Kinerja APBN Jawa Barat: Belanja Tumbuh Positif di Tengah Kontraksi Pendapatan Daerah
Belanja APBN Jawa Barat tumbuh 6,15% meski pendapatan turun 5,89%, menyebabkan defisit Rp1,96 triliun. Pajak dan PNBP tetap positif, sementara cukai menurun.
(Bisnis.Com) 05/03/26 11:53 155862
Bisnis.com, BANDUNG— Realisasi belanja APBN di wilayah Regional Jawa Barat hingga 31 Januari 2026 tercatat meningkat di tengah kontraksi pos pendapatan.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Jawa Barat Fahma Sari Fatma menjelaskan, di tengah upaya menjaga stabilitas ekonomi makro, belanja negara menunjukkan pertumbuhan positif sebesar 6,15% (yoy).
“Namun hal berbeda di sektor pendapatan yang mengalami kontraksi 5,89% dibandingkan periode yang sama tahun lalu,” ungkap dia belum lama ini.
Berdasarkan data laporan perkembangan APBN terbaru, total pendapatan regional Jawa Barat tercapai sebesar Rp11,09 triliun atau sekitar 5,88% dari target tahunan.
Di sisi lain, realisasi belanja negara bergerak lebih progresif dengan mencapai Rp13,05 triliun, atau setara dengan 12,75% dari total pagu.
Kondisi ini menyebabkan defisit regional pada awal tahun sebesar Rp1,96 triliun.
Di tempat yang sama, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (Kanwil DJBC) Jawa Barat, Finari Manan menjelaskan sektor perpajakan yang menjadi motor utama pendapatan mencatatkan realisasi sebesar Rp7,92 triliun atau 5,26% dari target.
Meskipun terkontraksi 2,41%, hal ini dinilai bukan merupakan pelemahan aktivitas ekonomi, melainkan akibat adanya koreksi tajam pada kategori pajak Lainnya terkait deposit pajak yang tidak berulang.
“Secara umum, empat jenis pajak mayoritas tetap tumbuh positif, menandakan aktivitas usaha di Jawa Barat masih terjaga dengan baik,” ungkap dia.
Sementara itu, penerimaan dari sektor Kepabeanan dan Cukai tercapai Rp2,64 triliun atau 8,53% dari target.
Sektor ini mengalami perlambatan signifikan sebesar 18,92%, yang dipicu oleh restitusi pada bea masuk serta penurunan penerimaan Cukai Hasil Tembakau (HT) yang merosot hingga 17,60%.
Sebaliknya, performa impresif ditunjukkan oleh Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang tumbuh 28,42% (yoy) dengan nilai Rp525,69 miliar, didorong oleh lonjakan signifikan pada PNBP Badan Layanan Umum (BLU).
Untuk Transfer ke Daerah (TKD), realisasinya telah mencapai Rp11,42 triliun atau 19,28% dari pagu. Kemudian komponen Dana Alokasi Umum (DAU) dan DAK Non-Fisik menjadi penyumbang terbesar dalam penyaluran awal tahun ini.
#apbn-jawa-barat #belanja-apbn #pendapatan-daerah #kontraksi-pendapatan #belanja-negara #pertumbuhan-positif #defisit-regional #sektor-perpajakan #realisasi-pajak #aktivitas-ekonomi #penerimaan-cukai #n-a