XLSMART (EXCL) Tunggu Regulasi Komprehensif soal Infrastruktur Sharing
XLSmart siap memperluas kolaborasi infrastruktur sharing sambil menunggu regulasi komprehensif dari pemerintah untuk mendukung efisiensi dan kualitas layanan.
(Bisnis.Com) 07/04/26 14:15 183858
Bisnis.com, JAKARTA — PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk. (EXCL) menyatakan siap memperluas kolaborasi lintas sektor melalui pemanfaatan infrastruktur bersama (infrastructure sharing) guna merespons dinamika kebijakan bekerja dari rumah atau work from home (WFH). Perusahaan menunggu regulasi yang lebih komprehensif mengenai hal itu.
Group Head Corporate Communications & Sustainability XLSmart, Reza Mirza, mengungkapkan perusahaan membuka pintu kerja sama bagi berbagai pemangku kepentingan, tidak terbatas pada industri telekomunikasi saja.
Inisiatif tersebut bertujuan memperkuat ketahanan industri di tengah perubahan pola aktivitas digital masyarakat yang kian masif.
Reza menegaskan dukungan penuh perusahaan terhadap setiap kebijakan pemerintah, terutama yang digagas Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Namun, dia memberikan catatan penting mengenai aspek keadilan dan kepastian hukum dalam implementasinya di lapangan.
“Agar implementasi ini berjalan optimal dan berkeadilan, pemerintah Komdigi diharapkan menerbitkan regulasi yang komprehensif, transparan, serta memperhatikan kepentingan semua pihak terkait,” ujar Reza kepada Bisnis, Selasa (7/4/2026).
Pihak XLSmart meyakini penerapan berbagi infrastruktur tidak akan mengorbankan kualitas layanan pelanggan. Seluruh aspek teknis dan komersial, termasuk penentuan tarif, rencananya diatur melalui mekanisme perjanjian business-to-business (B2B).
Skema ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem yang saling menguntungkan sehingga setiap pihak memperoleh manfaat proporsional.
Dorongan percepatan infrastructure sharing sejatinya sejalan dengan visi Komdigi untuk meningkatkan efisiensi industri. Direktur Jenderal Infrastruktur Digital Komdigi, Wayan Toni Supriyanto, menilai kolaborasi ini krusial untuk menekan biaya operasional sekaligus meningkatkan efisiensi energi.
Kebijakan ini menjadi sangat relevan mengingat beban trafik data yang kian berat pada infrastruktur operator. Hingga 2025, XLSmart tercatat mengoperasikan lebih dari 225.000 BTS, bersaing ketat dengan Indosat Ooredoo Hutchison yang memiliki lebih dari 200.000 BTS, serta Telkomsel yang mengelola 269.066 BTS hingga kuartal III/2024.
Komdigi akan mengawal sinergi ini secara menyeluruh, mencakup infrastruktur pasif seperti menara dan ducting, hingga infrastruktur aktif layaknya jaringan serat optik. Fokus utamanya adalah penguatan konektivitas di kawasan padat yang menjadi pusat aktivitas digital selama pemberlakuan WFH satu hari dalam sepekan sejak 1 April 2026.
Selain koordinasi antar-operator, pemerintah tengah menggandeng pemerintah daerah untuk menyederhanakan regulasi pembangunan infrastruktur. Upaya ini meliputi percepatan perizinan menara serta penyediaan jaringan kabel bawah tanah yang lebih terintegrasi.
Wayan optimistis industri telekomunikasi nasional memiliki resiliensi kuat untuk beradaptasi dengan transformasi budaya kerja baru ini. “Kami yakin industri tetap mampu menjaga keterjangkauan tarif bagi pelanggan meskipun terjadi perubahan pola kerja masyarakat,” tuturnya.
Melalui integrasi infrastruktur ini, pemerintah menargetkan terciptanya iklim kompetisi yang sehat sekaligus memastikan akses internet tetap stabil bagi jutaan pekerja yang kini beralih ke ruang digital dari rumah masing-masing.
#xlsmart #excl #infrastruktur-sharing #regulasi-komprehensif #telekomunikasi #work-from-home #kolaborasi-lintas-sektor #ketahanan-industri #kebijakan-pemerintah #komdigi #kualitas-layanan-pelanggan #bu