Bahlil Sebut Prabowo Bakal Bahas Kerja Sama Sektor Tambang dengan AS

Bahlil Sebut Prabowo Bakal Bahas Kerja Sama Sektor Tambang dengan AS

Presiden Prabowo akan ke AS pada 19 Februari 2026 untuk menandatangani Agreement on Reciprocal Tariff, membahas kerja sama sektor tambang dan perdagangan senilai US$15 miliar.

(Bisnis.Com) 11/02/26 19:26 133663

Bisnis.com, JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto akan berangkat ke Amerika Serikat (AS) pada 19 Februari 2026 untuk menandatangani kerja sama perdagangan bertajuk Agreement on Reciprocal Tariff (ART) antara Indonesia dan AS.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menjelaskan bahwa salah satu yang menjadi komitmen perdagangan dengan pihak AS adalah terkait komitmen Indonesia untuk membeli BBM, minyak mentah, dan LPG dari AS dengan nilai mencapai US$15 miliar.

"Insyaallah kalau Bapak Presiden akan berangkat ke AS, itu [komitmen senilai US$15 miliar] menjadi salah satu bagian yang akan menjadi pembahasan," kata Bahlil di Kompleks Istana Kepresidenan pada Rabu (11/2/2026).

Selain itu, terdapat rencana pembahasan dengan AS terkait dengan kerja sama bilateral terkait dengan sektor pertambangan.

"[Pembahasan] termasuk beberapa hal lain yang terkait dengan kerja sama bilateral antara Amerika dan Indonesia, khususnya di sektor pertambangan," ujar Bahlil.

Dia menjelaskan bahwa dalam komitmennya, jika AS ingin melakukan investasi di sektor mineral kritis Indonesia, termasuk nikel, maka Indonesia akan terbuka.

"Kan negara kita kan negara bebas aktif. Karena itu kita memberikan equal treatment kepada semua negara, termasuk Amerika. Dan kalau mereka insyaallah berminat, kita juga harus memberikan juga yang sama dengan yang lain," tutur Bahlil.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto juga telah memastikan bahwa Presiden RI Prabowo Subianto akan berangkat ke AS pada 19 Februari 2026. Di antara agenda itu, Prabowo akan menandatangani kerja sama perdagangan bertajuk Agreement on Reciprocal Tariff antara Indonesia dan AS.

"Tadi membicarakan terkait dengan update perundingan Indonesia-Amerika dan disampaikan Bapak Presiden rencananya akan menghadiri acara di tanggal 19 dan di sekitar tanggal itu juga akan ada rencana penandatanganan ART, Agreement on Reciprocal Tariff," ujar Airlangga di Kompleks Istana Kepresidenan pada Rabu (11/2/2026).

Terpisah, Airlangga menyatakan bahwa secara substansi, seluruh negosiasi terkait dengan tarif dengan AS telah rampung. Kedua negara pun telah menuntaskan proses harmonisasi bahasa hukum (legal drafting).

Sebelumnya, usai pertemuan dengan USTR Jameson Greer di Washington D.C. akhir tahun lalu, pemerintah menargetkan dokumen ART dapat diteken oleh Presiden Prabowo dan Presiden AS Donald Trump pada kisaran tanggal 12—19 Januari 2026. Kendati demikian, hingga memasuki pekan kedua Februari 2026, seremoni tersebut belum terealisasi.

Sebagai catatan, dalam kerangka kesepakatan awal yang dibangun sejak Juli tahun lalu, Indonesia berkomitmen membebaskan tarif bea masuk untuk mayoritas produk asal AS. Sebagai timbal balik, Negeri Paman Sam sepakat menurunkan tarif resiprokal atas produk Indonesia dari 32% menjadi 19%.

Selain itu, AS juga memberikan lampu hijau pengecualian tarif bagi komoditas unggulan ekspor RI, mulai dari minyak kelapa sawit (CPO), kopi, hingga kakao.

Di sisi lain, lawatan Prabowo ke AS pun terkait dengan agenda KTT Board of Peace atau Dewan Perdamaian Gaza. Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi pun mengatakan bahwa Presiden telah menerima undangan KTT tersebut.

#prabowo-amerika-serikat #kerja-sama-tambang #sektor-pertambangan #prabowo-subianto #bahlil-lahadalia #perdagangan-indonesia-as #agreement-on-reciprocal-tariff #investasi-mineral-kritis #nikel-indonesi

https://ekonomi.bisnis.com/read/20260211/44/1952193/bahlil-sebut-prabowo-bakal-bahas-kerja-sama-sektor-tambang-dengan-as