Pemprov NTB Kembali Buka Keran Investasi di Bandar Kayangan dan Kereta Gantung Rinjani

Pemprov NTB Kembali Buka Keran Investasi di Bandar Kayangan dan Kereta Gantung Rinjani

Pemprov NTB membuka kembali investasi untuk Global Hub Kayangan dan kereta gantung Rinjani, berharap menarik investor meski ada kendala izin dan protes lingkungan.

(Bisnis.Com) 01/04/26 14:29 178779

Bisnis.com, MATARAM - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Barat (NTB) membuka kembali keran investasi untuk pembangunan Pelabuhan Internasional terintegrasi (Global Hub Kayangan) di Kabupaten Lombok Utara dan kereta gantung ke Gunung Rinjani yang sudah terhenti dan ditinggal investor.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Irnadi Kusuma menjelaskan pemerintah masih membuka peluang untuk pembangunan Global Hub dan kereta gantung Rinjani karena potensinya yang cukup besar jika terealisasi.

Menurut Irnadi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Utara masih berharap agar pembangunan Global Hub terealisasi karena akan membuka lapangan kerja dan menjadi jalur perdagangan baru di kawasan.

Global Hub Bandar Kayangan dapat menarik ceruk jalur laut kapal-kapal pada ALKI III di Pulau Sulawesi yang melintasi Samudra Pasifik, Laut Maluku, Laut Seram, Laut Banda, Selat Ombai, Laut Sawu, dan Samudra Hindia.

Menurutnya pembangunan Global Hub semata-mata membangun dermaga atau pelabuhan, melainkan membangun kota baru, sebuah kota cerdas atau smart city.

Pemerintah NTB mendorong pembangunan kota baru yang lengkap dengan infrastruktur dasar, sumber energi yang memadai, transportasi, dan pariwisata.

"Pemkab masih berharap terealisasi sehingga kami kembali menawarkan ke investor. Kami optimistis ada investor yang berminat," kata Irnadi kepada media, Rabu (1/4/2026).

Global Hub sudah lama ditawarkan oleh pemerintah, menurut Irnadi beberapa investor sudah menjajaki, akan tetapi karena sejumlah kendala investor memutuskan mundur, seperti kendala di pengurusan izin lingkungan dan izin lainnya yang prosesnya cukup panjang.

Kemudian proyek kereta gantung Rinjani sebenarnya sudah melakukan groundbreaking pada 2022 oleh investor China.

Akan tetapi karena adanya protes dari sebagian masyarakat yang mengkhawatirkan dampak lingkungan dari pembangunan tersebut, pembangunan tersebut hingga saat ini tidak dilanjutkan oleh investor.

Selain itu, izin yang belum lengkap juga menjadi kendala proyek senilai Rp6,7 triliun tersebut. Pihak investor belum mengurus izin di Online Single Submission (OSS) Kementerian Investasi/BKPM sehingga belum mendapatkan izin resmi.

Irnadi menegaskan jika memang investor serius, Pemprov NTB dan Pemda akan membantu setiap tahapan perizinan.

"Kami bantu fasilitasi, karena memang izin investasi tidak cukup hanya mengurus satu izin," kata Irnadi Kusuma.

#investasi-ntb #global-hub-kayangan #kereta-gantung-rinjani #pembangunan-pelabuhan-internasional #investasi-lombok-utara #peluang-investasi-ntb #smart-city-ntb #infrastruktur-ntb #pariwisata-ntb #inves

https://bali.bisnis.com/read/20260401/538/1963654/pemprov-ntb-kembali-buka-keran-investasi-di-bandar-kayangan-dan-kereta-gantung-rinjani