Anggota DPR AS Ini Sebut Trump Pedofil, Serukan Dieksekusi Mati

Anggota DPR AS Ini Sebut Trump Pedofil, Serukan Dieksekusi Mati

Seruan Ilhan Omar agar Presiden Donald Trump dieksekusi mati membuat Partai Republik marah. Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Amerika Serikat (AS), Ilhan Omar,... | Halaman Lengkap

(SINDOnews Ekbis) 13/02/26 08:00 135404

WASHINGTON - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Amerika Serikat (AS), Ilhan Omar, membuat heboh setelah menyebut Presiden Donald Trump sebagai pedofil. Omar juga menyerukan sang presiden dieksekusi mati.

Omar, politisi Partai Demokrat, pada hari Selasa membagikan klip Trump yang mengecam jaringan penipuan yang dipimpin Somalia di Minnesota. Omar, yang lahir di Somalia dan mewakili Minnesota di Kongres AS, menuduh Trump mencoba mengalihkan perhatian publik dari namanya yang muncul dalam "Epstein Files" yang baru-baru ini dirilis Departemen Kehakiman.

“Pemimpin Partai Perlindungan Pedofil mencoba mengalihkan perhatian dari namanya yang ada di seluruh berkas Epstein,” tulis Omar di X. “Setidaknya di Somalia mereka mengeksekusi pedofil, bukan memilihnya," lanjut politisi perempuan tersebut.

Sehari sesudahnya, Partai Republik—partainya Trump—, marah atas seruan eksekusi yang dilontarkan Omar.

"Tadi malam, Ilhan Omar mencuit, menyerukan eksekusi Presiden Amerika Serikat," kata cabang Partai Republik Pennsylvania pada hari Rabu, seperti dikutip dari Newsweek, Jumat (13/2/2026).

"Menyerukan eksekusi pejabat federal adalah kejahatan menurut hukum Amerika Serikat," lanjut partai tersebut, mendesak Partai Demokrat bertanggung jawab atas ancaman nyata terhadap nyawa Trump.

Akun "RNC Research" milik Partai Republik juga menuduh Omar “dengan santai” mendorong eksekusi Trump. Akun itu mencatat bahwa Somalia memiliki salah satu tingkat pernikahan anak tertinggi di dunia.

Namun, unggahan RNC Research tidak membantah tuduhan Omar yang menyebut Trump sebagai pedofil.

Omar belum menghadapi kritik apa pun dari partainya sendiri atas seruannya tersebut.

Sekadar diketahui, Departemen Kehakiman AS bulan merilis lebih dari 3 juta berkas terkait pedofil Jeffrey Epstein yang telah lama meninggal di penjara New York. Di antara ribuan email dan pesan teks antara Epstein dan rekan-rekannya, nama Trump disebutkan ribuan kali. Namun, belum ada bukti kuat yang muncul yang menghubungkannya dengan kejahatan seksual terhadap anak.

Berkas-berkas tersebut menunjukkan bahwa Trump lebih banyak berhubungan dengan Epstein daripada yang sebelumnya dia akui.

Dokumen yang dirilis juga berisi pengaduan anonim yang diajukan ke FBI pada tahun 2020, yang menuduh Trump melakukan pelecehan seksual terhadap anak dan keterlibatan dalam pembunuhan. Departemen Kehakiman telah menolak klaim ini sebagai upaya sensasional untuk mencemarkan nama baik Trump menjelang pemilu 2020.
(mas)

#amerika-serikat #donald-trump #pedofil #jeffrey-epstein #epstein-files

https://international.sindonews.com/read/1676603/42/anggota-dpr-as-ini-sebut-trump-pedofil-serukan-dieksekusi-mati-1770940950