Bandara Sepi Penumpang, Kertajati Tertinggal dari Husein Sastranegara

Bandara Sepi Penumpang, Kertajati Tertinggal dari Husein Sastranegara

Pada Februari 2026, Bandara Husein Sastranegara di Jawa Barat mengalami lonjakan penumpang domestik, sementara Bandara Kertajati tidak mencatat keberangkatan domestik.

(Bisnis.Com) 06/04/26 12:44 182560

Bisnis.com, MAJALENGKA - Kinerja angkutan udara di Jawa Barat pada Februari 2026 menunjukkan kontras tajam antarbandara. Di satu sisi, Bandara Husein Sastranegaramencatat lonjakan penumpang domestik yang signifikan.

Di sisi lain,Bandara Kertajatijustru tidak mencatat satu pun keberangkatan penumpang domestik, mempertegas ketimpangan pemanfaatan infrastruktur penerbangan di Provinsi Jawa Barat.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat, jumlah penumpang domestik yang berangkat pada Februari 2026 mencapai 908 orang, naik 39,05% dibandingkan Januari 2026 sebanyak 653 orang.Namun, distribusi penumpang tidak merata.

Kepala BPS Jawa BaratMargaretha Ari Anggoro Watimenyebutkan mayoritas penumpang terkonsentrasi di Bandara Husein Sastranegara.

"Sebagian besar pergerakan penumpang masih bertumpu di Bandung, terutama karena adanya penambahan rute domestik baru," kata Margaretha Ari Anggoro Wati, Senin (6/4/2026).

Bandara Husein Sastranegara mencatat 599 penumpang berangkat pada Februari 2026, melonjak 86,60% dibandingkan bulan sebelumnya yang hanya 321 orang. Lonjakan ini menegaskan posisi Bandung sebagai simpul utama penerbangan domestik di Jawa Barat.

Sementara itu,Bandara Nusawirumencatat 294 penumpang, naik tipis 2,44%. AdapunBandara Wiriadinatahanya melayani 15 penumpang sepanjang Februari.

Berbeda dengan ketiga bandara tersebut, Bandara Kertajati danBandara Cakrabhuwana Penggungtidak mencatat aktivitas keberangkatan domestik sama sekali.

Kondisi ini memperlihatkan bahwa Bandara Kertajati, yang digadang-gadang sebagai bandara internasional terbesar di Jawa Barat, belum mampu bersaing dalam menarik penumpang domestik.

Padahal, secara kapasitas dan fasilitas, Kertajati dirancang untuk menopang pertumbuhan transportasi udara di kawasan Rebana dan sekitarnya.

Secara tahunan, kinerja angkutan udara domestik di Jawa Barat juga mengalami tekanan. Jumlah penumpang turun drastis 75,54% dibandingkan Februari 2025 yang mencapai 3.710 orang.

Penurunan ini menunjukkan pemulihan sektor penerbangan belum merata di seluruh bandara.

Di segmen internasional, Bandara Kertajati masih menjadi satu-satunya pintu keluar penumpang luar negeri di Jawa Barat. Pada Februari 2026, tercatat 629 penumpang internasional berangkat dari Kertajati.

Namun, angka ini turun 23,67% dibandingkan Januari 2026, dan juga turun 26,95% secara tahunan dari 861 orang pada Februari 2025.

Margaretha menjelaskan, penurunan ini tidak lepas dari terbatasnya rute internasional yang tersedia.

"Saat ini Kertajati hanya melayani satu rute internasional, yaitu ke Singapura. Sebelumnya sempat ada rute ke Malaysia yang memberikan kontribusi cukup besar terhadap jumlah penumpang," ucapnya.

Minimnya pilihan rute membuat daya tarik Kertajati sebagai bandara internasional menjadi terbatas. Hal ini berbanding terbalik dengan Bandara Husein Sastranegara yang terus memperluas jaringan domestiknya, sehingga lebih diminati penumpang.

#bandara-kertajati #bandara-husein-sastranegara #penumpang-domestik #penumpang-internasional #bandara-jawa-barat #infrastruktur-penerbangan #rute-domestik-baru #bandara-nusawiru #bandara-wiriadinata #b

https://bandung.bisnis.com/read/20260406/549/1964461/bandara-sepi-penumpang-kertajati-tertinggal-dari-husein-sastranegara