Pelepasan Perdana KA Motis Lebaran 2026, 245 Motor Diberangkatkan ke Lempuyangan
Kemenhub melepas keberangkatan perdana program Motis Lebaran 2026. Kuota 11.900 motor, pendaftar sudah menembus 12.941 unit.
(Kompas.com) 13/03/26 14:42 164237
JAKARTA, KOMPAS.com – Direktorat Jenderal Perkeretaapian melepas keberangkatan perdana program Kereta Api Motor Gratis atau Motis untuk arus mudik Lebaran 2026.
Sebanyak 245 sepeda motor diberangkatkan menuju Stasiun Lempuyangan, Yogyakarta, pada Jumat (13/3/2026).
Program Motis menjadi salah satu upaya pemerintah mengurangi jumlah pemudik yang menggunakan sepeda motor di jalan raya.
Langkah tersebut juga bertujuan menekan potensi kecelakaan selama periode mudik Lebaran.
Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api Direktorat Jenderal Perkeretaapian Arif Anwar mengatakan program ini diharapkan mengurangi jumlah pemudik yang berkendara menggunakan sepeda motor.
“Kalau persentasenya kita tidak tahu pasti, karena kita belum tahu pemudik yang menggunakan motor berapa. Tapi setidaknya dengan 11.900 kuota yang kita sediakan berarti berkurang sejumlah 11.900 motor di jalan,” ujar Arif.
Ia menjelaskan jika setiap sepeda motor rata-rata ditumpangi dua orang, maka program ini berpotensi mengalihkan sekitar 24.000 orang dari perjalanan menggunakan sepeda motor ke kereta api.
“Artinya kalau satu motor dua orang, berarti sudah sekitar 24.000 orang yang tidak menggunakan motor di jalan. Mudah-mudahan dengan hal itu bisa mengurangi angka kecelakaan, khususnya untuk sepeda motor,” kata dia.
Arif menyebut kuota Motis pada Lebaran 2026 mencapai 11.900 unit sepeda motor.
Jumlah pendaftar hingga saat ini telah melampaui kapasitas yang disediakan.
“Untuk kuota Motis tahun ini adalah 11.900 motor. Saat ini yang sudah mendaftar sebanyak 12.941 motor atau sekitar 108,75 persen dari kuota,” jelasnya.
Menurut Arif, jumlah pendaftar yang melebihi kuota masih memungkinkan karena sistem perjalanan Motis bersifat dinamis.
Motor yang turun di beberapa stasiun dapat digantikan oleh motor lain yang melanjutkan perjalanan ke tujuan berikutnya.
“Misalnya ada yang turun di Cirebon, nanti di Cirebon bisa diisi lagi oleh peserta lain sampai ke Lempuyangan dan seterusnya,” ujar Arif.
Pendaftaran program Motis masih dibuka hingga 29 Maret 2026 melalui situs resmi Kementerian Perhubungan.
“Walaupun kuota sudah terlampaui, masyarakat masih bisa mendaftar sampai 29 Maret 2026. Nanti akan ada proses verifikasi dan kemungkinan pembatalan dari peserta lain,” katanya.
Peserta program harus membawa sepeda motor dengan kapasitas mesin maksimal 200 cc.
Peserta juga perlu melampirkan sejumlah dokumen seperti Kartu Keluarga, Surat Tanda Nomor Kendaraan, dan Surat Izin Mengemudi yang masih berlaku.
Arif memastikan sepeda motor peserta mendapatkan perlindungan asuransi selama proses pengangkutan.
“Untuk motornya semua kita tanggung asuransi, jadi kalau ada kerusakan dan sebagainya sudah dijamin,” ujarnya.
Dalam operasionalnya, setiap rangkaian kereta Motis terdiri dari lima gerbong pengangkut sepeda motor, empat gerbong penumpang, serta satu kereta makan.
Setiap hari terdapat empat perjalanan kereta Motis yang melayani tiga lintasan utama.
Lintasan tersebut meliputi jalur utara, tengah, dan selatan.
“Kuota per hari sekitar 850 motor. Ada satu kereta untuk lintasan utara, dua kereta lintasan tengah, dan satu kereta lintasan selatan,” kata Arif.
Ia menambahkan hingga saat ini tujuan paling diminati peserta Motis adalah wilayah Yogyakarta.
“Tujuan favorit sampai sekarang di Lempuyangan, di Jogja,” tegasnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang