Peluang JPFA dan CPIN Pasok 1,1 Juta Ton Ayam ke Program MBG
Program MBG pemerintah menciptakan peluang besar bagi JPFA dan CPIN untuk memasok 1,1 juta ton ayam pada 2026, didukung anggaran MBG sebesar Rp335 triliun.
(Bisnis.Com) 24/02/26 19:13 146070
Bisnis.com, JAKARTA – Realisasi program makan bergizi gratis (MBG) sepanjang 2025 mencapai Rp51,5 triliun dari pagu anggaran Rp71 triliun. Dari realisasi tersebut, sebesar Rp43,3 triliun langsung diterima masyarakat dalam bentuk makanan bergizi.
Seiring dengan demand domestik yang besar, pemerintah mencatat adanya lonjakan produksi pertanian dan peternakan. Sepanjang 2025, produk domestik bruto (PDB) subsektor peternakan tumbuh 12,4% year on year (YoY), lebih tinggi dari pertumbuhan PDB sektor pertanian 5,33% atau PDB nasional yang tumbuh 5,11%.
Pertumbuhan juga terlihat pada kinerja keuangan dua pemain unggas terbesar di Tanah Air, PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. (CPIN) dan PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (JPFA). Kedua emiten sepanjang Januari-September 2025 sama-sama membukukan pertumbuhan penjualan dan laba bersih, dan diestimasi akan kembali melonjak sampai akhir tahun bahkan di sepanjang 2026 ini.
Banyak laporan menyatakan bahwa kedua emiten ini memiliki peluang yang strategis untuk menjadi pemasok kebutuhan pangan program MBG pemerintah. Apalagi, 2026 ini pemerintah menambah pagu anggaran MBG menjadi Rp335 triliun.
Meski demikian, hanya manajemen JPFA yang sudah menyatakan secara terbuka keterlibatannya di program MBG. Direktur Japfa Rachmat Indrajaya menerangkan bahwa sejak program ini berjalan pada 6 Januari 2025, perseroan telah melakukan pemenuhan supply terhadap bahan baku MBG di sejumlah dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
“Tentunya MBG ini akan berdampak baik bagi perusahaan seperti kami. Dengan adanya MBG ini, jelas sekali dampak positif bagi Japfa sendiri,” katanya beberapa waktu lalu.
Selain itu, Japfa juga memasok bahan baku program MBG secara tidak langsung melalui koperasi penyedia SPPG. Perseroan juga berencana akan bermitra dengan 1.000 toko sembako yang merupakan bagian dari Program Koperasi Merah Putih hingga kuartal pertama 2026, dan akan terus bertambah hingga akhir 2026.
Walau punya demand yang bagus, Financial Controller Japfa Erwin Djohan menegaskan Japfa tidak menetapkan target pendapatan tertentu dari program MBG. "Jadi kami hanya mengisi ruang yang masih ada. Jadi kami tetap kerja sama dan koordinasi dengan semua pihak," tandas Erwin.
Adapun, JPFA sepanjang Januari-September 2025 membukukan pertumbuhan penjualan 4,42% YoY ke Rp43,10 triliun dan laba bersih meningkat 15,05% YoY ke Rp2,41 triliun. Sedangkan, CPIN membukukan kenaikan penjualan 1,78% YoY ke Rp50,60 triliun dengan pertumbuhan laba bersih 41% YoY ke Rp3,36 triliun.
Analis Panin Sekuritas Sarkia Adelia mengatakan kinerja emiten perunggasan dalam sembilan bulan pertama 2025 tumbuh solid seiring dengan meningkatnya demand, yang salah satunya dari serapan program MBG.
Panin Sekuritas menghitung, implementasi program MBG menciptakan captive demand berskala besar dengan target serapan daging ayam sekitar 1,1 juta ton di 2026 dan berpotensi menciptakan excess demand lebih dari 500.000 ton. Angka tersebut cukup signifikan jika dibandingkan dengan konsumsi daging ayam nasional pada 2025 sekitar 3,8-3,9 juta ton dan produksinya sekitar 4,3 juta ton.
"Dukungan anggaran MBG sebesar Rp335 triliun serta pemulihan daya beli, memperkuat prospek permintaan protein hewani, mengingat konsumsi ayam per kapita Indonesia masih relatif rendah," ujar Sarkia.
Ramalan Kinerja JPFA & CPIN
Melansir Bloomberg Terminal, konsensus mengestimasi penjualan bersih CPIN di akhir 2025 akan tumbuh 2,94% YoY ke Rp69,48 triliun. Sedangkan, laba bersih perseroan ditaksir akan tumbuh 19,59% YoY ke Rp4,42 triliun. Kedua nilai tersebut kemudian diprediksi akan meningkat pada 2026, masing-masing tumbuh 7,55% YoY menjadi Rp74,29 triliun dan tumbuh 10,60% YoY menjadi Rp4,89 triliun.
Di sisi lain, ramalan konsensus di JPFA lebih agresif di mana penjualan perseroan di akhir 2025 diestimasi tumbuh 5,63% YoY ke Rp58,94 triliun dengan laba bersih yang tumbuh 16,40% YoY ke Rp3,49 triliun. Selanjutnya, pada 2026 kinerja top line perseroan diramal tumbuh 8,32% YoY ke Rp63,84 triliun dan laba bersih yang ditaksir melonjak 14,22% YoY ke Rp3,98 triliun.
Sarkia menilai selain program MBG, investasi Danantara sebesar Rp20 triliun di sektor peternakan juga secara tidak langsung memberikan efek domino kepada emiten unggas. Danantara akan membangun 336 proyek yang akan dimulai bertahap sejak Januari 2026 dan berpotensi memberikan dampak ekonomis bagi existing farmers khususnya untuk middle-low melalui salah satunya kepastian serapan melalui captive market MBG.
Menurutnya, program 336 proyek tersebut memang akan meningkatkan kapasitas produksi ayam nasional sampai berpotensi oversupply, namun tambahan supply tersebut akan terserap oleh captive demand MBG. Dengan begitu, risiko tekanan harga di pasar spot relatif lebih terkendali.
"Menurut kami, program investasi Danantara tidak bersifat value-destructive bagi CPIN dan JPFA, karena mendukung stabilitas harga secara struktural," ujarnya.
Sementara itu, Analis Bahana Sekuritas Abdusshomad Cakra Buana menghitung estimasi serapan daging ayam dari program MBG. Dalam skenario terbaik, penyerapan daging ayam mencapai 571.000 ton, atau setara dengan 30% rata-rata permintaan nasional dalam lima tahun.
Berikutnya, dalam skenario dasar program MBG ditaksir akan menyerap 390.000 ton atau setara 20% rata-rata permintaan nasional dalam lima tahun. Terakhir, pada skenrio terburuk program MBG hanya menyerap 380.000 ton atau setara 10% rata-rata permintaan nasional dalam lima tahun.
"Meski ada tambahan volume, produsen seperti JPFA dan CPIN menyebut pesanan langsung MBG masih kecil dibanding total penjualan. Dampak kemungkinan lebih terasa melalui kenaikan harga dibanding volume, mirip pasar telur yang naik 8% sepanjang 2025," ujar Cakra.
Cakra mengestimasi over suplai pasokan ayam pada 2026 akan turun menjadi 1,4 sampai 1,8 juta ton, karena suplai industri menurun menjadi 4,1 juta ton setelah kuota impor grandparent stock (GPS) pada 2024 dipangkas 16% YoY. Di saat yang sama, pergeseran kebijakan pemerintah yang lebih pro-pertumbuhan diharapkan memulihkan daya beli masyarakat.
Kondisi tersebut diharapkan dapat mendorong konsumsi rumah tangga tumbuh 5,2% pada 2027 dan meningkatkan konsumsi ayam per kapita menjadi 7,5 kg. Dengan demikian, Bahana Sekuritas memperkirakan harga live bird (LB) dan DOC naik 6%–7% YoY.
"Program MBG kemungkinan menjadi salah satu pendorong kenaikan permintaan ayam tahun depan. Dengan dukungan anggaran besar Rp335 triliun, kami memperkirakan program ini dapat menghasilkan tambahan permintaan sekitar 10%–30% dari konsumsi historis, dengan potensi penyerapan ayam 200.000 sampai 571.000 ton," tandasnya.
Untuk rekomendasi saham, melansir Bloomberg Terminal 19 dari 22 merekomendasikan buy CPIN dengan target harga Rp5.711. Target harga ini mencerminkan potensial return 28,9% dari harga terakhir Rp4.430. Pada penutupan Selasa (24/2), CPIN turun 1,58% ke Rp4.360.
Di sisi lain, 25 dari 28 saham merekomendasikan buy JPFA dengan target harga Rp3.029, mencerminkan potensial return 25,2% dari harga terakhir Rp2.420. Pada penutupan Selasa (24/2), JPFA tidak berubah di harga Rp2.420.
______
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.
#jpfa #cpin #program-mbg #makan-bergizi #pertumbuhan-penjualan #laba-bersih #konsumsi-ayam #serapan-daging-ayam #pasokan-ayam #permintaan-domestik #program-koperasi-merah-putih #investasi-danantara #st