Indonesia Coffee Expo 2026 Digelar di Tiga Kota, Targetkan Penguatan Industri Kopi Nasional
Indonesia Coffee Expo 2026 akan digelar di Surabaya, Medan, dan Jakarta untuk memperkuat industri kopi nasional dengan tema "Brewing Business, Shaping Lifestyle and Coffee Excellence".
(Bisnis.Com) 27/02/26 16:42 149662
Bisnis.com, JAKARTA — Edisi perdana Indonesia Coffee Expo (ICX) 2026 akan segera berlangsung. Ajang ini diproyeksikan menjadi etalase besar yang mempertemukan produsen kopi lokal dengan berbagai peluang pasar.
Pameran kopi berskala nasional yang diinisiasi oleh Dyandra Promosindo, Specialty Coffee Association of Indonesia (SCAI), serta didukung oleh PT Bank Tabungan Negara (Persero) ini akan berlangsung di tiga kota sekaligus.
Rangkaian penyelenggaraan akan dimulai di Grand City Convention, Surabaya, pada 29—31 Mei 2026, kemudian berlanjut ke Tiara Convention Center pada 31 Juli—2 Agustus 2026. Seri terakhir dijadwalkan berlangsung di Nusantara International Convention Exhibition (NICE) pada 4—6 September 2026.
Ketua Umum Specialty Coffee Association of Indonesia (SCAI) Daryanto Witarsa mengatakan Indonesia telah lama dikenal sebagai negara dengan cita rasa kopi yang kuat. Meski demikian, dia menilai upaya promosi kopi lokal masih perlu ditingkatkan agar mampu menjangkau pasar yang lebih luas.
Dia menambahkan, keberhasilan Indonesia menjadi tuan rumah ajang bergengsi World of Coffee pada tahun lalu menjadi indikator bahwa industri kopi nasional tengah berada dalam fase pertumbuhan yang menjanjikan. Momentum tersebut, menurutnya, perlu dimanfaatkan secara optimal untuk memperluas eksposur dan memperkuat daya saing kopi Indonesia di tingkat global.
Daryanto mengatakan suksesnya Indonesia menjadi tuan rumah World of Coffee telah mendorong meningkatnya perhatian terhadap kopi Indonesia, baik di pasar domestik maupun internasional. Namun, perlu diketahui bahwa ajang tersebut bukan merupakan agenda tahunan yang dapat diselenggarakan secara rutin di Indonesia.
Oleh sebab itu, pihaknya berinisiatif menghadirkan pameran berskala nasional yang dapat digelar secara berkala. Dengan demikian, para produsen kopi lokal diharapkan tetap memperoleh eksposur dan panggung promosi yang berkelanjutan.
"Ini adalah momentum untuk menaikkan kelas perkopian Indonesia," katanya dalam acara launching ICX 2026 di Common Grounds, Menteng, Kamis, (26/2/2026).
Daryanto Witarsa mengatakan pada edisi perdana ini, pihaknya secara khusus mengusung tema Brewing Business, Shaping Lifestyle and Coffee Excellence. Tema ini dipilih untuk menegaskan posisi kopi yang kini tidak lagi sekadar dipandang sebagai komoditas. Menurutnya, kopi telah berkembang menjadi penggerak ekonomi kreatif sekaligus bagian dari gaya hidup modern masyarakat Indonesia.
Kemudian, saat ini perkembangan industri kopi juga terlihat dari berbagai inovasi yang terus bermunculan, mulai dari teknik penyeduhan, praktik budidaya, hingga meningkatnya perhatian terhadap aspek kesehatan.
Nantinya, selama expo akan ada beberapa program kunci. Dimulai dari Indonesia Brewers Cup Championship (IBrC), kompetisi bergengsi yang menguji keterampilan manual brewing para barista terbaik Indonesia melalui sistem kualifikasi regional menuju babak final nasional.
Selain itu, terdapat Experience Area “Origin Trip”, program interaktif yang mengajak pengunjung menelusuri perjalanan kopi dari biji hingga menjadi minuman siap saji. Lalu, akan ada pula sesi workshop bertajuk The Coffee Lab SCAI Lecture dan terakhir akan ada Roaster Alley.
Presiden Direktur Dyandra Promosindo Daswar Marpaung menambahkan ada alasan khusus di balik pemilihan tiga kota untuk menjadi tuan rumah penyelenggaraan tahun ini. Surabaya dipilih sebagai gerbang perdagangan Indonesia Timur, Medan merepresentasikan kekuatan kopi Sumatra, dan Jakarta menjadi episentrum pertemuan industri, investor, serta konsumen urban.
Sementara itu, Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN) Nixon LP Napitupulu mengatakan bahwa konsumsi kopi domestik terus meningkat setiap tahun. Hal ini menunjukkan pasar dalam negeri sangat kuat dan berkembang.
Menurutnya, hal ini menunjukkan bahwa kopi bukan lagi semata komoditas ekspor. Namun, juga telah menjadi bagian penting dari budaya dan ekonomi kreatif nasional
Selain itu, katanya, secara data Indonesia secara konsisten juga masuk lima besar produsen kopi dunia. Produksi nasional mencapai ratusan ribu ton per tahun, dengan jutaan petani menggantungkan hidup pada sektor ini.
“Nama-nama seperti Kopi Gayo, Toraja, Flores, Kintamani, hingga Mandailing sudah dikenal luas di pasar global. Tak hanya unggul dari sisi volume, specialty coffee Indonesia juga memiliki reputasi sangat baik karena kualitas dan cerita asal-usulnya,” kata Nixon.
Dia pun berharap ajang pameran ICX dapat menjadi platform kolaboratif yang menghubungkan petani, roaster, barista, pelaku UMKM, brand lifestyle, hingga institusi keuangan dalam satu ekosistem terintegrasi.
#indonesia-coffee-expo #kopi-indonesia #industri-kopi-nasional #pameran-kopi #produsen-kopi-lokal #specialty-coffee-indonesia #kopi-gayo #kopi-toraja #kopi-flores #kopi-kintamani #kopi-mandailing #brew