Bangkit, tingkat hunian penginapan di Maninjau Agam mulai membaik
Tingkat hunian di sejumlah penginapan di sekitar Danau Maninjau, Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar), mulai membaik pascabanjir bandang melanda daerah itu ...
(Antara) 27/01/26 13:23 115697
Kunjungan hotel setelah kejadian turun drastis mencapai 65 persen setelah kejadian banjir itu. Saat ini kunjungan berangsur ada, dari 29 kamar sudah terisi sekitar 75 persen
Lubuk Basung (ANTARA) - Tingkat hunian di sejumlah penginapan di sekitar Danau Maninjau, Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar), mulai membaik pascabanjir bandang melanda daerah itu pada akhir Desember 2025 lalu.
"Pengunjung sudah mulai berdatangan satu minggu terakhir ini, meskipun kami masih membersihkan sisa-sisa lumpur yang sampai ke teras hotel," kata Manager Operasi Hotel Maninjau Indah Mairifal di Maninjau, Selasa.
Di sepanjang tepi Danau Maninjau masyarakat mulai ramai menikmati pemandangan danau dan pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) juga sudah banyak yang buka kembali.
Menurutnya, operasional hotel setelah kejadian banjir bandang pada Desember 2025 dan 1 Januari 2026 sempat tutup total selama dua minggu karena sejumlah kamar digenangi air lumpur setinggi 20 meter.
Setelah itu pihaknya fokus membersihkan material banjir yang berupa lumpur, batu, dan kayu.
"Kunjungan hotel setelah kejadian turun drastis mencapai 65 persen setelah kejadian banjir itu. Saat ini kunjungan berangsur ada, dari 29 kamar sudah terisi sekitar 75 persen," katanya.
Untuk pengunjung yang datang saat ini ada dari warga lokal Sumbar dan juga dari Riau. Meskipun demikian pihaknya masih melakukan pembersihan terhadap kamar yang terdampak.
Dari 29 kamar yang ada, kata dia, delapan kamar masih dibersihkan dan direhabilitasi kembali untuk kenyamanan pengunjung.
Apalagi, katanya, sebentar lagi libur Lebaran sehingga perantau akan banyak pulang kampung dan biasanya kunjungan akan meningkat dari hari biasa.
Pihaknya juga menyampaikan informasi melalui media sosial tentang kondisi terkini wisata dan hotel pascabencana. "Kami memberikan informasi tentang situasi wisata di Maninjau kondusif dan sudah tidak ada lagi bencana," katanya.
Sebagai antisipasi banjir masuk ke tempat penginapan itu, pihaknya juga menyusun karung yang berisikan pasir di depan pintu hotel itu.
Sementara itu Pengelola Penginapan Palanta Homestay Dola mengatakan baru satu pekan ini penginapannya mulai dikunjungi oleh wisatawan.
"Sekarang mulai bergerak bangkit. Memang sebelumnya sempat sepi pengunjung. Mudah-mudahan tidak ada lagi bencana," harapnya.
Dari delapan kamar yang ada, katanya, rata-rata sudah terima tiga sampai empat kamar setiap harinya
Banjir bandang di Maninjau itu terjadi secara berulang dan terakhir terjadi pada 1 Januari 2026 mengakibatkan material banjir bandang menutupi badan jalan provinsi yang menghubungkan Lubuk Basung dan Kota Bukittinggi.
Selain itu material banjir juga masuk ke sejumlah rumah warga, namun tidak ada korban jiwa.
Salah seorang pengunjung Anto (39) asal Kota Padang mengatakan ia pergi ke Maninjau dalam rangka pekerjaan sambil berlibur bersama teman-temannya.
"Memang sempat khawatir juga karena daerah ini sempat dilanda banjir bandang beberapa waktu lalu. Namun saat ini kondisinya sudah membaik," katanya.
Pewarta: Altas Maulana
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026
#maninjau-agam #banjir-agam #ekonomi-agam #pariwisata-maninjau #danau-maninjau #tingkat-hunian-hotel