Surplus Neraca Dagang RI Diproyeksi Menyempit pada Februari 2026

Surplus Neraca Dagang RI Diproyeksi Menyempit pada Februari 2026

Surplus neraca dagang Indonesia diproyeksi menyempit jadi US$0,84 miliar pada Februari 2026 karena impor tumbuh lebih cepat dari ekspor.

(Bisnis.Com) 31/03/26 14:30 177569

Bisnis.com, JAKARTA — Surplus neraca perdagangan Indonesia diproyeksikan akan menyempit ke angka US$0,84 miliar pada Februari 2026 dari US$0,95 miliar pada bulan sebelumnya, didorong oleh peningkatan impor yang lebih besar dibandingkan ekspor.

Ekonom PT Bank Danamon Indonesia Tbk. (BDMN) Hosianna Evalita Situmorang menyampaikan bahwa pertumbuhan ekspor Tanah Air diperkirakan mencapai 5% secara tahunan (year-on-year/YoY) pada bulan kedua tahun ini.

“Hal ini didukung oleh stabilisasi/perbaikan harga komoditas unggulan Indonesia seperti batu bara, CPO [crude palm oil/minyak sawit mentah], nikel, dan beberapa mineral olahan,” kata Hosianna saat dihubungi Bisnis, Selasa (31/3/2026).

Sementara itu, pertumbuhan impor Indonesia diperkirakan berada pada level 17,79% secara tahunan pada Februari tahun ini. Persentase tersebut sedikit lebih rendah dari realisasi pertumbuhan impor pada Januari 2026 yang sebesar 18,21% YoY.

Menurut Hosianna, impor diperkirakan tetap kuat mengingat kombinasi sejumlah faktor, antara lain kebutuhan bahan baku dan barang modal. Terdapat pula kontribusi faktor musiman seperti periode pasca-libur, serta persiapan aktivitas domestik.

Terkait adanya gejolak geopolitik di Timur Tengah imbas serangan Amerika Serikat (AS)-Israel ke Iran, dia menyampaikan belum terdapat dampak signifikan terhadap ekspor dan impor Indonesia per Februari 2026. Hal ini dikarenakan eskalasi konflik baru dimulai pada awal Maret.

“Sehingga surplus neraca perdagangan diperkirakan menyempit ke sekitar US$0,84 miliar per Februari 2026,” ujar Hosianna.

Adapun, Badan Pusat Statistik (BPS) dijadwalkan akan mengumumkan kinerja neraca perdagangan Indonesia Februari 2026 pada Rabu (1/4/2026) besok.

Pada Januari 2026, neraca perdagangan Tanah Air mencatatkan surplus sebesar US$0,95 miliar, kendati besaran tersebut menjadi yang terendah sejak Mei 2025.

Ekspor Indonesia pada bulan pertama tahun ini mencapai US$22,16 miliar atau naik 3,39% YoY. Ekspor komoditas migas tercatat sebesar US$0,89 miliar atau turun 15,62%, sedangkan ekspor nonmigas naik 4,38% dengan nilai US$21,26 miliar.

Di sisi lain, nilai impor Indonesia pada Januari 2026 mencapai US$21,20 miliar atau naik 18,21% YoY, didorong oleh kenaikan impor migas sebesar 27,52% menjadi US$3,17 miliar. Sementara itu, impor nonmigas juga naik 16,71% hingga mencapai US$18,04 miliar.

#surplus-neraca-perdagangan #neraca-perdagangan-indonesia #neraca-dagang #impor-indonesia #ekspor-indonesia #harga-komoditas-indonesia #pertumbuhan-ekspor #pertumbuhan-impor #batu-bara-indonesia #cpo-i

https://ekonomi.bisnis.com/read/20260331/12/1963293/surplus-neraca-dagang-ri-diproyeksi-menyempit-pada-februari-2026