Makna Makan Bersama Menu Lebaran di Momen Idulfitri

Makna Makan Bersama Menu Lebaran di Momen Idulfitri

Makan bersama saat Lebaran mempererat hubungan keluarga, menghidupkan tradisi, dan mendukung keberlanjutan dengan bahan lokal, mencerminkan identitas budaya.

(Bisnis.Com) 18/03/26 14:30 168355

Bisnis.com, JAKARTA - Lebaran selalu identik dengan melaksanakan Salat Idulfitri di pagi hari dan berziarah, dan keluarga biasanya kembali ke rumah untuk menikmati hidangan Lebaran bersama.

Tradisi makan bersama pada Hari Raya bukan sekadar kegiatan menikmati hidangan.

Ini menjadi ruang sosial yang mempertemukan anggota keluarga lintas generasi, sekaligus menghidupkan kembali kenangan yang mungkin jarang hadir di hari-hari biasa.

Menurut Amanda Katili Niode, Ketua Omar Niode Foundation makan bersama memiliki makna yang jauh lebih luas daripada sekadar aktivitas makan.

“Makan bersama merupakan cerminan perilaku sosial, ekonomi, dan budaya sebuah masyarakat. Seiring waktu, kebiasaan ini berkembang dari sekadar kebutuhan nutrisi menjadi bagian dari identitas kuliner dan gaya hidup,” ujarnya.

Buku tersebut pada akhir tahun lalu dinobatkan sebagai Best Book in the World pada ajang Gourmand World Cookbook Awards, salah satu penghargaan internasional paling bergengsi di bidang buku kuliner.

Di banyak rumah di Indonesia, meja makan Lebaran hampir selalu dihiasi hidangan klasik seperti ketupat, opor ayam, sambal goreng ati, dan rendang.

Di berbagai daerah, menu tersebut sering dilengkapi dengan kuliner khas setempat seperti Soto Banjar dari Kalimantan Selatan, Selat Solo dari Jawa Tengah, seruit dari Lampung, pallumara dari Sulawesi Selatan, hingga pindang patin dari Palembang.

Ragam hidangan ini mencerminkan kekayaan sistem pangan Nusantara yang berkembang dari pengetahuan masyarakat selama berabad-abad.

“Teknik memasak tradisional Indonesia banyak memanfaatkan bahan-bahan alami seperti rempah-rempah, santan, serta bahan segar yang tersedia secara lokal. Tradisi ini menunjukkan kekayaan pengetahuan kuliner yang diwariskan dari generasi ke generasi,” ujar Mei Batubara, peneliti kuliner sekaligus Direktur Yayasan Nusa Gastronomi Indonesia.

Menurut Amanda Katili, memilih bahan pangan lokal juga memiliki dimensi keberlanjutan.

“Mengonsumsi makanan lokal dapat menjadi langkah yang lebih ramah bumi. Selain mengurangi jejak karbon dari distribusi pangan jarak jauh, pilihan ini juga mendukung petani kecil, nelayan tradisional, serta produsen lokal yang menjaga keberlanjutan ekosistem pangan,” jelasnya.

Di berbagai daerah di Indonesia, makan bersama bahkan berkembang menjadi tradisi khas, seperti nyeruit di Lampung atau ngidang di Palembang, yang menekankan kebersamaan dan berbagi hidangan dalam satu meja.

Pada akhirnya, makan bersama saat Lebaran bukan hanya tentang hidangan yang tersaji. Ia adalah cara sederhana untuk merawat hubungan keluarga, menghidupkan kembali tradisi, dan menumbuhkan rasa syukur atas kebersamaan yang dimiliki.

#lebaran #makan-bersama #hidangan-lebaran #tradisi-makan #makna-sosial #identitas-kuliner #kuliner-indonesia #ketupat-opor-ayam #rendang #soto-banjar #selat-solo #seruit-lampung #pallumara #pindang-pat

https://lifestyle.bisnis.com/read/20260318/223/1961236/makna-makan-bersama-menu-lebaran-di-momen-idulfitri