Bahlil Antisipasi Konflik AS-Iran Tak Ganggu Pasokan Energi, Cadangan BBM Masih 23 Hari

Bahlil Antisipasi Konflik AS-Iran Tak Ganggu Pasokan Energi, Cadangan BBM Masih 23 Hari

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia pastikan konflik AS-Iran belum ganggu pasokan energi Indonesia. Cadangan BBM aman 23 hari, antisipasi impor dari Asia Tenggara.

(Bisnis.Com) 04/03/26 18:01 155133

Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan hingga saat ini konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran belum mengganggu pasokan energi nasional, termasuk bahan bakar minyak (BBM).
Hal itu disampaikan Bahlil usai mengikuti rapat terbatas (ratas) bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (4/3/2026).
“Kalau sampai dengan sekarang pas belum terganggu, belum terganggu. Tapi ke depan kan pasti kalau perangnya lama pasti akan berdampak. Itu sudah pasti. Sampai dengan satu-dua bulan ke depan insyaallah kita masih clear, insyaallah nggak ada masalah,” ujar Bahlil.
Bahlil menjelaskan pemerintah telah mengantisipasi potensi gangguan pasokan, terutama yang berkaitan dengan distribusi minyak mentah (crude) dari kawasan Timur Tengah.
Menurutnya, dalam rapat paripurna Dewan Energi Nasional (DEN), telah dibahas bahwa sekitar 25% impor crude Indonesia selama ini berasal dari kawasan Middle East dan melintasi Selat Hormuz.
“Kemarin kan di rapat DEN, rapat paripurna DEN sudah kita mengantisipasi bahwa 25% crude kita itu kan kita ambil dari Middle East, dari Selat Hormuz. Dan dari 25% itu kita sudah mengalihkan antisipasinya ke Amerika atau ke negara-negara yang tidak ada kaitannya dengan Selat Hormuz,” jelasnya.
Langkah pengalihan sumber impor tersebut dilakukan untuk meminimalkan risiko apabila konflik berkepanjangan dan berdampak pada jalur distribusi energi global.
LPG dan BBM Relatif Aman
Bahlil juga memastikan pasokan LPG dalam kondisi aman karena tidak bergantung pada jalur yang berisiko terdampak konflik.
“Jadi kalau menyangkut LPG nggak ada masalah. Jadi relatif clear-lah,” katanya.
Sementara untuk BBM impor, terutama bensin, pemerintah membelinya dari kawasan Asia Tenggara, bukan dari Timur Tengah.
“Kalau menyangkut BBM yang kita impor kan tinggal bensin, dan itu kita belinya di Asia Tenggara, tidak ada di Middle East. Jadi relatif insyaallah clear ya,” ujar Bahlil.
Waspada Jika Konflik Berkepanjangan
Kendati demikian, Bahlil mengakui bahwa konflik yang berlangsung lama berpotensi memengaruhi stabilitas harga dan distribusi energi global.
“Kalau perangnya lama pasti akan berdampak,” tegasnya.
Untuk itu, pemerintah terus memantau perkembangan situasi global dan melakukan langkah mitigasi guna memastikan ketahanan energi nasional tetap terjaga, terutama menjelang periode Lebaran yang biasanya diikuti lonjakan konsumsi BBM.
Dengan diversifikasi sumber impor dan cadangan yang masih dalam batas aman, pemerintah optimistis pasokan energi nasional tetap stabil dalam jangka pendek.
“Sampai dengan satu-dua bulan ke depan insyaallah kita masih clear, insyaallah nggak ada masalah,” tuturnya.

Cadangan BBM 23 Hari, Di Atas Standar Minimal
Tak hanya itu, dia juga menanggapi pertanyaan soal kapasitas cadangan dan storage BBM, Bahlil memaparkan kondisi riil daya tampung nasional saat ini.
“Saya sampaikan bahwa kemampuan daya tampung BBM kita sudah sejak lama hanya maksimal di 25 hari, maksimal. Sehingga cadangan nasional kita itu minimal 20 sampai 23 hari. Sekarang BBM kita itu sudah 23 hari. Jadi sudah di atas standar minimal cadangan nasional yang sebagaimana kelazimnya,” jelasnya.
Dia menegaskan bahwa kondisi tersebut masih dalam batas aman. Namun, Bahlil juga mengakui keterbatasan infrastruktur penyimpanan menjadi tantangan struktural.
“Jadi kita nggak bisa katakanlah teman-teman menganggap harus Pak kita stok 60 hari. Mau isi taruh di mana? Storage, kita nggak punya storage,” ujarnya.
Arahan Bangun Storage hingga 3 Bulan Cadangan
Sebagai solusi jangka panjang, Presiden Prabowo disebut telah mengarahkan percepatan pembangunan fasilitas penyimpanan tambahan.
“Makanya sekarang arahan Bapak Presiden segera kita membangun storage. Jadi bukan kita nggak punya cadangan untuk mengisi minyak, tapi sekarang mau taruh di mana? Inilah kekurangan kita, tapi tidak usah kita saling menyalahkan siapa-siapa. Ini yang harus kita perbaiki dengan cara apa? Membangun storage, agar cadangan kita bisa sampai dengan 3 bulan,” tegas Bahlil.
Dengan pembangunan storage baru, pemerintah menargetkan ketahanan energi nasional meningkat hingga mampu menopang kebutuhan selama tiga bulan.
Terkait target penambahan storage, Bahlil menyebut salah satu opsi terbaik berada di wilayah Sumatra.
“Dulu pernah saya jelaskan di teman-teman di media waktu di ESDM, kita rencana salah satu alternatif terbaiknya di wilayah Sumatra ya,” pungkas Bahlil.

#as-iran-konflik #pasokan-energi-nasional #cadangan-bbm #bahlil-lahadalia #energi-nasional-stabil #impor-minyak-mentah #selat-hormuz #pasokan-lpg-aman #bbm-impor-asia-tenggara #stabilitas-harga-energi #n-a

https://ekonomi.bisnis.com/read/20260304/44/1957792/bahlil-antisipasi-konflik-as-iran-tak-ganggu-pasokan-energi-cadangan-bbm-masih-23-hari