KNPI Apresiasi Pemerintah Tak Naikkan BBM saat Krisis Timur Tengah
Langkah pemerintah tidak menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di tengah krisis geopolitik di Timur Tengah diapresiasi. Kebijakan tersebut merupakan bentuk perlindungan... | Halaman Lengkap
(SINDOnews Ekbis) 09/04/26 12:47 186261
JAKARTA - Langkah pemerintah tidak menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di tengah krisis geopolitik di Timur Tengah diapresiasi. Kebijakan tersebut merupakan bentuk perlindungan pemerintah terhadap masyarakat.Apresiasi itu disampaikan Ketua Umum DPP KNPI, Muhammad Ryano Panjaitan saat melakukan silaturahmi jajaran DPP KNPI dengan Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) di kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta, Rabu, 8 April 2026.
Ryano menilai keputusan pemerintah untuk tidak menaikkan BBM di tengah lonjakan harga minyak dunia merupakan kebijakan yang berani dan berpihak kepada rakyat.
“Di tengah goncangan geopolitik global dan krisis minyak dunia, pemerintah memilih untuk tetap menjaga harga BBM. Ini adalah kebijakan yang sangat pro-rakyat,” ujarnya, Kamis (9/4/2026).
Menurut Ryano, pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menunjukkan komitmen kuat dalam melindungi masyarakat dari tekanan ekonomi akibat krisis global.
Ryano menyebut pemerintah tidak menginginkan masyarakat terbebani oleh kenaikan harga energi yang berpotensi menekan daya beli.
Ryano membandingkan kebijakan Indonesia dengan sejumlah negara lain di kawasan yang telah lebih dulu menaikkan harga BBM sebagai respons terhadap lonjakan harga minyak dunia.
“Indonesia justru tetap mampu menjaga stabilitas harga BBM hingga saat ini, bahkan menjamin ketersediaan pasokan untuk beberapa bulan ke depan,” tuturnya.
Lihat video: Menko Airlangga Angkat Bicara Terkait Harga BBM Subsidi Tak Naik
Ryano juga menyoroti sejumlah program pemerintah yang dinilai memiliki dampak positif bagi masyarakat, khususnya generasi muda. Program seperti ketahanan pangan, Makan Bergizi Gratis (MBG), serta Koperasi Desa Merah Putih disebut sebagai upaya konkret pemerintah dalam memperkuat fondasi ekonomi nasional.
Namun demikian, Ryano mengakui masih terdapat kekurangan dalam implementasi teknis di lapangan. Kekurangan tersebut seharusnya menjadi bahan evaluasi bersama, bukan alasan untuk mendiskreditkan kinerja pemerintah secara keseluruhan.
“Kita bisa sama-sama membenahi dan melengkapi kekurangan yang ada agar ke depan tidak merugikan masyarakat,” kata dia.
Ryano juga mengingatkan agar kritik terhadap pemerintah tidak berkembang menjadi sikap reaktif yang berpotensi mengganggu stabilitas nasional.
Menurut dia, menjaga persatuan dan optimisme menjadi kunci agar Indonesia mampu bertahan di tengah tekanan krisis global. “Saya yakin bangsa ini bisa menjadi bangsa yang survival di tengah krisis, selama kita tetap menjaga kesatuan,” ujarnya.
Pertemuan DPP KNPI dengan Kementerian Pertahanan (Kemhan) juga membahas peran strategis pemerintah dalam membangun ketahanan nasional yang melibatkan elemen kepemudaan. Selain itu, pertemuan tersebut menjadi bagian dari konsolidasi KNPI menjelang Kongres Pemuda/KNPI mendatang.
"KNPI akan terus berupaya menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjaga stabilitas nasional sekaligus mendorong pembangunan yang berpihak pada kepentingan rakyat," ucapnya.
(cip)
#krisis-energi #bahan-bakar-minyak #konflik-timur-tengah #knpi #pemerintahan-prabowo-gibran