Ubedilah Badrun: Jokowi Masih Menempatkan Diri sebagai Politisi, Bukan Negarawan
Joko Widodo (Jokowi) masih menempatkan diri sebagai politisi, bukan negarawan. Penilaian tersebut disampaikan analis sosial politik dari UNJ Ubedilah Badrun. Presiden... | Halaman Lengkap
(SINDOnews Ekbis) 24/02/26 08:30 145245
JAKARTA - Presiden ke-7 RI Joko Widodo ( Jokowi ) masih menempatkan diri sebagai politisi, bukan negarawan . Penilaian tersebut disampaikan analis sosial politik dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Ubedilah Badrun .Menurut Ubedilah, fenomena orang-orang datang ke rumah Jokowi di Solo , Jawa Tengah, sebagai sesuatu hal aneh dan agak anomali. Dia menilai, hal itu sebagai sesuatu yang tidak murni.
"Tapi mungkin ada juga orang yang terus dipelihara untuk mencintai (Jokowi)," kata Ubedilah dalam podcast atau siniar To The Point Aja yang tayang di YouTube SindoNews, dikutip Selasa (24/2/2026).
Ubed mengatakan, dalam sosiologi, ada teori pertukaran sosial. Orang melakukan sesuatu untuk mendapatkan sesuatu. Apalagi, jika itu berhubungan dengan politik.

"Dan Jokowi sekarang masih menempatkan diri sebagai politisi, bukan negarawan, karena dia masih, bahkan berkampanye, pidato di depan partai, bukan partai orang lain, tapi partai anaknya, pidato dengan kencang. Itu menurut saya wajah politisnya Jokowi," ujar Ubed.
Karena masih menjadi politisi, kata Ubed, memungkinkan bagi Jokowi untuk melakukan pertukaran sosial. "Dia melakukan sesuatu dengan masyarakat, karena saling mendapatkan keuntungan di situ, saya kira itu. Termasuk sekarang masih merespons isu-isu nasional, menanggapi banyak hal, yang sebetulnya tidak perlu dilakukan oleh mantan presiden," kata Ubed yang pada 1996 membidani lahirnya Forum Komunikasi Senat Mahasiswa se-Jakarta (FKSMJ).
(zik)