Gubernur Bobby Dorong Bank Sumut Naik Kelas, Ini Strateginya
Gubernur Sumut Bobby Nasution dorong Bank Sumut naik ke KBMI II dengan suntikan modal dari dividen dan APBD, target modal Rp6 triliun tercapai sebelum 2029.
(Bisnis.Com) 09/04/26 03:00 185788
Bisnis.com, MEDAN – Gubernur Sumatra Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution mendorong PT Bank Sumut (Perseroda) agar mampu mengejar kategori kelas Kelompok Bank dengan Modal Inti (KBMI) II dan memberi daya ungkit yang lebih besar terhadap perekonomian.
Sebagai informasi, KBMI II merupakan kelompok bank menengah dengan modal inti Rp6 triliun hingga Rp14 triliun. Dari segi modal, Bank Sumut sendiri saat ini masih berada di kategori KBMI I dengan total modal inti sebesar Rp5,2 triliun.
“Kelasnya Bank Sumut saat ini masih KBMI I, ini masih satu level di atas BPR. Sedangkan di aturan OJK di tahun 2029, bank harus memiliki modal Rp6 triliun untuk masuk ke KBMI II,” kata Bobby, dikutip Rabu (8/4/2026).
Bobby mengatakan para pemegang saham pun terus mendorong Bank Sumut untuk mampu naik kelas ke KBMI II sesuai peraturan tersebut. Hal ini untuk menghindari penurunan status Bank Sumut menjadi BPR (bank perkreditan rakyat).
Dalam RUPS Tahunan Bank Sumut Tahun Buku 2025 yang digelar di Kantor Pusat Bank Sumut Jalan Imam Bonjol Medan, Senin (6/4/2026) kemarin Bobby menyampaikan para pemegang saham telah sepakat untuk menyuntik modal tambahan untuk Bank Sumut dengan menyisihkan dividen tahun 2025. Besar dividen yang wajib disisihkan sebagai modal di tahun 2026 yakni 15%.
“Kami menyepakati dari keseluruhan dividen yang dibagikan, sebanyak 15% nya dikembalikan sebagai modal,” ujar Bobby.
Selain dari dividen, pemegang saham lainnya seperti Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapanuli Selatan (Tapsel) juga telah menganggarkan sekitar Rp70 miliar dalam APBD Pemkab Tapsel tahun 2026 untuk memperkuat permodalan Bank Sumut. Total tersebut termasuk 15% dividen yang akan disetor kembali ke Bank Sumut.
Sedangkan Pemprov Sumut bakal menambah modal Rp100 miliar untuk Bank Sumut di tahun 2026, di samping penyertaan (inbreng) aset senilai Rp280,98 miliar seperti yang disepakati dalam RUPS Luar Biasa Bank Sumut akhir tahun 2025 lalu.
Diketahui, para pemegang saham Bank Sumut sebelumnya telah sepakat menyetujui penggunaan aset untuk penyertaan modal Bank Sumut di tengah tekanan fiskal daerah. Hal ini menjadi solusi untuk memperkuat fondasi keuangan Bank Sumut selain modal berbentuk uang tunai serta menjadi strategi mempercepat peningkatan kelas Bank Sumut menjadi KBMI II.
Bobby pun menargetkan syarat modal Rp6 triliun untuk masuk KBMI II dapat segera tercapai. Dia menyebut berharap Bank Sumut bertumbuh lebih inovatif dan memperbanyak produk agar dapat bersaing dengan bank-bank umum lainnya.
“Menjelang 2029 masih sekitar Rp800 miliar lagi modal yang harus dicari. Kami berharap, tentu dari sisi dana pihak ketiganya terlebih dahulu, jangan terlalu mahal. Lalu, produk perbankannya juga harus banyak, jangan hanya mengandalkan APBD dan ASN,” tandasnya.
#bank-sumut #gubernur-bobby #naik-kelas #strategi-bank #modal-inti #kbmi-ii #dividen-bank #pemegang-saham #penyertaan-modal #permodalan-bank #bank-menengah #modal-rp6-triliun #produk-perbankan #persain