sektor properti. Fokus pada recurring income jadi strategi kunci emiten.

(Bisnis.Com) 14/04/26 14:46 190885

Bisnis.com, JAKARTA — Analis melihat industri properti saat ini masih terseok-seok dan pemerintah terus memberikan stimulus untuk membangkitkannya. Beberapa insentif dari sisi fiskal yang sudah bergulir seperti pembebasan PPN untuk mendorong permintaan hunian berbasis kebutuhan dasar dan tren urbanisasi yang masih berlangsung.

Head of research Kiwoom Sekuritas Liza Camelia mengatakan di tengah tantangan industri properti saat ini, sejumlah faktor dinilai dapat menjadi penopang kinerja sektor properti pada 2026.

Selain itu, rencana pemerintah untuk mendorong program pembangunan 3 juta rumah juga berpotensi menjadi katalis baru bagi industri. Namun yang tak kalah penting, kontribusi recurring income juga mulai memainkan peran signifikan bagi emiten properti. Pendapatan dari sewa mal, apartemen, hingga logistik menjadi bantalan penting di tengah melemahnya penjualan unit.

“Ke depan, kinerja emiten properti akan semakin kurang bergantung pada penjualan unit dan lebih ditopang kestabilan arus kas dari aset sewaan,” katanya, Senin (13/4/2026).

Menariknya, perubahan gaya hidup masyarakat juga mulai menggeser pola konsumsi properti. Kini, sekitar 70% konsumen disebut lebih memilih menyewa dibandingkan membeli hunian. Fenomena ini memperkuat pentingnya strategi recurring income bagi emiten properti.

Tak hanya itu, dampak lesunya marketing sales 2025 berpotensi menekan pendapatan 2026 karena adanya lag effect pengakuan pendapatan bisa diredam jika porsi recurring income meningkat dan biaya dikontrol ketat.

PT Indonesian Paradise Property Tbk. (INPP) menjadi salah satu emiten properti yang menyoroti recurring income untuk mengerek kinerja perusahaan. Langkah INPP ini, menjadi sinyal kuat bahwa di tengah tekanan industri properti, strategi yang tepat bisa menjadi pembeda.

Di tengah melambatnya penjualan properti dan menyusutnya daya serap pasar apartemen, banyak pengembang masih terpaku pada strategi lama yakni menjual sebanyak mungkin unit untuk mengejar pertumbuhan.

Alih-alih bergantung pada penjualan yang fluktuatif, INPP membangun pendapatan yang lebih stabil melalui recurring income. Strategi ini bukan hanya menjadi bantalan pada saat pasar lesu, tetapi juga fondasi bagi pertumbuhan berkelanjutan.

Presiden Direktur sekaligus CEO INPP Anthony Prabowo Susilo mengatakan pendekatan recurring income menjadi keunggulan kompetitif yang mampu mengubah aset properti dari sekadar produk jual beli menjadi sumber arus kas jangka panjang.

“Dengan porsi recurring income yang kuat untuk menjalankan bisnis yang berkelanjutan,” ujarnya dikutip, Selasa (14/4/2026).

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

#industri-properti #insentif-perumahan #pasar-properti #pembebasan-ppn #permintaan-hunian #tren-urbanisasi #pembangunan-rumah #recurring-income #sewa-mal #sewa-apartemen #penjualan-unit #strategi-prope

https://market.bisnis.com/read/20260414/192/1966468/menghitung-insentif-sektor-perumahan-mampu-geliatkan-pasar-properti