Harga Minyak Dunia Melonjak, Ekonom: Daya Beli Tertekan hingga Pertumbuhan Ekonomi Melambat

Harga Minyak Dunia Melonjak, Ekonom: Daya Beli Tertekan hingga Pertumbuhan Ekonomi Melambat

Lonjakan harga minyak dunia bisa memicu efek domino, menekan pertumbuhan ekonomi Indonesia melalui inflasi, kenaikan biaya hidup, dan biaya produksi di berbagai sektor.

(Kompas.com) 09/03/26 04:04 158827

JAKARTA, KOMPAS.com - Lonjakan harga minyak dunia tidak hanya berdampak pada harga bahan bakar minyak (BBM), tetapi juga berpotensi menekan pertumbuhan ekonomi Indonesia melalui kenaikan biaya hidup dan biaya produksi di berbagai sektor.

Ekonom dan Pakar Kebijakan Publik UPN Veteran Jakarta Achmad Nur Hidayat menilai, kenaikan harga energi global dapat memicu efek domino yang merambat dari sektor energi ke seluruh aktivitas ekonomi domestik.

“Minyak bukan sekadar komoditas, melainkan tombol yang bisa menyalakan inflasi, menguras APBN, dan memperlambat mesin pertumbuhan,” ujar Achmad pada Minggu (8/3/2026).

Ia menjelaskan, ketika harga minyak global meningkat, dampaknya tidak berhenti pada harga energi semata.

Kenaikan tersebut akan mendorong biaya impor energi, menekan nilai tukar, hingga memaksa pemerintah mengambil kebijakan terkait harga energi domestik.

Rangkaian peristiwa tersebut kata Achmad pada akhirnya dapat memicu inflasi yang lebih tinggi dan berdampak langsung pada daya beli masyarakat.

Menurut Achmad, jalur pertama yang paling terasa adalah penurunan daya beli rumah tangga.

Energi merupakan komponen penting dalam transportasi dan logistik, sehingga kenaikan harga energi dengan cepat mendorong kenaikan harga barang, terutama produk yang bergantung pada distribusi.

Akibatnya, pendapatan riil masyarakat menurun karena pengeluaran untuk kebutuhan sehari-hari meningkat.

Padahal, konsumsi rumah tangga selama ini menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Tekanan terhadap daya beli, meskipun terlihat kecil, dapat berdampak besar terhadap laju pertumbuhan ekonomi nasional.

Selain itu, lonjakan harga energi juga memicu kenaikan biaya produksi di berbagai sektor industri.

Sektor manufaktur, transportasi, pertanian modern, hingga jasa logistik harus menanggung biaya operasional yang lebih tinggi ketika harga energi meningkat.

Dalam kondisi seperti ini, perusahaan umumnya menghadapi tiga pilihan, yakni menaikkan harga produk, menekan margin keuntungan, atau menunda ekspansi usaha.

Namun, dalam situasi ketidakpastian global, pilihan yang sering diambil adalah menunda investasi.

Penundaan ekspansi usaha tersebut berpotensi memperlambat pertumbuhan ekonomi dalam jangka menengah karena investasi merupakan salah satu pendorong utama aktivitas produksi dan penciptaan lapangan kerja.

Selain dampak langsung pada biaya ekonomi, lonjakan harga minyak yang dipicu konflik geopolitik juga dapat meningkatkan persepsi risiko di pasar keuangan.

Menurut Achmad, situasi tersebut dapat membuat pelaku pasar meminta premi risiko yang lebih tinggi.

Kondisi ini berpotensi memicu gejolak nilai tukar rupiah serta meningkatkan biaya pendanaan bagi dunia usaha maupun pemerintah.

Pada akhirnya, guncangan harga minyak tidak hanya menjadi persoalan harga energi, tetapi juga berubah menjadi shock terhadap kepercayaan pasar.

Di sisi lain, Indonesia dinilai masih memiliki kerentanan struktural terhadap fluktuasi harga energi global.

Selain masih mengimpor minyak dalam jumlah besar, kapasitas penyimpanan energi nasional juga relatif terbatas.

Dalam berbagai pemberitaan terbaru, stok BBM nasional disebut berada di kisaran sekitar 23 hari, dengan kapasitas penyimpanan maksimal sekitar 25 hingga 26 hari.

Kondisi tersebut membuat ruang manuver Indonesia menjadi relatif sempit ketika terjadi gangguan pasokan energi global.

Achmad menilai, untuk mengurangi kerentanan tersebut, Indonesia perlu memperkuat ketahanan energi melalui peningkatan kapasitas penyimpanan, penajaman kebijakan subsidi agar lebih tepat sasaran, serta mendorong efisiensi energi dalam jangka menengah.

Dengan langkah tersebut, dampak fluktuasi harga minyak global terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat dapat ditekan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

#harga-minyak-naik #harga-minyak-dunia #harga-minyak-melonjak #daya-beli-masyarakat #ketahanan-energi #ekonomi-indonesia #harga-minyak-dunia-hari-ini #lonjakan-harga-minyak-dunia

https://money.kompas.com/read/2026/03/09/040400826/harga-minyak-dunia-melonjak-ekonom-daya-beli-tertekan-hingga-pertumbuhan