Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Hari Ini, Rabu 1 April 2026
Rupiah diprediksi melemah ke Rp17.040-17.070 per dolar AS pada 1 April 2026, dipengaruhi ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan kenaikan harga energi.
(Bisnis.Com) 01/04/26 08:11 178261
Bisnis.com, JAKARTA — Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat diperkirakan melemah pada rentang Rp17.040-17.070 per dolar AS hari ini, Rabu (1/4/2026).
Rupiah ditutup melemah 0,23% ke Rp17.041 per dolar AS pada Selasa (31/3/2026) . Adapun indeks dolar AS melemah 0,06% ke level 100,45.
Sejumlah mata uang Asia lainnya ditutup bervariasi kemarin. Mata uang yen Jepang menguat 0,04%, dolar Hong Kong melemah 0,04%, dolar Singapura naik 0,06%, dolar Taiwan melemah 0,12%, dan won Korea Selatan melemah 0,90%.
Lalu peso Filipina melemah 0,02%, yuan China menguat 0,09%, ringgit Malaysia melemah 0,27%, dan baht Thailand melemah 0,23%.
Pengamat Mata Uang dan Komoditas Ibrahim Assuaibi menjelaskan penutupan efektif Selat Hormuz oleh Iran, yang biasanya dilalui sekitar seperlima pasokan minyak global dan sejumlah besar kapal tanker gas alam cair, telah mendorong harga Brent berjangka naik 59% sejauh ini pada bulan Maret. Kenaikan ini merupakan kenaikan bulanan tertinggi yang pernah ada, sementara WTI naik 58% bulan ini, yang tertinggi sejak Mei 2020.
Menyoroti ancaman terhadap pasokan energi melalui laut dari perang antara Iran dan Amerika Serikat serta Israel, Kuwait Petroleum Corp mengatakan pada hari Selasa bahwa kapal tanker minyak mentah mereka yang bermuatan penuh, Al Salmi, yang mampu membawa hingga 2 juta barel, dihantam oleh serangan yang diduga dilakukan Iran di pelabuhan Dubai. Para pejabat juga memperingatkan potensi tumpahan minyak di daerah tersebut.
Presiden AS Donald Trump memperingatkan pada hari Senin bahwa AS akan menghancurkan pembangkit energi dan sumur minyak Iran jika Teheran tidak membuka kembali Selat Hormuz. Hal ini menyusul penolakan Teheran terhadap proposal perdamaian AS sebagai tidak realistis dan serangan rudal baru-baru ini terhadap Israel.
Namun demikian, Gedung Putih mengatakan pada hari Senin bahwa pembicaraan dengan Iran terus berlanjut dan berjalan dengan baik. Mereka menambahkan bahwa apa yang dikatakan Teheran secara publik berbeda dengan apa yang mereka sampaikan kepada pejabat AS secara pribadi.
Dari dalam negeri, ekonom memproyeksikan pertumbuhan ekonomi kuartal I/2026 akan berada di kisaran 5,1%-5,2%. Pendorong utamanya yakni konsumsi rumah tangga dan belanja pemerintah.
Namun, terdapat hambatan dari perlambatan pembentukan modal tetap bruto (PMTB)/investasi dan net-ekspor, dengan penyebabnya adalah memburuknya kondisi global pada Maret 2026 akibat perang di Timur Tengah yang menekan harga energi, pasar keuangan, dan nilai tukar.
Adapun faktor pemicu pertumbuhan kuartal I/2026 terutama datang dari dorongan musiman yang sangat kuat seperti momentum Ramadan, Idulfitri, tunjangan hari raya (THR), bantuan sosial, diskon transportasi, dan pergerakan mudik mendorong belanja rumah tangga, jasa transportasi, perdagangan, makanan minuman, hingga kegiatan ekonomi di daerah.
#nilai-tukar-rupiah #rupiah-hari-ini #dolar-as #rupiah-melemah #kurs-rupiah #nilai-tukar-hari-ini #rupiah-terhadap-dolar #kurs-dolar #ekonomi-indonesia #perang-timur-tengah #harga-energi #pasar-keuanga