Bos Indonesia Investment Authority (INA) Kembali Berkurang, Tersisa Dua Pos

Bos Indonesia Investment Authority (INA) Kembali Berkurang, Tersisa Dua Pos

Indonesia Investment Authority (INA) menghadapi kekosongan kepemimpinan setelah pengunduran diri CIO Andry Setiawan, menambah ketidakpastian di lembaga ini.

(Bisnis.Com) 25/02/26 09:36 146561

Bisnis.com, JAKARTA — Kekosongan kepemimpinan di Indonesia Investment Authority (INA) kian melebar setelah Andry Setiawan, salah satu Chief Investment Officer (CIO), mengundurkan diri awal bulan ini. Mundurnya Setiawan menambah ketidakpastian arah pengelolaan lembaga pengelola dana kekayaan negara pertama di Indonesia tersebut.

Menurut sumber Bloomberg, Setiawan tengah menjalani masa pemberitahuan pengunduran diri. Dengan pengunduran diri ini, hanya dua dari lima posisi dewan INA yang saat ini diisi oleh pejabat tetap, sementara sisanya masih dijabat secara sementara.

Sebelumnya, CEO INA Ridha Wirakusumah telah menyelesaikan masa jabatannya pada 15 Februari. Hingga kini, penggantinya belum ditunjuk. Selain itu, posisi Chief Risk Officer (CRO) juga kosong sejak Thomas Oentoro berpindah ke Garuda Indonesia pada Oktober lalu.

Untuk mengisi ruang ini, Chief Financial Officer INA, Eddy Porwanto, ditunjuk sebagai CEO dan CRO sementara. Sementara itu CIO lainnya, Christopher Ganis, masih tetap menjalankan tugasnya.

Juru bicara INA menolak memberikan komentar terkait situasi tersebut. Andry Setiawan juga tidak menanggapi permintaan konfirmasi Bloomberg.

Ketidakpastian kepemimpinan di INA terjadi bersamaan dengan ekspansi pesat dana kekayaan negara Indonesia lainnya, Danantara. Dana tersebut dilaporkan tengah meningkatkan penyaluran dana dari kasnya yang mencapai sekitar Rp16.000 triliun.

Baik INA maupun Danantara melapor langsung kepada Presiden Prabowo Subianto. INA didirikan pada Desember 2020 dengan mandat menarik modal baru ke Indonesia melalui investasi bersama langsung dan solusi modal hibrida, termasuk kredit swasta.

Dalam presentasi perusahaan pada Februari lalu, INA mencatat telah menyalurkan lebih dari US$4,5 miliar bersama mitra investor ke berbagai sektor, antara lain transportasi dan infrastruktur, digital, energi hijau, kesehatan, serta pendidikan.

Pada 2024, INA memperoleh komitmen investasi bersama hingga US$2,75 miliar dari Abu Dhabi Investment Authority dan APG Asset Management NV untuk proyek jaringan jalan tol di Indonesia. Awal tahun ini, INA juga berpartisipasi dalam pembiayaan Seri C senilai US$2 miliar untuk DayOne Data Centers, unit internasional dari GDS Holdings Ltd.

Di sektor kredit swasta, INA termasuk dalam sindikasi pinjaman US$250 juta kepada Chandra Asri Pacific untuk mendukung akuisisi stasiun layanan bermerek Esso di Singapura dari Exxon Mobil Corp. INA juga terlibat dalam pembiayaan swasta sebesar US$300 juta untuk perusahaan rintisan perjalanan Traveloka Indonesia.

#indonesia-investment-authority #ina #andry-setiawan #chief-investment-officer #pengunduran-diri #kekosongan-kepemimpinan #ridha-wirakusumah #chief-risk-officer #eddy-porwanto #christopher-ganis #danan

https://market.bisnis.com/read/20260225/192/1955611/bos-indonesia-investment-authority-ina-kembali-berkurang-tersisa-dua-pos