Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Hari Ini, Rabu 25 Maret 2026
Rupiah diprediksi tertekan terhadap dolar AS pascalibur Idulfitri, dengan rentang Rp16.990-Rp17.075 per dolar, dipengaruhi sentimen global dan harga energi.
(Bisnis.Com) 25/03/26 06:42 171955
Bisnis.com, JAKARTA — Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diprediksi mengalami tekanan pada hari ini, Rabu (25/3/2026), setelah libur panjang Idulfitri 18-24 Maret 2026.
Mata uang Asia dibuka mayoritas menguat hari ini, sedangkan indeks dolar AS terpantau naik tipis.
Mengutip Bloomberg, indeks dolar AS menguat 48 poin atau 0,49% ke 99,434 pada hari ini. Sementara itu, mayoritas mata uang di Asia dibuka menguat.
Hingga perdagangan kemarin, dolar AS melemah 0,59% terhadap peso Filipina, 0,11% terhadap rupee India, 0,05% terhadap dolar Singapura, 0,03% terhadap yen Jepang, dan 0,36% terhadap baht Thailand.
Di sisi lain, dolar AS menguat 0,85% terhadap won Korea, 0,02% terhadap ringgit Malaysia, 0,02% terhadap dolar Hong Kong.
Direktur PT Traze Andalan Futures Ibrahim Assuaibi memproyeksikan nilai tukar rupiah diprediksi mengalami tekanan terhadap dolar AS pada perdagangan pascalibur panjang Idulfitri 1447 Hijriah, Selasa (24/3/2026).
Sentimen eksternal diperkirakan bakal membayangi pergerakan nilai tukar rupiah di pasar spot sepanjang pekan ini, mengingat pasar baru saja kembali aktif setelah masa libur Lebaran yang cukup panjang.
Menurutnya, mata uang Garuda akan diperdagangkan pada rentang Rp16.990 hingga Rp17.075 per dolar AS. Tekanan ini sejalan dengan potensi penguatan indeks dolar AS yang diperkirakan bergerak di kisaran 98,73 hingga 101,20.
“Dalam perdagangan pekan ini, indeks dolar kemungkinan kembali menguat menuju level 101,20. Kecil kemungkinan terjadi pelemahan ke area support 98,73,” ujar Ibrahim dalam keterangan resminya.
Dia menilai, keperkasaan dolar AS dipicu oleh sikap bank sentral global yang tetap mempertahankan suku bunga tinggi atau hawkish guna meredam inflasi.
Kondisi itu diperparah oleh lonjakan harga energi, di mana minyak mentah jenis Brent diprediksi menembus ke kisaran US$110 hingga US$116 per barel.
Ketegangan geopolitik di Timur Tengah turut memperburuk prospek mata uang negara berkembang. Eskalasi konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel, serta gangguan pada fasilitas energi global, memaksa investor untuk mengalihkan aset mereka ke dolar AS yang dianggap lebih aman.
#nilai-tukar-rupiah #rupiah-terhadap-dolar #dolar-as-hari-ini #rupiah-melemah #indeks-dolar-as #mata-uang-asia #perdagangan-rupiah #pasar-spot-rupiah #tekanan-rupiah #sentimen-eksternal-rupiah #nilai-t