BGN Gelontorkan Insentif Rp6 Juta per Hari untuk SPPG, Ada 24.000 Dapur MBG
BGN memberikan insentif Rp6 juta/hari untuk 24.000 SPPG di Indonesia guna mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui kemitraan strategis.
(Bisnis.Com) 24/02/26 16:31 145870
Bisnis.com, JAKARTA — Badan Gizi Nasional (BGN) menggelontorkan insentif hingga Rp6 juta per hari untuk setiap dapur MBG (SPPG) untuk memperlancar implementasi MBG di lapangan.
Kepala BGN Dadan Hindayana mengatakan peningkatan jumlah dapur SPPG tersebut seiring dengan adanya skema kemitraan strategis dengan berbagai pihak.
“Dengan kemitraan yang kita lakukan ini membuahkan dan mempermudah Program Makan Bergizi, sehingga hari ini di seluruh Indonesia sudah ada 24.000 SPPG dari Sabang sampai Marauke,” kata Dadan dalam keterangan tertulis, Selasa (24/2/2026).
Dadan menilai percepatan pembangunan dan penguatan kemitraan merupakan strategi utama untuk memastikan seluruh target nasional dapat tercapai tepat waktu dan berkelanjutan.
Dia menjelaskan kemitraan dibangun untuk mempermudah dan mempercepat implementasi program di lapangan. Dia menilai model kolaboratif ini memungkinkan percepatan pembangunan infrastruktur layanan tanpa seluruhnya bergantung pada pembiayaan negara untuk pembangunan fisik.
Adapun, BGN memberikan insentif sebesar Rp6 juta per hari untuk setiap SPPG atau sekitar Rp144 juta per bulan. Dadan menilai skema ini jauh lebih efisien dibandingkan pemerintah harus membangun dan mengelola seluruh fasilitas secara mandiri.
Lebih lanjut, menurut Dadan, faktor waktu menjadi nilai paling berharga dalam proses kemitraan ini. Dia menilai kecepatan pelaksanaan menjadi kunci keberhasilan program.
“Karena itu, dalam Al-Qur’an disebutkan Wal ‘Ashr (Demi Waktu). Hal tersebut sangat relevan, sebab dalam pelaksanaan program MBG, apabila tidak dijalankan dengan kecepatan tinggi, saya kira semua pihak akan sangat merugi,” ujarnya.
Dalam catatan Bisnis, Dadan menuturkan dana yang dicairkan ke setiap SPPG rata-rata mencapai hampir Rp1 miliar per bulan.
Dari jumlah tersebut, sekitar 70% digunakan untuk pembelian bahan baku. Kemudian, 20% dialokasikan untuk biaya operasional termasuk gaji relawan.
“Dan 10% diberikan untuk insentif bagi mereka yang kemudian membangun SPPG di setiap lokasi,” kata Dadan dalam Indonesia Economic Outlook 2026, Jumat (13/2/2026).
Dadan menjelaskan, pencairan dana tersebut ditopang oleh besarnya alokasi anggaran BGN pada 2026. Tahun ini, BGN memperoleh pagu anggaran Rp268 triliun ditambah dana cadangan Rp67 triliun sehingga totalnya mencapai sekitar Rp335 triliun
Adapun, sebanyak 93% dari total anggaran itu disalurkan langsung oleh BGN melalui Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) ke SPPG yang tersebar di seluruh provinsi.
Dadan menilai sebaran jumlah SPPG di setiap provinsi mencerminkan besarnya perputaran uang di daerah. Di Aceh, misalnya, telah berdiri 608 SPPG atau setara dengan perputaran dana sekitar Rp608 miliar setiap bulan.Sementara di Jawa Barat, Dadan menuturkan terdapat 5.295 SPPG atau setara dengan perputaran dana sekitar Rp5,295 triliun per bulan.
Dengan pola penyaluran tersebut, BGN memproyeksikan uang yang sudah beredar di masyarakat dalam 1,5 bulan terakhir telah mencapai sekitar Rp29 triliun dan tersebar merata di seluruh provinsi.
#bgm-insentif #insentif-rp6-juta #sppg-indonesia #dapur-mbg #kemitraan-strategis #program-makan-bergizi #percepatan-pembangunan #penguatan-kemitraan #insentif-sppg #alokasi-anggaran-bgn #dana-sppg #per