Kakorlantas Prediksi 3,6 Juta Kendaraan Melintas saat Mudik Lebaran 2026
Kakorlantas Polri memproyeksikan 3,6 juta kendaraan melintas di Tol Trans Jawa dan Sumatra saat mudik Lebaran 2026. Strategi lalu lintas seperti contraflow dan one way disiapkan untuk mengatasi kemace
(Bisnis.Com) 26/02/26 15:51 148351
Bisnis.com, JAKARTA — Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Agus Suryonugroho memproyeksikan 3,6 juta kendaraan melintas saat mudik Lebaran 2026.
Dia mengatakan, proyeksi itu khusus untuk kendaraan yang akan melintas di Tol Trans Jawa maupun Sumatra.
"Khusus jalan tol, memang ada bangkitan arus yang cukup tinggi. Jadi, proyeksinya itu yang melintasi tol yang menuju ke Trans Jawa dan Sumatera, itu 3,6 juta," ujar Agus di Mabes Polri, dikutip Kamis (26/2/2026).
Dia menambahkan, pihaknya sudah menyiapkan strategi untuk mengatasi kemacetan atas peningkatan volume kendaraan saat mudik Lebaran itu.
Misalnya, skenario pengaturan lalu lintas seperti contraflow, one way hingga skema ruas tol yang dialihfungsionalkan.
"Kita sudah siap skenario daripada pengaturan lalu lintas, baik alih arus, penjagaan, nanti ada contraflow, one way, termasuk juga jalan-jalan tol yang difungsionalkan," imbuhnya.
Adapun, Agus menyatakan akan berkoordinasi dengan sejumlah pihak maupun Kementerian terkait untuk kesiapan jalan tol maupun arteri yang dilintasi pemudik.
Salah satu bahasan dari koordinasi itu yakni persoalan jalan yang rusak maupun berlubang pada jalur darat yang akan dilintasi pemudik.
Ambil contoh, Agus mengaku sudah mencoba jalur Tol Trans Jawa di KM 1 hingga KM 188. Pada jalur itu, Agus tidak menampik bahwa masih ada jalan yang rusak yang perlu diperbaiki.
"Kemarin saya dari kilometer 1 sampai 188, masih ada jalan yang dalam perbaikan. Jadi, memang dengan kondisi cuaca kemarin sebagian jalan rusak, tetapi H-7. Ini, kemungkinan bisa selesai semuanya," pungkas Agus.
Sebagai informasi, pemerintah telah menetapkan rekayasa lalu lintas selama masa mudik dan arus balik Lebaran 2026 melalui sistem satu arah (one way), contraflow, serta ganjil-genap di sejumlah ruas tol utama. Kebijakan ini tertuang dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) Kementerian Perhubungan, Korlantas Polri, dan Kementerian Pekerjaan Umum.
Rekayasa lalu lintas difokuskan di ruas Tol Jakarta–Cikampek hingga Tol Semarang–Solo, termasuk Tol Cipali dan Tol Jagorawi yang selama ini menjadi titik krusial kepadatan kendaraan.
Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Aan Suhanan menyampaikan bahwa rekayasa lalu lintas akan diterapkan secara situasional guna menjaga kelancaran arus kendaraan.
“Adanya pengaturan ini bukanlah hal yang baru. Ini perlu dilakukan agar dapat mengurai kepadatan dan menciptakan kelancaran arus lalu lintas sehingga semua pemudik merasakan kenyamanan dan keamanan serta mengutamakan aspek keselamatan,” ujarnya dalam keterangan resmi.
#mudik-lebaran-2026 #kendaraan-melintas #tol-trans-jawa #tol-trans-sumatra #proyeksi-kendaraan #strategi-kemacetan #pengaturan-lalu-lintas #contraflow #one-way #jalan-rusak #rekayasa-lalu-lintas #ganji