Praktisi Nilai Ketahanan Energi RI Tangguh di Tengah Gejolak Timur Tengah

Praktisi Nilai Ketahanan Energi RI Tangguh di Tengah Gejolak Timur Tengah

Ketahanan energi Indonesia dinilai kuat meski ada gejolak Timur Tengah. Praktisi energi Tommy Jamail Jr. menegaskan pasokan BBM aman, masyarakat diimbau tidak panik.

(Bisnis.Com) 13/03/26 12:43 164069

Bisnis.com, JAKARTA — Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah memicu kekhawatiran terhadap stabilitas energi global. Namun, hal ini dinilai belum mengancam ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia sehingga masyarakat pun diimbau tetap tenang dan tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan.

Praktisi energi dan infrastruktur, Tommy Jamail Jr., menilai sistem energi nasional memiliki ketahanan yang cukup kuat untuk menghadapi dinamika global, termasuk potensi lonjakan harga minyak dunia akibat konflik geopolitik.

Menurutnya, gejolak di pasar energi internasional tidak serta-merta berdampak langsung terhadap pasokan BBM di dalam negeri.

“Secara sistem, infrastruktur energi Indonesia telah dirancang untuk menghadapi berbagai dinamika eksternal. Distribusi dan pengelolaan pasokan BBM dilakukan dengan perencanaan yang matang sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan energi,” ujarnya, dikutip melalui keterangan resmi, Kamis (12/3/2026).

Tommy menjelaskan tantangan terbesar sektor energi Indonesia saat ini justru lebih banyak berkaitan dengan kondisi geografis dan distribusi.

Sebagai negara kepulauan dengan lebih dari 17.000 pulau, sistem logistik energi nasional dirancang untuk memastikan pasokan tetap tersedia di berbagai wilayah, termasuk pada periode lonjakan konsumsi seperti menjelang Idulfitri.

Dia juga menambahkan bahwa Indonesia memiliki pengalaman panjang dalam menghadapi volatilitas harga minyak global. Sejumlah krisis energi dunia dalam beberapa dekade terakhir menunjukkan sistem energi nasional mampu beradaptasi dengan berbagai tekanan eksternal.

Empat krisis global yang disorotinya antara lain embargo minyak pada 1973 yang dipicu negara-negara produsen minyak di Timur Tengah terhadap pihak yang mendukung Israel dalam Perang Yom Kippur.

Selain itu, terdapat dampak krisis ekonomi global 2008, konflik Rusia-Ukraina pada 2022, serta ketegangan terbaru antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat di Timur Tengah.

“Sejarah Indonesia sudah sangat panjang dalam menghadapi berbagai krisis. Saya yakin kita mampu melewati situasi ini dengan baik,” katanya.

Meski demikian, Tommy berharap para pelaku industri energi tetap memastikan kesiapan sistem distribusi dan manajemen pasokan, terutama untuk mengantisipasi peningkatan permintaan saat periode mudik dan libur Lebaran.

Menurutnya, lonjakan konsumsi energi menjelang Idulfitri merupakan pola yang terjadi hampir setiap tahun. Oleh karena itu, sistem energi nasional telah terbiasa melakukan penyesuaian agar pasokan tetap aman dan distribusi berjalan lancar.

Tommy juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh spekulasi mengenai potensi kelangkaan BBM akibat konflik global.

Dia menegaskan pentingnya edukasi kepada publik untuk mencegah panic buying yang justru dapat mengganggu stabilitas distribusi energi di tingkat lokal.

#energi-indonesia #ketahanan-energi #pasokan-bbm #stabilitas-energi #geopolitik-timur-tengah #harga-minyak-dunia #infrastruktur-energi #distribusi-bbm #logistik-energi-nasional #krisis-energi-global #v

https://ekonomi.bisnis.com/read/20260313/44/1960210/praktisi-nilai-ketahanan-energi-ri-tangguh-di-tengah-gejolak-timur-tengah