DEN optimistis momen liburan dorong Indeks Keyakinan Konsumen Q1 2026

DEN optimistis momen liburan dorong Indeks Keyakinan Konsumen Q1 2026

Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Mari Elka Pangestu optimistis tingkat konsumsi domestik selama masa liburan sekolah dan perayaan keagamaan pada ...

(Antara) 19/02/26 18:05 141230

Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Mari Elka Pangestu optimistis tingkat konsumsi domestik selama masa liburan sekolah dan perayaan keagamaan pada kuartal I tahun ini dapat mendorong peningkatan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK/Consumer Confidence Index).

Ia mengatakan di Jakarta, Kamis, bahwa tren perbaikan IKK mulai terlihat sejak akhir tahun lalu. Menurut data Bank Indonesia (BI), IKK pada tahun lalu mencapai level tertinggi pada Januari 2025, yakni sebesar 127,2.

Angka tersebut terus menurun hingga menyentuh titik terendah pada September 2025 yang hanya mencapai 115. Selanjutnya, indeks tersebut terus menunjukkan perbaikan menjelang akhir tahun hingga level 123,5 pada Desember 2025.

Tren penguatan tersebut berlanjut pada Januari 2026 yang mencatatkan Indeks Keyakinan Konsumen sebesar 127.

Mari Elka pun memproyeksikan momentum positif tersebut akan berlanjut dan menguat pada kuartal I tahun ini, seiring dengan masa liburan sekolah dan perayaan hari besar keagamaan, yakni Tahun Baru Imlek, Nyepi, hingga Idul Fitri, sebagai mesin pendorong utama.

“Di kuartal pertama ini karena ada Lebaran, ada liburan-liburan (keagamaan lainnya), ini (IKK) pasti akan juga terdorong. Tapi, hal ini harus didorong dengan disbursement (pencairan) dan belanja dari pemerintah yang tepat waktu,” ujarnya.

Ia menilai, laju perekonomian nasional saat ini sangat bergantung pada kekuatan pasar domestik yang besar, sehingga ia mengingatkan agar pemerintah menjaga kelancaran perputaran fiskal pada awal tahun.

Menurutnya, pengalaman pada kuartal I 2025, yang mana belanja fiskal sempat terhambat akibat transisi pemerintahan baru dan adanya berbagai realokasi anggaran, tidak boleh terulang kembali.

“Nah tahun ini, itu tidak boleh terjadi keterlambatan di dalam belanja ya, karena itulah yang akan mendorong pertumbuhan juga di kuartal I,” jelasnya.

Selain mengandalkan faktor konsumsi domestik, Mari Elka menyoroti pentingnya mengembalikan kepercayaan (confidence) para investor dalam jangka pendek.

Hal tersebut menjadi prioritas menyusul isu yang diangkat oleh sejumlah lembaga internasional pada akhir Januari 2026, seperti MSCI dan Moody’s Rating, yang secara khusus menyoroti masalah keberlanjutan fiskal serta inkonsistensi kebijakan pemerintah.

Ia menekankan bahwa rentang waktu hingga Mei 2026, yang mana MSCI dijadwalkan melakukan peninjauan kembali (review) terhadap rating Indonesia, merupakan momentum yang harus dioptimalkan untuk mereformasi pasar modal domestik.

Selain itu, Mari Elka juga menyoroti pentingnya langkah-langkah nyata deregulasi untuk memperbaiki iklim investasi di Indonesia agar dapat menangkap peluang relokasi investasi global, mengingat saat ini banyak pihak yang melirik Indonesia.

Peluang emas tersebut, lanjut dia, akan menjadi semakin optimal apabila Indonesia dapat menandatangani kesepakatan perjanjian dagang yang menguntungkan dengan Amerika Serikat.

“(Perjanjian dagang) itu menjadi opportunity (kesempatan) besar untuk menarik investment (investasi), dan pada akhirnya (meningkatkan) penciptaan lapangan pekerjaan,” kata Mari Elka Pangestu.

Pewarta: Uyu Septiyati Liman
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026

#konsumsi-domestik #hari-raya-keagamaan #belanja-pemerintah #indeks-keyakinan-konsumen #perjanjian-dagang-as #pengumuman-msci

https://www.antaranews.com/berita/5425226/den-optimistis-momen-liburan-dorong-indeks-keyakinan-konsumen-q1-2026