120 Juta Unit Sepeda Motor Bensin Dikonversi ke Listrik, Bahlil: Untuk Kurangi Polusi
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mendapat perintah dari Presiden untuk mensukseskan program konversi 120 juta sepeda motor bensin ke listrik.
(Kompas.com) 10/03/26 04:04 159775
KOMPAS.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengaku tengah menggodok skema konversi motor berbahan bakar bensin ke listrik.
Rencananya, 120 juta unit sepeda motor menjadi batch awal yang menjalani konversi pada tahun 2026. Bahlil mengatakan secara bertahap hal ini terus dilakukan.
"Percepatan konversi kendaraan bermotor yang 120 juta motor memakai bensin, kita akan mencoba bertahap untuk melakukan konversi ke motor listrik," ujar Bahlil dikutip dari Kompas.com, Senin (9/3/2026).
Bahlil sendiri ditunjuk oleh Presiden sebagai Ketua Satuan Tugas (Satgas) transisi energi nasional yang merupakan program jangka panjang pemerintah.
Tujuan dari satgas transisi energi nasional cukup strategis. Pertama, menekan tingkat polusi udara, kedua, mengembangkan energi terbarukan di Indonesia.
"Ini jangka panjang untuk mengurangi polusi kita juga. Ini kan bagian dari energi baru yang diperlukan," kata Bahlil.
Insentif konversi ke motor listrik
Bahlil membeberkan jika pemerintah menyediakan insentif konversi ke sepeda motor listrik. Hal ini bertujuan mempercepat program dimana Presiden memberikan arahan untuk sesegera mungkin melakukan peralihan.
Namun, besaran intensif belum diputuskan di angka berapa dan bagaimana wujudnya kelak.
"Kita kan baru selesai satgasnya, baru dibentuk. Saya rapat satgas dulu baru saya akan laporkan," katanya.
Selain itu negara siap hadir di saat masyarakat membutuhkan bantuan perihal konversi. Harapannya tentu proses cepat terlaksana tanpa halangan tertentu.
Targetnya dalam 3-4 tahun mayoritas masyarakat Indonesia mengoperasikan motor listrik.
"Negara akan hadir untuk tanggung renteng dengan masyarakat ketika di-switch dari bensin ke motor listrik. Pasti ada semacam sweetener-nya lah," jelasnya.
Ketersediaan SPKLU
Pemerintah tentu berharap konversi ke motor listrik mengurangi dampak polusi udara yang merusak lingkungan dan mengganggu kesehatan warganya.
Meski perlu diperhatikan pula menyoal ketahanan sepeda motor listrik, jaringan stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU), dan fasilitas penunjang lainnya.
Masalahnya banyak warga Indonesia menggunakan sepeda motor dengan mobilitas tinggi, bahkan dipakai perjalanan mudik jarak jauh.
Bila baterai sepeda motor hanya menjangkau jalanan di dalam kota saja, malah menimbulkan masalah baru.
PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) mencoba memperluas cakupan SPKLU di Indonesia agar pengguna Electric Vehicle (EV) tak kesulitan mengisi daya saat berada di luar rumah.
"Pada dasarnya, kebutuhan SPKLU ini tidak mungkin hanya berada di lahan PLN. Lahan-lahan strategis justru dimiliki oleh kementerian, rumah sakit, pusat perbelanjaan, kantor perbankan, hingga berbagai fasilitas publik lainnya. Untuk itu, kami siap bekerja sama dengan seluruh pihak," jelas Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo dikutip dari Kompas.com, Kamis (5/3/2026).
Selain itu, pemerintah juga harus memikirkan mengenai terjangkaunya suku cadang sepeda motor listrik. Seperti diketahui harga baterai yang menjadi sumber tenaga motor listrik dianggap masih mahal.
Artikel ini pernah tayang di Kompas.com dengan judul "Bahlil Siapkan Insentif Konversi Motor Bensin Jadi Berbasis Listrik" dan "PLN Perluas Infrastruktur EV, SPKLU di Kemendag Catat Ribuan Transaksi"
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang#sepeda-motor #sepeda-motor-listrik #bahlil-lahadalia #konversi