Asus dan Sharp Bersiap Kerek Harga Perangkat, Efek Domino Konflik Timur Tengah

Asus dan Sharp Bersiap Kerek Harga Perangkat, Efek Domino Konflik Timur Tengah

Asus dan Sharp akan menaikkan harga produk akibat konflik Timur Tengah yang mempengaruhi rantai pasok, harga energi, dan nilai tukar dolar.

(Bisnis.Com) 07/04/26 11:13 183658

Bisnis.com, JAKARTA — Pelaku industri elektronik bersiap untuk menyesuaikan strategi bisnis, termasuk menaikkan harga jual produk, akibat memanasnya konflik di kawasan Timur Tengah yang mulai memberikan tekanan terhadap rantai pasok global, kenaikan harga energi, hingga penguatan dolar Amerika Serikat.

National Sales Senior General Manager PT Sharp Electronics Indonesia Andry Adi Utomo mengungkapkan, gangguan rantai pasok akibat konflik turut berdampak pada ketersediaan kontainer logistik global.

Kondisi tersebut sempat menimbulkan kendala dalam distribusi komponen impor yang kini berimbas pada biaya yang jauh lebih mahal.

Selain faktor logistik, tekanan juga datang dari sisi nilai tukar. Penguatan dolar AS terhadap rupiah meningkatkan beban biaya impor komponen, sehingga perusahaan harus melakukan penyesuaian harga.

Lonjakan harga energi global turut memperburuk kondisi tersebut. Andry mengatakan, harga minyak dunia yang menembus lebih dari US$100 per barel berdampak pada kenaikan harga bahan baku turunan seperti plastik yang banyak digunakan dalam produksi elektronik.

“Akibatnya, kami melakukan koreksi harga 3% hingga 5% dan kita tetap fokus untuk program sale out di penjualan,” ujar Andry kepada Bisnis, Senin (6/3/2026).

Sharp juga mengambil langkah antisipatif untuk menjaga kelangsungan produksi. Andry menyebut, perusahaan berusaha mengamankan stok komponen serta mencari alternatif pemasok baru agar kelangsungan produksi tetap stabil.

Terkait permintaan produk Sharp di Tanah Air, Andry menyampaikan bahwa sejauh ini dampak konflik dan krisis energi disebut belum terasa signifikan. Namun, jika harga energi domestik ikut meningkat, Andry memprediksi pasar elektronik diperkirakan dapat melemah sekitar 5% hingga 10% dibandingkan tahun sebelumnya.

“Di saat itu, produk yang hemat energi akan mempunyai nilai lebih dan Sharp sudah siap dengan product inverter di AC, lemari es, mesin cuci, microwave,” jelasnya

Andry berharap agar pemerintah bisa memberikan kebijakan yang mendukung kestabilan ekonomi nasional di tengah eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.

Tidak hanya Sharp, Asus Indonesia juga bersiap melakukan penyesuaian harga untuk produk gawainya.

“Penyesuaian harga jual pasti ada dan tidak bisa dihindari, akan tetapi kita tetap menjaga kenaikan tidak terlalu eksponensial agar masih dapat terjangkau pengguna kita,” tutur Head of Public Relation Asus Indonesia Muhammad Firman kepada Bisnis, Senin (6/3/2026).

Kenaikan harga memang tidak bisa dihindari. Pasalnya, krisis energi global, berdampak pada biaya produksi. Namun, sejauh mana krisis tersebut berdampak, Firman menyebut masih perlu dikalkulasikan.

Sejauh ini, kenaikan biaya produksi masih lebih diakibatkan oleh kenaikan harga komponen utama laptop dan PC desktop seperti RAM, SSD, CPU dan GPU dan biaya pengiriman (shipping cost).

“Kalau harga komponen akibat minimnya pasokan RAM-SSD dan komponen lain yang mengandung chip silikon, bisa mencapai sekitar 30%,” imbuhnya.

Asus, katanya masih memantau perkembangan baik skala geopolitik global maupun kebijakan pemerintah terkait produksi elektronik di dalam negeri. Namun yang pasti, Firman memastikan bahwa Asus telah mengamankan pasokan komponen laptop dan PC desktop untuk tahun ini.

Akan tetapi, Firman menilai, bila konflik terus berlanjut dalam jangka waktu yang panjang, pasokan komponen untuk produk Asus yang dirakit di Indonesia juga pasti terganggu. Dengan demikian, harga produk bisa menjadi semakin mahal yang berujung pada melemahnya daya beli atau permintaan.

#asus-harga-perangkat #sharp-harga-perangkat #konflik-timur-tengah #rantai-pasok-global #harga-energi-naik #dolar-amerika-kuat #biaya-impor-komponen #harga-minyak-dunia #harga-bahan-baku #produk-hemat

https://teknologi.bisnis.com/read/20260407/84/1964731/asus-dan-sharp-bersiap-kerek-harga-perangkat-efek-domino-konflik-timur-tengah