Rupiah Hari Ini (13/2) Dibuka Melemah ke Rp16.837 per Dolar AS

Rupiah Hari Ini (13/2) Dibuka Melemah ke Rp16.837 per Dolar AS

Rupiah melemah ke Rp16.837 per dolar AS pada 13 Februari 2026, tertekan sentimen lokal dan global, termasuk kebijakan Bank Indonesia dan risiko eksternal.

(Bisnis.Com) 13/02/26 09:24 135505

Bisnis.com, JAKARTA – Nilai tukar rupiah dibuka melemah terhadap dolar AS pada perdagangan hari ini, Jumat (13/2/2026). Rupiah hari ini diprediksi masih tertekan oleh sejumlah sentimen lokal maupun luar negeri.

Berdasarkan data Bloomberg pukul 09.11 WIB, rupiah terdepresiasi 0,05% atau 9 poin ke Rp16.837 per dolar AS. Di saat yang sama, indeks dolar AS menguat 0,07% ke 96,98.

Melansir Trading Economics, pergerakan nilai tukar rupiah yang menguat terhadap dolar AS terhenti pada perdagangan Kamis (12/2) karena pasar menjadi berhati-hati menjelang pertemuan kebijakan Bank Indonesia minggu depan.

"Sentimen tertekan oleh ekspektasi bahwa bank sentral mungkin melanjutkan siklus pelonggarannya untuk lebih mendukung pertumbuhan ekonomi, setelah memangkas suku bunga sebesar total 150 basis poin (bps) sejak September 2024," tulis laporan tersebut, Jumat (13/2/2026).

Sentimen lainnya juga datang dari kekhawatiran kredibilitas kebijakan Bank Sentral pasca pelantikan Thomas Djiwandono, keponakan Presiden Prabowo, sebagai wakil gubernur awal pekan ini.

Sementara itu, risiko eksternal datang dari adanya kemungkinan pengawasan Uni Eropa terhadap aliran minyak Rusia yang dapat mengganggu perdagangan. Selain itu, indeks dolar terpantau tetap lesu meskipun data pekerjaan AS yang lebih kuat dari perkiraan meredam harapan untuk pemotongan suku bunga The Fed dalam waktu dekat.

Menilik pergerakan dan proyeksi rupiah, Trading Economics mencatat bahwa selama sebulan terakhir rupiah telah menguat 0,27%, tetapi turun 3,54% selama 12 bulan terakhir.

"Rupiah Indonesia diperkirakan akan diperdagangkan pada Rp16.812,17 pada akhir kuartal ini, menurut model makro global Trading Economics dan ekspektasi analis. Ke depan, kami memperkirakan akan diperdagangkan pada Rp16.554,28 dalam waktu 12 bulan," tulis riset tersebut.

Sementara itu, Pengamat Mata Uang dan Komoditas Ibrahim Assuaibi memprediksi hari ini rupiah akan ditutup melemah ke level Rp16.820 sampai Rp16.850, pasca pada penutupan kemarin Kamis (13/2) rupiah melemah 42 poin ke Rp16.828 per dolar AS.

Sejumlah sentimen yang menyertai pergerakan rupiah di pasar keuangan menurutnya antara lain adalah konflik geopolitik Amerika Serikat (AS) dengan Iran, data ketenagakerjaan AS yang akan menjadi rujukan The Fed mengambil keputusan moneter, sampai kondisi fiskal dalam negeri.

"Tekanan fiskal Indonesia makin terasa seiring membengkaknya belanja negara dan besarnya kewajiban pembayaran utang pemerintah, di tengah penerimaan yang belum sepenuhnya pasti. Dalam APBN 2026, belanja negara ditetapkan sebesar Rp 3.842,7 triliun. Angka ini melonjak Rp 391,3 triliun dibandingkan realisasi belanja 2025 yang mencapai Rp 3.451,4 triliun," jelas Ibrahim.

#rupiah-hari-ini #nilai-tukar-rupiah #rupiah-melemah #dolar-as #perdagangan-rupiah #bank-indonesia #suku-bunga #kebijakan-bank-sentral #indeks-dolar #ekonomi-indonesia #pasar-keuangan #konflik-geopolit

https://market.bisnis.com/read/20260213/93/1952665/rupiah-hari-ini-132-dibuka-melemah-ke-rp16837-per-dolar-as