KKP Perkirakan Produksi Ikan Capai 1,73 Juta Ton saat Ramadan-Lebaran 2026
KKP prediksi produksi ikan capai 1,73 juta ton saat Ramadan-Lebaran 2026, dengan Jawa Tengah sebagai kontributor terbesar. Harga ikan dipastikan stabil dan aman.
(Bisnis.Com) 19/02/26 14:45 140830
Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memperkirakan produksi ikan mencapai 1,73 ton selama Ramadan hingga Idulfitri 1447 Hijriah.
Direktur Kepelabuhanan Perikanan KKP Ady Candra mengatakan secara terperinci, produksi ikan tangkap pada Januari 2026 diperkirakan sebesar 0,54 juta ton dan meningkat menjadi sekitar 0,59 juta ton pada Februari.
Produksi diproyeksikan kembali naik pada Maret menjadi sekitar 0,60 juta ton seiring mulai membaiknya kondisi laut.
“Ini sedikit agak turun memang karena pola musim dan juga pola penangkapan yang memang sangat tergantung dengan faktor cuaca,” kata Ady dalam konferensi pers di Kantor KKP, Jakarta, Kamis (19/2/2026).
Menurutnya, kondisi tersebut merupakan pola musiman yang terjadi setiap tahun. Namun, memasuki Maret, KKP memperkirakan terjadi transisi menuju musim peralihan, sehingga aktivitas penangkapan ikan diproyeksikan mulai meningkat dan mendorong kenaikan produksi ikan tangkap.
Selain itu, Ady menuturkan menjelang momentum Idulfitri, banyak kapal penangkap ikan, terutama di wilayah Pantai Utara Jawa (Pantura) kembali ke pelabuhan pangkalan, sehingga mendorong peningkatan produksi.
Berdasarkan volume produksi per provinsi, Jawa Tengah menjadi kontributor terbesar dengan produksi mencapai 40.490 ton, disusul Jakarta sebanyak 26.471 ton, 20.737 ton di Jawa Timur, 11.501 ton di Sulawesi Utara, dan 10.189 ton Bali.
Dari sana, harga produsen rata-rata tertinggi terjadi di Maluku senilai Rp69.884 per kilogram, Papua Barat Rp68.879 per kilogram, Sulawesi Utara Rp62.690 per kilogram, Jakarta Rp55.333, dan Sumatra Selatan Rp39.156 per kilogram.
Di sisi lain, produksi terendah berada di Bengkulu, Jambi, Papua Barat, Sumatra Selatan, dan Sulawesi Barat, dengan harga produsen terendah di Banten, Jambi, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, serta Kepulauan Riau.
“Dapat disimpulkan bahwa pasokan ikan selama Ramadan dan hari Raya nantinya di Idulfitri 1447 H tersedia dalam kondisi aman dan harga ikan relatif stabil sesuai dengan permintaan pasar,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (Badan Mutu KKP) Ishartini mengatakan pengawasan ikan selama Ramadan dilakukan secara menyeluruh oleh unit pelaksana teknis di bawah KKP, yang mencakup pasar tradisional, pasar modern, hingga pemasok (supplier), baik di pusat maupun daerah.
Terlebih, dia menambahkan, KKP juga melakukan pengujian meliputi uji organoleptik, mikrobiologi, kimia, serta pemeriksaan formalin dan histamin. Dengan pengawasan itu, KKP memastikan ikan yang beredar di pasar berada dalam kondisi segar dan layak konsumsi.
“Pembeli juga harus cerdas bagaimana memilih ikan yang segar, matanya masih segar, masih merah, pencet kulitnya juga masih bagus. Ada tips-tips untuk itu,” pungkas Ishartini.
#produksi-ikan #kkp #ramadan-2026 #idulfitri-2026 #produksi-ikan-tangkap #cuaca-laut #musim-peralihan #pantura #produksi-ikan-jawa-tengah #harga-ikan-maluku #harga-ikan-papua-barat #pengawasan-ikan-kkp