KKP catat ekspor perikanan RI capai Rp16,7 triliun per Maret 2026

KKP catat ekspor perikanan RI capai Rp16,7 triliun per Maret 2026

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mencatat nilai ekspor produk perikanan sejak awal tahun hingga menjelang Lebaran atau pertengahan Maret 2026 mencapai ...

(Antara) 18/03/26 13:20 168208

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mencatat nilai ekspor produk perikanan sejak awal tahun hingga menjelang Lebaran atau pertengahan Maret 2026 mencapai 983,1 juta dolar AS atau sekitar Rp 16,7 triliun.

Kepala Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan KKP Ishartini, dikutip dari keterangan resminya di Jakarta, Rabu, menjelaskan, hingga penghentian sementara angkutan barang pada 13 Maret lalu, volume ekspor ikan ke berbagai negara mencapai 197.718 ton.

Nilai tersebut diperoleh berdasarkan penerbitan Sertifikat Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (SMKHP) yang menjadi syarat standar keamanan pangan di 140 negara mitra dagang.

“Sepuluh komoditas unggulan adalah udang vaname, tuna, cumi-cumi, rajungan, rumput laut, cakalang, kepiting, udang windu, ikan layur, serta gurita,” ujarnya.

Ishartini menyebut negara dengan penyerapan terbesar produk perikanan Indonesia antara lain Amerika Serikat, China, Jepang, Vietnam, Thailand, Malaysia, Australia, Arab Saudi, dan Singapura.

Ishartini mengakui eskalasi geopolitik di Timur Tengah berdampak pada aktivitas ekspor perikanan.

Menurut dia, dibandingkan periode yang sama tahun lalu, volume ekspor turun 41,35 persen, sementara nilai ekspor turun 21,71 persen.

Ishartini menyampaikan bahwa permintaan produk perikanan Indonesia saat ini relatif masih stabil, yang terlihat dari permohonan Sertifikat Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (SMKHP) yang terus dilayani.

Namun, ia mengakui dari sisi volume ekspor terdapat kendala akibat gangguan rantai pasok imbas eskalasi geopolitik.

“Dari sisi volume memang terkendala karena rantai pasok terkena imbas eskalasi, misalnya perubahan rute shipment, biaya tambahan logistik, keterbatasan kontainer dan mother vessel, yang semuanya berkontribusi menaikkan harga produk,” tuturnya.

Untuk menjaga stabilitas perdagangan, Ishartini menyatakan akan mendorong peningkatan penyerapan produk perikanan di dalam negeri.

Selain itu, menurut dia, komunikasi intensif dilakukan dengan otoritas negara mitra maupun para pemangku kepentingan di dalam negeri untuk mengantisipasi dampak situasi global.

Pewarta: Shofi Ayudiana
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026

#badan-mutu-kkp #ekspor-perikanan #kementerian-kelautan-dan-perikanan #aa

https://www.antaranews.com/berita/5482926/kkp-catat-ekspor-perikanan-ri-capai-rp167-triliun-per-maret-2026